Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 160


__ADS_3

"Ooo kirain Mika nya mau di gantung beberapa tahun lagi," ujar Inge ngasal


Dion hanya tersenyum mendengarnya, Pintu kamar Mika pun terbuka, dia sudah kelihatan cantik dengan setelan kantornya.


"Ayo Om ganteng kita pergi," ajaknya


"Eh tungguin gue ya, gue ambilin makan siang dulu buat Suami gue," ujar Inge lalu bergegas menuju ke dapur, dia kembali dengan sebuah rantang di tangannya.


"Lo mau bawain makan siang buat kak Devan atau mau piknik Nge ?" tanya Mika


"Ya bawain makan siang lah buat suami gue, emang kenapa sih lo sibuk aja.." ujar Inge


"Gue heran aja apa kak Devan bisa ngabisin semua makanan itu," ujar Mika


"Iya juga sih, Abisnya gue binggung mau masak apa, kak Devan bilang kalau masakannya terserah gue ya gue masak aja semua ini," ujar nya


"Udah ah, jangan bawel lagi, nanti suami gue malah kelaparan lagi nunggunya kelamaan," ujar Inge lalu masuk ke mobil.


"Mana ada sih jam segini dia bisa kelaparan ini kan masih pagi, Inge ada-ada aja deh," ucap Mika


"Sudah iyain aja kenapa sih, aku iri deh sama Devan punya istri yang perhatian banget sama dia, kira-kira istri aku nanti seperti itu gak sih," ujar Dion


"Ya iyalah nanti istrinya Om ganteng akan lebih perhatian lagi dari Inge ,"


"Kok kamu tau ?"


"Tau aja..." ucap Mika lalu juga masuk ke mobil dan Dion pun akhirnya masuk juga ke mobil.


"Eh..eh..eh..Mika lo duduk di belakang dong sama gue, gue jadi berasa obat nyamuk kalau sendirian di belakang.


"Jangan...nanti aku kayak supir dong," larang Dion


"Kalau begitu kak Dion saja yang pindah kebelakang," suruh Inge lalu keluar dari mobil itu, Dion binggung, kalau gak di turutin nanti Inge malah laporan lagi sama Devan, kalau di turutin apa Inge bisa bawa mobil itu.


"Kak Dion ayo cepat turun," suruh Inge


Mau tidak mau Dion pun turun dari mobil itu dan Inge duduk di belakang kemudi.


"Nge..lo bisa bawa mobil ini ?" tanya Mika

__ADS_1


"Gak sih, ini pengalaman pertama gue, kalian pegangan yang kuat ya ," Inge melajukan mobil itu, tapi bukannya maju akan tetapi malah mundur.


"Inge kamu bisa gak sih bawa mobilnya ?" tanya Dion yang sudah memegang erat di pegangan mobil


"Tenang aja kak Dion, gue tadi hanya Prank kalian saja, sekarang kita lest Go... ucap Inge lalu menancap gas sehingga mobil itu melaju sangat kencang, Inge dengan lihainya memegang setirnya.


Dion dan Mika berpegangan erat, mereka merasa ngeri dengan cara mengemudi Inge yang ugal-ugalan itu, Sesekali Dion sampai terjatuh dan juga Mika sampai kejedot pada pegangan mobil, Inge jadi berasa seperti pembalap profesional, dia masih melajukan mobil itu tanpa memperdulikan dua insan yang sudah teraduk-aduk perutnya itu.


Tak lama perjalanan mereka pun akhirnya sampai juga di depan Perusahaan Perdana Corperation. Inge menghentikan mobilnya tepat di depan pintu lobby perusahaan tersebut.


Mika dan Dion segera turun dari mobil dan memuntahkan semua isi perutnya.


"Kalian kenapa ?" tanya Inge heran


"Masih tanya kenapa lagi, ini semua gara-gara lo tau gak ," ujar Mika kesal


"Memangnya gue ngapain kalian, perasaan gue gak ngapa-ngapain deh," ujar Inge lalu segera masuk ke sana


"Masih saja gak merasa bersalah ," kesal Mika


"Sudah...kamu masuk duluan sana biar aku parkirin mobil dulu," ucap Dion menenangkan kekasihnya itu.


