Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 46


__ADS_3

Jam pulang kantor telah tiba, Xindy pun pulang sama seperti yang lainnya.


"Bos cantik..., gue nebeng ya ," ujar Radit


Xindy hanya tersenyum kepada Radit, Radit binggung gak biasanya Xindy seperti itu.


"Lo kenapa sih, sariawan lo," tanya Radit, Xindy masih belum menjawab tapi Radit segera berdiri di depannya sehingga membuat Langkah Xindy terhenti.


"Bos cantik kenapa sih, apa Pak Bos nyakitin lo, bilang sama gue. Gue akan beri pelajaran sama dia," ujar Radit


"Gue gak apa-apa Dit," ucap Xindy


"Terus kenapa wajah lo manyun gitu , jelek tau Smile dong...," ujar Radit sambil membentuk jarinya di depan bibirnya. Indah tersenyum melihat Tingkah Radit itu


"Nah gitu dong, kan cantik...," ujar Radit kembali membuat Xindy tersenyum, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang kesal menatap keakraban mereka siapa lagi kalau bukan Zain.


"Oh jadi dia yang membuat lo gak mau di jodohin sama gue, awas saja gue akan misahin kalian dan apapun caranya lo harus jadi milik gue ," ucap Zain sambil menyerigai.


Tin...tin...


Suara klakson mengagetkan Xindy dan Radit yang sedang berboncengan sehingga Radit seketika menghentikan Motornya.


"Heh kalau mau lewat ya lewat saja jangan bikin kaget orang dong, untuk Gue gak jantungan," ucap Xindy sambil memegang dadanya.


"Sabar Bos Cantik, orang kaya memang begitu," ujar Radit lalu kembali melajukan motornya.


Sebuah mobil mengikuti motor mereka, Rasa kesal semakin menjadi-jadi ketika Zain melihat tangan Xindy berpegangan di pinggang Radit.


"Kenapa mesti pegangan gitu sih, dasar genit..Kenapa gue jadi panas gini ya melihat mereka," ujar Zain sambil memukul setirnya.


Tin....


Suara Klakson kembali menggema. Tapi kali ini mereka tidak sekaget tadi.


"Siapa sih, perasaan itu mobil tadi deh, lo ngerasa aneh gak Dit kalau mobil itu memang ngikutin Kita," ujar Xindy


Merasa Xindy sudah menyadari keberadaannya Zain melajukan mobilnya melewati mereka agar mereka tidak curiga.


"Perasaan Bos cantik aja kali, tuh mobilnya sudah lewat," ujar Radit membelokkan motor itu ke arah Kontrakannya Xindy.

__ADS_1


"Loh kok malah ke sini sih Dit, bukannya ke rumah lo dulu,"


"Udah..mulai besok pergi dan pulang kerja lo harus bareng gue," ujar Radit


"Emang Harus gitu ?" tanya Xindy mengerutkan keningnya.


"Ya Harus dong, agar gue bisa maksimal menjaga lo," ujar Radit.


"Alasan aja lo, bilang saja lo mau tumpangan gratis," ujar Xindy sambil tertawa


"Itu sih Iya..lumayan buat ngirit ongkos he..he..," ucap Radit Cengengesan.


"Udah lo pulang sana, jangan lupa makanannya lo bagiin tu sama yang lain, jangan semua lo embat sendiri," ujar Xindy


"Iya..iya..tuan Putri.." ujar Radit lalu melajukan Motornya meninggalkan Kontrakan itu.


"Jadi di sini ya Kontrakannya, sangat jelek dan kumuh, berarti dia gak bohong perihal tempat tinggalnya."Ucap sosok yang dari tadi sembunyi di balik Tembok yang tak jauh dari Kontrakannya Xindy.


Xindy sempat melihat kalau Zain mengikutinya tapi dia pura-pura gak tau saja.Xindy tersenyum melihat Tingkah Zain yang sudah mempunyai rasa penasaran yang besar terhadapnya, misi pertama sudah berhasil.


Xindy masuk kedalam Kontrakannya, tak lama kemudian dia kembali keluar dari sana dengan baju yang sudah berganti.


