Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 116


__ADS_3

"Iya..iya..kita diam kok," ujar mereka barengan


Devan tidak memperdulikan mereka, Akhirnya mereka sampai juga di gerbang tol itu, di sana sudah menunggu Elang, Edo da Nia.


"Wiih...kalian udah nyampek aja, cepet banget sih," Ujar Andi


"Lo kayak gak tau Elang aja Ndi, dia kan raja Jalanan, tinggal set..set..nyampek deh," ujar Edo


"Iya nih aku sampai mual-mual di buatnya," ujar Nia.


"Kalian ngapain Nia sampai mual-mual begitu , jangan-jangan..."


Pletakk...


Edo menjitak kepala Andi sampai Andi meringis kesakitan.


"Otak lo itu perlu di cuci, jangan mesum aja yang lo pikirin," ujar Edo


"Emang lo tau gue mau ngomong apa ?, otak lo tu yang mesum," ujar Andi


"Tadi gue mau ngomong kalau Nia jangan-jangan masuk angin," ujar Andi


Edo garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil cengengesan, mereka semua tertawa melihat tingkah Edo tetapi tidak dengan Devan.


"Kalian mau ikut gak sih, ayo jalan," ujarnya lalu kembali masuk ke mobilnya. Mereka pun semua pada masuk dan melajukan mobilnya menuju kampung halaman Inge yang juga Kampung Halaman Mika.


Di Air Terjun di kampungnya...


Inge duduk di batu besar di tempat biasa dia duduk dulu sambil melamunkan nasibnya yang selalu di timpa masalah di kala dia merasakan bahagia.


Air mata mengalir di pipi mulusnya, dia meratapi kisah cintanya yang mengenaskan itu.


"Kenapa sih harus mereka yang jadi orang tua gue ?gue bahagia karena mengetahui kalau mereka bukan membuang gue, tapi kenapa harus Kak Devan yang jadi saudara gue, kenapa bukan yang lainnya saja," ucapnya lirih


"Demit...gue kangen sama lo, mungkin ini karma bagi gue karena sudah ngingkarin janji gue buat menjadikan lo suami gue, please datang lah biar gue bisa menepati janji gue dulu," ujarnya masih menangis.


Ingin rasanya dia berteriak kencang untuk menghilangkan sesak di dadanya itu, akhirnya dia tertidur di batu besar itu karena kelelahan menangis.


Sementara Rombongan Devan sudah sampai di Rumahnya Bi Ijah karena menurut Mika Inge pasti berada di sana karena rumahnya telah di beli oleh orang lain.


Mika turun dari mobil di ikuti oleh yang lainnya.

__ADS_1


"Assalmuàlaikum..." ucap Mika


"Waàlaikum salam.." jawab perempuan paruh baya itu dari dalam rumahnya yang kecil itu.


"Bi Ijah..Mika kangen sama Bibik," ujar Mika langsung memeluk bi Ijah sambil menangis.


"Neng Mika, Bibi juga kangen sama kamu," ujar Bi ijah sambil menangis haru.


Hemmm..


Devan berdehem, sehingga membuat mereka melepaskan pelukannya.


" Eh maaf jadi malah kangen-kangenan, Bik ini Kenalin ini teman-teman Mika dan juga Inge bik," ujar Mika


"Hai bik aku Elang dan ini Edo dan yang itu Andi dan yang paling cantik kayak Bidadari itu Nia Bik," ujar Elang


Hemm..


Edo berdehem, membuat Elang cengengesan


"Peace...dikit doang, lagian bener kan yayang Nia kayak Bidadari," ujar Elang, Edo makin melototkan matanya ke arah Elang.


"Saya Devan bik," ujar Devan


"Ooo kamu toh kakaknya Inge, kamu tampan sekali nak," ujar Bi Ijah, Devan mengerutkan keningnya mendengar ucapan bi Ijah itu.


"Kakak ? maksud bibi apa ? " tanya devan bingung.


