
"Kalian cepat sekali, padahal waktunya masih banyak loh, masih ada sepuluh menit lagi ," ucap Arman yang sudah duluan berada di sana.
"Oke untuk kalian sudah bisa langsung menyusun huruf-huruf ini menjadi sebuah kata yang menggambarkan Kampus ini ," ujar Arman lagi.
Xindy mulai berembuk bersama semua anggota Tim tentang kata apa yang paling tepat yang bisa di atur dengan Huruf-huruf yang di dapatkan oleh mereka dan seorang gadis yang berada di belakang Xindy menyeru.
"Sepertinya Bonavit lebih cocok deh," ujar gadis tersebut
"Iya..Lo jenius, BONAVIT ..kalian semua setuju gak ?" tanya Xindy
"Setuju...!! " jawab mereka serentak.
Dan terlihatlah beberapa kelompok yang lain memasuki Aula itu dan mulai merangkai kata juga.
Waktu sudah habis dan Arman terlihat kembali memegang Microfon dan mulai berbicara.
"Oke..kita sudah melihat semua hasil kerjasama kalian dalam melaksanakan tugas yang di berikan oleh panitia, jadi begitulah kita selama di kampus ini harus saling Kompak dan bekerja sama agar kampus kita menjadi yang terdepan dan untuk Tim Merah kami mengapresiasikan kekompakan kalian dengan membebaskan kalian dari kegiatan Ospek yang akan di adakan besok hari, jadi buat Tim merah boleh tidak masuk kampus besok," ujar Arman, semua Anggota Tim Merah bersorak dan saling bertos Ria.
"Kepada Tim Yang lain bisa di jadikan cerminan kekompakan Tim merah dalam mencapai satu tujuan, karena menyatukan sesuatu yang berbeda itu tidak mudah, jadi selamat buat Tim Merah ," ujar Arman sambil bertepuk tangan.
Zain terharu melihatnya ternyata ini adalah salah satu kunci kesuksesan Kampus miliknya itu menjadi semakin maju dan bertambah keren di mata Dunia.
Zain yang mengetahui kalau Jam pulang kampus akan segera tiba, Dia langsung bergegas pergi dari sana dan menuju ke mobilnya untuk mengganti pakaiannya, dia akan menjemput kekasihnya itu sekarang.
"Xindy..lo pulang sama siapa ?"tanya Liora
"Gue pulang sama pacar gue, tadi dia chat gue kalau dia lagi di perjalanan menuju ke sini ," ujar Xindy
"Wah..jadi lo bisa kenalin pacar lo sama gue dong Xin, gue penasaran setampan apa sih dia sampai-sampai lo enggak suka sama pria ber hody abu-abu itu ," ujar Liora
__ADS_1
"Ha..ha..ha..Lio..Lio..kalau di bandingkan sama pacar gue cowok itu gak ada apa-apanya tau gak, lo tunggu aja sebentar lagi dia pasti nyampek ," ujar Xindy
Liora menyandarkan tubuhnya di mobilnya sambil bercanda sesekali bercanda dengan Xindy, tak lama Bintang pun datang bersama Yuki.
"Hay..Xin, lo pulang sama siapa, apa mau bareng kita ," tanya Yuki
"Gak usah ngajak dia , palingan sebentar lagi pacar bucinnya itu sudah sampai di sini," ucap Bintang.
"Kak Bintang, kakak kenal dengan pacarnya Xindy ?" tanya Liora
"Kenal banget malah, dulu dia nyamar jadi anak SMA untuk mengejar cintanya Xindy padahal dia adalah CEO ternama di Jakarta loh dan bodohnya kita gak ada satu pun yang curiga padanya, lo bisa bayangin kan pria berusia 25 tahun menjadi anak SMA ," ujar Bintang
"Berarti dia tampan sekali dong sampai-sampai kalian tidak menyadarinya kalau dia sudah berumur ," ujar Liora
"Ntar lo juga akan tau kalau dia sudah datang," ujar Bintang.
