Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 114


__ADS_3

Tapi kak..tut..tut..." sambungan telpon terputus


"Iiih nyebelin deh, gue kan belum selesai ngomong main putus-putusin aja telponnya," ucap Mika kembali ke mode bawelnya, Dion tersenyum melihat Mika sudah kembali seperti biasanya.


"Emangnya kak Devan bikin pesta apa sih Om ganteng ?" tanya Mika


"Katanya sih mau tunangan sama Inge," jawabnya


"Whaaattt...kok gak bilang-bilang sih kalau mereka mau tunangan ?"


"Kalau bilang-bilang bukan sureprise lagi namanya," ucap Dion


"Iya juga ya he..he..," ucap Mika cengengesan


"Berarti gue harus kerja ekstra nih besok, apalagi Inge lagi PMS, bisa-bisa mood nya berubah-ubah nih," ujarnya sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan besok.


"Udah itu besok aja di pikirinnya, sekarang kamu turun gih," suruh Dion karena tanpa Mika sadari mereka sudah sampai di Mansion.


"Eh udah sampai ternyata," ucap Mika, Mika pun hendak turun akan tetapi Tangan Dion menahannya.


"Ada apa Om Ganteng ?" kening Mika berkerut karena tangan Dion memegang tangannya.


Dion tidak menjawab tapi mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Mika, Mika reflek memejamkan matanya dengan tubuhnya yang bergetar karena gugup, Dion yang melihat Mika seperti itu langsung membuka pintu mobilnya,


Ceklek...


Pintu mobil terbuka, Mika membuka matanya karena kaget.Mika keluar dari mobil itu lalu berlari masuk ke dalam Mansion itu dengan wajah gugupnya.


Dion tersenyum, entah apa yang dia pikirkan tapi yang jelas dia menginginkan lagi kejadian tadi malam terulang kembali.


Saat Mika berada di dalam kamarnya dia memegang dadanya yang berdegup kencang itu.

__ADS_1


"Aduuh...malu banget gue , mau di bawa kemana wajah gue ini, kenapa gue menyangka kalau om ganteng mau nyium gue lagi ya, kan gue jadi pengen," ucapnya


"Mika..Mika kenapa sih lo mesum banget kalau berada di dekat om ganteng, padahal lo tau sendiri kalau dia gak suka sama lo," ucapnya lagi.


"Gimana ini, gue gak bisa tidur nih, malah besok harus kerja ekstra lagi, lagian Kak Devan ada-ada aja deh, ngapain coba tunangan sekalian Wisuda, kan guenya yang jadi ribet," ucapnya kesal, namun bayangan bibir seksi Dion kembali melintas dipikirannya.


Mika menutup wajahnya menggunakan bantal, tapi dia belum bisa tidur juga padahal malam sudah sangat larut.


Sebuat notif masuk ke ponselnya, ternyata chat dari Dion.


"Sudah tidur sana, besok kita lanjutin lagi apa yang tertunda, siapkan mentalmu 😘 ," begitu kira-kira bunyi chatnya yang membuat Mika sampai guling-guling di lantai karena kesenangan.


Apa gue terlalu kentara ya tadi menginginkan Om ganteng nyium gue, sampai om ganteng pun menyadarinya,, Batin Mika


"Ah lebih baik gue segera tidur biar fresh saat bertemu dengannya besok," ucap Mika gak sabaran.


Setelah mengirim chat buat Mika, Dion melihat kearah jendela kamar Mika, terlihat jelas kalau Mika lompat-lompat kegirangan di sana, dan sesaat sesudahnya lampu kamar itu pun mati.


Dion ternyata belum pergi dari sana, dia tau apa yang dia lakukan tadi berdampak buruk buat Mika yang mengharapkan lebih darinya makanya dia mengirimkan sebuah chat buat Mika agar dia bisa tidur malam ini.


🌹🌹🌹


Pagi sudah tiba, Devan sudah bangun dan sudah siap dengan setelannya. Dia hari ini berencana datang pagi-pagi sekali ke Kampus buat mengecek apa yang kurang dari pesta kejutan yang dia buat untuk Inge.


Dengan semangat 45 Devan melajukan mobilnya menuju Kampus, Dia juga sudah menyuruh sahabat-sahabatnya juga datang pagi-pagi ke sana agar semuanya bisa membantu saat ada yang kurang dari pesta tersebut.


Saat sudah sampai Di Kampus dia mengirim sebuah Chat buat Mika. Mika yang masih tidur jadi terbangun karena suara ponselnya itu sangat lah keras, biasa lagu dangdut kesukaannya he..he..


Mika mengambil ponselnya yang berada di nakas lalu melihatnya.


"Udah nge chat aja nih mr Bucin, gak tau apa gue masih ngantuk banget, ini gara-gara om ganteng sampai gue gak bisa tidur semalam," Mika ngomel-ngomel sendiri.

__ADS_1


Walaupun masih malas dia tetap bangun juga karena mengingat hari ini adalah hari bahagia buat Sahabatnya itu. Mika segera mandi, rencananya habis dia mandi dia akan membangunkan Inge.


Selesai mandi dia segera memakai pakaiannya dan bergegas menuju kamar Inge. Mika mengetuk beberapa kali pintu kamar Inge tapi tidak ada respon darinya, sudah tiga kali dia mengetuk pintu itu tapi masih juga sama.Akhirnya Mika mencoba membuka handel pintu kamar Inge dan ternyata bisa karena memang pintu itu tidak di kunci.


Mika masuk ke dalam kamar Inge sambil memanggilnya.


"Princes Inge ayo bangun," ucapnya lalu menuju ke arah ranjangnya Inge, saat selimut itu di buka maka terlihat lah kalau hanya ada bantal guling Di sana, Mika hanya berpikir positif saja lalu dia segera pergi ke dapur di sana dia bertanya pada mama Nita yang sedang menyiapkan sarapan buat mereka semua.


"Tante..tante lihat Inge gak," tanya Mika


"Gak tuh, dari tadi tante belum lihat dia, mungkin masih tidur kali," ujar Nita


"Gak ada tante, Mika sudah ngecek ke kamarnya karena di suruh sama kak Devan buat merias Inge ala-ala Princes untuk acara hari ini," ujarnya mulai gak enak perasaannya.


"Masak sih, tante pikir dia masih di kamarnya, soalnya dari tadi tante tidak melihat dia hanya ada bibik saja di sini yang bantuin tante," ucap Nita juga merasa ada yang ngeganjal.


"Ayo kita cari dia tante," ajak Mika.


Dari arah luar mansion pak Satpam datang dengan wajah cemasnya langsung masuk ke sana dan menghampiri majikannya itu.


"Ada apa pak, kenapa kelihatan gelisah seperti itu ?" tanya Nita


"Bu bos maafin saya, saya tidak menyangka akan seperti ini, maafkan saya Bu," ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


"Ada apa sih sebenarnya, coba bapak jelaskan pada kami," ucap Nita


"Iya nih pak satpam sudah kayak melakukan kesalahan besar aja," ujar Mika


"Maaf kan saya, semalan non Inge minta di bukakan pintu gerbang sama Saya, katanya dia mau beli nasi goreng di perempatan jalan, saya sudah menawarkan diri buat membelinya namun dia bilang ingin makan langsung di tempatnya."


"Akhirnya saya mengizinkannya buat pergi setelah dia berjanji gak akan lama, saya menunggunya kembali namun non Inge sampai sekarang belum kembali bu, saya sudah mencarinya di warung nasi goreng itu tapi kata penjualnya non Inge tidak ke sana."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Please...Coment yang banyak ya...😊😊


__ADS_2