
"Devan!! dia kembali", ucap Elang
Devan yang baru saja sampai kampus segera di hampiri sama teman-temannya
"Siapa ?? tanyanya
"Luna,,dia sudah sembuh, dia kembali Devan", ujar Andi dengan wajah senangnya
"Dimana dia??" tanya Devan sambil menuju ke ruang kelasnya
"Devan !!! Luna langsung berlari ke arah Devan dan langsung memeluknya
Luna adalah satu-satunya orang yang berani menyentuh bahkan memeluk Devan
Devan membalas pelukannya
"Devan! gue kangen banget sama lo", ucap Luna sambil mengeratkan pelukannya
"Woy ! Devan aja yg di peluk nih, kita2 gak ?" ucap Edo
Luna pun melepaskan pelukannya dan segera memeluk mereka bertiga
"Ayoo kesini para kurcaci- kurcaci ku, Putri Salju mau peluk kalian ", ucap Luna memeluk mereka
"Gue jg kangen sama kalian,,sekarang Putri salju sudah sembuh dan bisa bermain bersama kalian lagi ", ucapnya seolah- olah berada di Negeri dongeng
Merekapun tertawa
Begitulah kebersamaan mereka, Luna adalah teman kecil mereka yg udah mereka anggap sebagai adik kecil mereka,,mereka udah bersahabat dari mereka masih TK.
"Lun ! lo tambah cantik aja sekarang", goda Elang
"yeaaay,,emang dulu gue gak cantik ?" ujarnya
"Ya dulu sih cantik,, tapi sekarang lebih gimana ..gitu", ucap Elang lagi
"Dasar lo lang, dikutuk jadi monyet baru tau rasa lo", ujar Edo
"Gue mau-mau aja jadi monyet asalkan selalu berada di pangkuan Putri salju he...he..."ucap Elang cengengesan
Angel and The geng pun masuk keruangan itu dan langsung menghampiri mereka
"Eh Luna,, kapan lo pulang ?" tanya Angel saat melihat Luna dan dia langsung duduk di samping Devan
"Eh Angel !! tumben lo ramah sama gue?" ucap Luna cuek
"Gue memang ramah kok ama semua orang, apalagi lo kan sahabatnya Devan Pangeran gue", ucapnya sambil ngelirik Devan
"Ueeek...mau muntah gue lihat kelakuan lo", ucap Luna sambil beranjak pergi
Elang,Edo dan Andi segera mengikuti langkah Luna,,begitu pula dengan Devan
"Devan!!! lo mau kemana ?" tanya Angel
__ADS_1
Devan tak mengubris dan masih terus berjalan
Angel yang kesal segera berlalu pergi diikuti para dayang-dayangnya mela dan nora
Luna pergi ke kantin bersama teman-temannya.
Mereka duduk di pojokan kantin,Devan duduk berhadapan dengan Luna sedangkan para kurcaci sedang memesankan makanan untuk mereka
"Gue kesel deh sama cewek bermuka dua itu,,masih saja dekat-dekat sama lo ", ucap Luna kesal
"Lo cemburu ya ? goda Devan
"iiih jijay gue sama lo,, lo kan tau lo itu bukan tipe gue dan gue udah menemukan pangeran gue tadi pagi ", ucapnya tersenyum sambil mengingat pertemuannya dengan Bisma
"Lo gimana apa udah menemukan tambatan hati lo ?" tanya Luna
Wajah Devan seketika berubah,,Luna menghembus nafas kasar. Luna tau sahabatnya yang satu ini sangat dingin sama yang namanya cewek, terkecuali Luna
"Van!! lo masih gak berubah ya, masih saja dingin kayak dulu kalau gue bahas soal cewek,,gue jadi curiga sama lo jangan-jangan lo...."ucap Luna
"Jangan ngada-ngada Lun,, gue normal kok", ucap Devan yang tau ucapan Luna kearah mana
"Lagian lo dingin kek gitu sama cewek,, padahal dari dulu sampai sekarang banyak banget cewek-cewek yg ngejar-ngejar lo tapi lo gak gubris", ujar Luna
Huufff....