"Woow..keren..ini mobil cuma ada tiga di Dunia loh ," ucap Yuki sambil mengitari mobil tersebut karena Jiwa montirnya meronta-ronta.
Seorang pemuda dengan jas Hitamnya keluar dari mobil tersebut, Liora kaget melihatnya.
"Itu...kan ..pemuda...," ucapan Liora terputus karena Zain mengode ke arahnya agar dia diam. Xindy menoleh kearah Liora.
"Pemuda apa ?" tanya Xindy curiga
"Itu pemuda yang pernah aku lihat di TV ," jawab Liora, Xindy menghela nafasnya Lega, dia pikir kalau Liora pernah lihat Zain di Kampus.
"Hay sayang, kenalin ini teman aku Liora, dan ini Yuki dan yang satu itu pasti kamu masih mengenalnya kan ?" ujar Xindy
"Hay Bro gimana kabar lo, lama tak bertemu lo semakin gagah saja ," ucap Bintang basa-basi
__ADS_1
"Gak usah basa-basi lo Tang, ingat jangan pernah deketin Xindy gue lagi, karena Xindy cuma milik Zain seorang," ucap Zain dengan nada penuh ancaman.
"Mas..!!" panggil Xindy dengan tatapan tajamnya.
"Eh..enggak kok sayang, aku cuma mengingatkan dia saja jangan sampai dia khilaf ," ujar Zain sambil tersenyum manis kearah Xindy.
"Lo tenang aja Bro, gue sudah dapat pengganti Xindy, nih dia pacar gue, lebih tepatnya sih calon Istri gue ," ucap Bintang yang membuat Wajah Yuki merona.
"Oh Ya..selamat kalau begitu, Kita juga akan segera...," ucapan Zain terhenti ketika melihat Xindy kembali menatap tajam kearahnya.
"Maksud gue Doàin kita agar bisa segera menyusul kalian ya ," ucap Zain
Sementara Liora masih sibuk dengan perasaannya yang baru saja menyukai seorang pria tapi sudah di hadapkan dengan kenyataan kalau Pria yang di suka adalah Pacar dari temannya sendiri, dan yang lebih menyedihkan lagi dia tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Xindy, Pupus harapannya bisa memiliki Zain karena bersaing dengan Xindy itu sangatlah mustahil baginya, akhirnya dia berusaha membuang rasa yang pernah singgah di hatinya itu.
"Sayang, gimana apa kita jalan sekarang ," tanya Zain
"Iya..oke semua, kita jalan dulu ya.." ucap Xindy lalu masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di buka oleh Zain.
Liora merasa Xindy adalah gadis yang sangat beruntung karena bisa mendapatkan kekasih seperti Zain, dan dia juga tau kalau Zain menyamar menjadi mahasiswa di sana hanya untuk menjaga Xindy saja, Liora masih asik dengan lamunannya sampai-sampai dia tidak melihat kalau lampu merah sudah menyala, mobilnya langsung menabrak motor di depannya sehingga motor itu terbanting dan pengendaranya terluka.
Liora kaget, dia langsung turun dari mobilnya lalu menghampiri orang yang di tabraknya tadi, Dia melihat Seorang pemuda jangkung dengan darah mengalir di lengannya karena tergesek di aspal meringis kesakitan.
Liora semakin panik karena orang-orang disana mau menghakiminya namun pemuda itu bersuara agar mereka tidak menyakiti Liora, dia hanya ingin di bawa kerumah sakit oleh Liora saja.
Liora segera membawa pemuda itu ke rumah sakit terdekat untuk di obati lukanya, Liora sangat kagum pada pemuda itu dalam keadaannya yang seperti itu masih saja dia melarang Orang-orang di sana untuk menyakitinya.
"Maafkan gue ya, gue gak lihat kalau lampu merah sudah menyala tadi,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1