Seorang wanita cantik langsung bangun dan melihat sinis ke arah Inge.


"Maaf Mbak kalau mau ngemis jangan di sini," ujar wanita itu


"Eh jaga ya omongan mbak, emang mbak pikir mbak itu cantik apa ?, wajah sudah di dempul sedemikian tebal aja bangga," ucap Inge merasa terhina dengan ucapan wanita itu.Teman wanita itu tertawa mendengar ucapan Inge


"Lo..berani lo ngata-ngatain gue ," ucap Wanita itu marah


"Eh mbak, mbak gak sadar ya kalau mbak yang duluan menghina saya, asal mbak tau ya saya walaupun jelek-jelek begini sudah punya suami tau, suami saya tampan tambah banget lagi, nah Mbak kalau saya lihat sepertinya masih jomblo deh, kasian sekali kamu mbak..mbak..," ujar Inge tak mau kalah.


"Eh lo jangan bohong deh, mana ada cewek kampung kayak lo bisa dapat cowok tampan, palingan suami lo itu cuma OB ha..ha..,"


"Sudah lis, jangan cari masalah deh, lo tau gak dia itu siapa ?


"Emang dia siapa, Istri OB ha..ha.." ucap Lisa lagi terus menghina Inge


"Lo tau gak kalau dia itu istrinya Devan idola kita,"

__ADS_1


"Apa...!" Lisa kaget, dia masih gak percaya apa yang di katakan temannya itu.


"Kenapa mbak kaget ya, suami saya ternyata tampan pakek banget, makanya kalau nilai orang itu jangan di penampilannya saja, tapi kalau di lihat-lihat masih cantikan saya sama mbak nya, ya gak mas," Tanya Inge pada seorang laki-laki yang kebetulan lewat di sana.


"Iya adik cantik,kamu itu cantiknya alami sedangkan dia cantik Oplas..."


"Ha..ha..ha..mas-mas itu aja tau kalau mbak cantiknya oplas ha..ha..


"Awas lo ya, nanti gue aduin sama Bos Dion baru tau rasa, mana ada istri dari karyawan seenaknya berkunjung ke kantor bawa-bawa rantang lagi," ucapnya lalu dia melihat ke arah pintu lobby, di sana terlihat Dion sedang memasuki gedung itu


"Pak Bos ..!"Panggil Lisa, Dion berhenti lalu menatap heran ke arah Lisa


"Ada apa Lisa ?" tanya Dion Dingin


"Gini pak Bos, itu ada istri dari karyawan mau bertemu dengan suaminya, malah bawa rantang segala. Dia pikir ini tempat rekreasi apa mau piknik aja di kantor ini," ngadu Lisa


Inge berjalan santai menghampiri Dion.


"Pak Dion, apa boleh kalau saya bertemu dengan suami saya sebentar, kita mau makan siang bareng pak," ujar Inge mulai berakting


"Silahkan saja, tidak ada yang melarang Istri mau bertemu suaminya, dan kamu urus saja pekerjaan kamu, jangan urusi orang lain," ucap Dion


"Wleeek.."Inge memeletkan lidahnya ke arah Lisa yang membuat lisa semakin kesal di buatnya akan tetapi Inge tidak memperdulikannya, dia terus berjalan menuju ke ruangan suaminya.


Tok-tok...


Pintu ruangan Devan di ketuk, Gala yang membukanya karena Devan masih nerkutat dengan Laptopnya.


"Eh ada adek cantik, mau ketemu sama aku ya,"


Mendengar ucapan Gala Devan melihat ke arahnya dengan tatapan membunuhnya.


"He..he..gak Kok Van gue hanya bercanda," ucap Gala lalu kembali ke meja kerjanya.


"Sayang..kok cepat sekali sih kamu datangnya, ini kan belum waktunya istirahat," ujar Devan


"Emang gak boleh ya ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2