Zain semakin penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Xindy.Xindy terus berjalan menuju warung itu.


"Permisi bu, apa ibu membutuhkan bantuan di warung, seperti tukang cuci piring gitu," tanya Xindy


"Maaf neng warung ibu hanya warung kecil, bukannya ibu gak mau di bantu tapi ibu gak bisa membayar neng karena pendapatan ibu gak banyak," ucap Ibu yang punya warung itu.


"Saya di bayar pakai sepiring nasi saja sudah cukup kok Bu ," ujar Xindy


"Benarkah..kalau begitu silahkan Neng, piring-piring sudah banyak yang kotor di belakang," ujar Ibu itu


"Makasih ya bu," ucap Xindy lalu segera menuju kebelakang, apa yang di lakukan oleh Xindy tak lepas dari pantauan Zain.


"Apa yang di lakukannya di sana, kenapa dia bukan makan tapi malah masuk ke belakang warung," guman Zain


"Kok aku jadi kepo ya, lebih baik aku pergi saja dari sini," ucapnya, namun lain di mulut lain pula di hatinya, Zain kembali berbalik kerena rasa penasarannya lebih besar dari pada rasa takut ketahuan kalau dia menguntit Xindy.


Zain melangkah menuju ke arah Warung itu.

__ADS_1


"Eh Mas mau pesan apa ya, menunya lengkap loh Mas," tanya pemilik warung itu senang karena melihat penampilan Zain yang seperti orang kaya itu mampir di warungnya.


"Makasih bu, tapi saya tidak ingin makan, saya hanya ingin bertanya gadis tadi ngapain ya masuk ke belakang," tanya Zain


"Ooo neng yang tadi ?" Zain mengangguk


"Dia minta kerjaan sama saya sebagai pencuci piring dan dia hanya minta di bayar dengan sepiring nasi saja," ujar Ibu itu, seketika Zain merasakan sakit di kepalanya, sepertinya dia pernah mengalami kejadian yang serupa sebelumnya.


Zain memegang kepalanya yang berdenyut.


"Loh mas kenapa ?" tanya Ibu itu khawatir


"Saya gak apa-apa kok bu, saya permisi dulu," ucapnya lalu berjalan menuju ke Mobilnya dengan masih memegang kepalnya. Sesampainya di mobil Zain merebahkan kepalanya di Jok depan di balik kemudinya.


"Ada apa ini, kenapa aku merasakan sangat familiar dengan kejadian ini, apa yang sebenarnya terjadi," ucal Zain sambil memijit-mijit kepalanya.


"Lebih baik aku pulang saja agar bisa istirahat," ucapnya lalu pergi dari sana.


Xindy sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia pun bergegas masuk kembali ke dalam warung itu.


"Bu..saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya," ujar Xindy


"Eh iya.."Ucap Ibu itu lalu pergi mengecek pekerjaan Xindy.


"Waah...pekerjaan kamu sangat bersih Neng, besok kalau bisa Neng datang lagi ya bantu-bantu ibu," ujar Ibu pemilik warung itu.


"InsyaAllah Bu, tapi saya hanya bisa datang jam segini bu karena saya juga harus bekerja," ujar Xindy


"Gak apa-apa Neng, ayo kita masuk kedepan, Neng pasti capek kan, Neng duduk dulu di sana,ibu buatkan nasinya dulu buat Neng ya," ujar Ibu itu.


Terlihat Ibu itu sangat senang dan dengan wajah tersenyum dia menbuatkan sepiring nasi Komplit buat Xindy.


"Eh iya Neng, tadi ada mas-mas tampan yang nanyain Eneng, sepertinya dia suka deh sama Neng dan juga sepertinya dia orang kaya loh Neng," ujar Ibu itu


"Ah masak sih bu, mana ada orang yang suka sama gadis miskin seperti saya, ibu bercanda aja deh,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuhu...DENDAM SANG PEWARIS ..is Coming..

__ADS_1


Jangan lupa mampir ya..😊😊


__ADS_2