Devan membuang nafas kasar
"Sebenarnya gue udah punya seseorang di hati gue, tapi gue masih berusaha agar gue jg bisa masuk ke hatinya", ucap Devan serius
"Nanti kalau dia kesini gue kenalin sama lo", ucapnya
"Jadi cewek itu kuliah di sini juga?? tanyanya lagi
Devan mengangguk,, Devan sekilas melihat Inge baru sampai di kantin,,senyumpun mengembang di bibirnya, tapi senyum Devan sirna saat melihat Inge kembali pergi dengan wajah kesalnya
"Luna !, gue tinggal dulu ya, gue ada urusan", ucap Devan sambil mengikuti Inge
"Mau kemana dia",,,guman Devan saat melihat Inge tidak pergi ke arah ruangan kelasnya melainkan ke arah taman belakang
Devan terus mengikutinya tanpa sepengetahuan Inge,,dia melihat Inge menuju pohon besar lalu duduk di sana
Devan pun duduk juga di bawah pohon itu tapi dibelakangnya, Inge tidak tau kalau ada yg mengikuti
Devan tersenyum mendengar ocehan Inge,,akhirnya dia menjawab salah satu pertanyaan Inge
"Itu tandanya lo cinta", jawabnya
Dan tiba-tiba
"Aaaaaaa..."teriak Inge saat melihat Devan duduk tepat di belakang pohon yg sama dg yg dia duduki
"Lo ?? sejak kapan lo disini ? tanya Inge gugup
__ADS_1
"Sejak kamu ngomel-ngonel sendiri", jawabnya
Wajah Inge berubah merah menahan malu
"Mampus gue,,jangan-jangan dia kegeeran lagi dengar ocehan gue tadi ",batin Inge
"Gue gak ngomongin lo kok,,lo jangan kegeeran ya", ucap Inge
"Loh siapa yg bilang kalau kamu ngomongin aku ?, tanya Devan menjebak
"A**duuuh...ni mulut kenapa sih asal ngomong kek gini,, jadi ketahuan kan", batin Inge
"Tapi kalau kamu ngomongin aku, aku gak keberatan kok malahan aku senang kalau kamu cinta sama aku", ucap Devan sambil tersenyum
"Jangan ngarep lo", ucap Inge mau beranjak pergi
Devan menahan tangan Inge sehingga Inge tidak bisa pergi
"lepasin gak", bentak Inge
Devan melepaskan tangan Inge, Inge mau pergi ,,tapi kata-kata Devan menghentikannya
"Gimana dengan janji kamu waktu itu, ini udah seminggu loh", ujar Devan
Inge berbalik lalu duduk kembali.
Soal itu,, gue gak bisa ngenalin lo sama dia,,karena gue pun sebenarnya gak kenal sama dia", ucap Inge lemah
"Jadi kamu bohongin aku waktu itu tanya Devan seolah-olah merasa dibohongi
"Gak kok,,kalay soal itu gue gak bohong. Gue udah janji kalau gue ketemu tu orang akan gue jadikan suami gue, almarhum bokap gue bilang klw janji itu adalah hutang dan hutang mestinya di tunaikan, jadi gue gak bisa apa-apa ucap Inge sungguh2
"Tapi kenapa?? apa kamu cinta sama dia?", tanya Devan
"Gimana bisa cinta,,gue aja gak kenal sama dia,,tapi kan perasaan bisa di pupuk, kalau sering bersama cinta akan tumbuh dengan sendirinya", ucap Inge bijak
"Jadi kamu mau nunggu dia", tanya Devan
"Iya..."
"Jadi kamu mau menikah sama dia walaupun kamu gak kenal sama dia", tanyanya lagi
"Iya.."
"Jadi kamu mau gak jadi pacar aku ?" tanya Devan menjebak
"Iya.."jawab Inge tanpa memperhatikan pertanyaan Devan
"Deal !!" mulai sekarang kamu adalah pacar aku", ucap Devan sambil berlalu pergi
Inge yang mendengar ucapan Devan melongo,,kemudian dia baru tersadar akan kesalahannya yang menjawab semua pertanyaan Devan dg kata "iya" tanpa memperhatikan pertanyaannya
"Devaaan...."teriak Inge
__ADS_1
Devan tersenyum ketika mendengar teriakan Inge,,dia sangat senang melihat Inge kesal kerena dia dan yang membuat Devan gemes adalah sikap Inge yg sok nolak padahal dia mau he...he...
Bersambung...