"Iya..Inge kemaren cerita kalau dia sudah menemukan orang tua kandungnya, dan ternyata dia punya seorang kakak yang tampan ," ucap Bi ijah, Devan tambah kaget mendengarnya. Akhirnya dia mengiyakan apa yang dikatakan oleh Bi Ijah sehingga membuat teman-temannya itu kaget di buatnya.


" Bi Ingenya kemana Bik ?" tanya Mika


"Biasa neng kalau dia disini tempat mainnya adalah di air terjun, kan neng tau sendiri dia suka menyendiri di sana," ujar Bi Ijah.


"Bik, tujuan kami kesini mau membuat kejutan ulang tahun buat Inge, karena dua hari lagi dia ulang tahun kan bik,tolong jangan bilang-bilang sama dia kalau kami kemari ya bik ," ucap Devan


"Eh van kok berubah sih rencananya," tanya Andi


"Udah lo jangan bawel ikuti saja apa yang gue katakan," ujar Devan


"Terus kita akan tinggal di mana?, Gak mungkin di hotel kan, Hotel jauh bro dari sini," ujar Elang.

__ADS_1


"Iya..bakalan susah kalau kita pulang perginya," ujar Andi


"Tenang saja kalian, gue ada Vila di sini, dan bi Ijah pasti tau dimana itu," ujar Devan


"Loh kok bi ijah bisa tau sih Van, kan lo baru ketemu hari ini sama dia," tanya Edo


"Bik, apa Rumahnya Inge yang dulu sudah di bersihkan dan bisa di tempati sekarang, karena saya dan teman-teman saya berencana akan menginap di sana," ujar Devan, Bi Ijah baru ngeh akan ucapan Devan itu.


"Apa Nak Devan ini orang dari Jakarta itu yang sudah membeli rumah non Inge dari tuan tanah itu ?" tanya Bi Ijah, Devan mengangguk yang membuat Bi Ijah terharu.


"Makasih nak, makasih sudah memberi pekerjaan lagi buat bibik untuk bertahan hidup, dan mungkin ini bukan kebetulan, mungkin ini takdir yang mempertemukan Adik kakak yang sudah lama terpisah." ujar Bi Ijah


"Iya bik, ini adalah Takdir ," ujar Devan


Yang lainnya malah bengong mendengar ucapan Devan itu.


"Kalau begitu kami permisi dulu ya Bik, kami mau ke Rumah itu dan tolong jangan bilang-bilang Sama Inge kalau kita berada di kampung ini ya bik," ujar Devan


"Iya Nak Devan, bibik Janji gak akan ngomong sama Non Inge," janjinya.


Mereka pun pamit lalu menuju ke rumah peninggalan orang tuanya Inge yang sudah di beli oleh Devan.


Sampai di sana mereka takjub melihat rumah besar itu yang masih terlihat indah dan asri.


"Ini bekas Rumahnya Inge, lo gercep juga ya Van, lo beli ini pasti buat Inge ya kan ?" tanya Andi


"Lo jenius, gue gak mau rumah peninggalan orang tuanya Inge jatuh ke tangan orang lain, makanya gue berinisiatif buat beli lagi rumah ini buat Inge," ujar Devan.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah itu dan mereka semakin terbelalak dengan dekorasi rumah itu yang sederhana tapi nampak indah di pandang mata sehingga tidak mudah bosan ketika berada di sana.


"Wiih keren, bisa buat inspirasi nih buat rumah masa depan gue sama Nia," ujar Edo yang membuat Nia tersipu.


"Bacot lo aja Do, lo aja belom nembak dia sudah ngomongin rumah aja," ujar Elang


"Tunggu aja waktunya, gue langsung bawa dia kepelaminan," ujar Edo


"Iiiih so sweet banget sih kalian, coba aja om ganteng seperti kak Edo, pasti gue seneng banget.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mana Coment terbaikmu...😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2