
Lagi gak pengen saja," ucap Mika sekenanya
"Kamu tau gak, aku khawatir sama kamu saat Devan bilang kalau kamu sakit," ujar Dion
Sakit ? sakit hati sih iya karena di kerjain Inge dan kak Devan,,Batin Mika
"Aku gak sakit kok, cuma lagi gak mood aja hari ini," ucap Mika
"Sayang, aku gak Fokus kerja kalau gak ada kamu di kantor, kamu siap-siap gih kita ke kantor sekarang." suruh Dion
"Om ganteng gak Ilfiel gitu sama aku Setelah melihat Vidio itu ?" tanya Mika menundukkan kepalanya
"Vidio apa ?" tanya Dion binggung
Sepertinya Om ganteng belum lihat deh vidionya, atau aku cek aja ya di ponselnya untuk memastikannya,, Batin Mika
"Aku mau kok ikut Om ganteng ke kantor, tapi ada syaratnya ," ujar Mika
"Kamu ada-ada aja deh sayang, kok pakek syarat-syarat segala ,"
"Om ganteng janji dulu mau nurutinnya,"
"Iya..apa syaratnya,"
"Aku boleh gak lihat ponsel Om ganteng sebentar saja,"
"Oh kirain apaan, ini.." ujar Dion menyerahkan ponselnya kepada Mika
"Sandinya Om ,"
"Tanggal lahir kamu ," Mika jadi makin meleleh sama Dion, segitunya Dion Cinta padanya sampai sandi ponselnya saja tanggal lahir Mika
Mika segera membuka Chat dari Inge, ternyata benar kalau Dion belum melihat Vidio itu, cepat-cepat dia menghapusnya.
Huff...
Mika menghembuskan nafasnya lega, dia sangat senang dan sekarang dia sudah tidak takut malu lagi sama Dion karena vidio yang membuatnya khawatir itu sudah terhapus dari ponselnya Dion.
"Ini...Om Ganteng keluar dulu sana, aku mau ganti pakaian dulu," suruh Mika
"Kenapa harus keluar sih, kan kamu bisa ganti saja di ruang ganti," ujar Dion
__ADS_1
"Oh iya..ya..kenapa aku lupa ya, tapi gak deh Om ganteng harus tetap keluar dari sini, nanti om ganteng malah ngintip lagi, ntar Om ganteng pengen cepat-cepat halalin akunya," Ujar Mika
"Memangnya kamu gak mau ?"
"Mau sih...tapi Om ganteng harus tetap keluar,"
"iya..iya...aku keluar, tapi ngintip dikit boleh ya," ujar Dion
"Om Ganteng...ayo keluar.." Mika hendak mendorong tubuh Dion tapi karena Langkah Mika yang tidak seimbang akhirnya dia terjatuh menimpa Dion dan menindihnya.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka
"Ya Ampun...Mika sama kak Dion ngapain ?" ucap Inge terkejut melihat adegan gulat-gulatan di depannya, Mika segera bangkit dari tubuh Dion.
"Mika nakal, ternyata selama ini lo yang agresif ya ," goda Inge
"Inge..ini semua tidak seperti yang lo lihat, apa yang terjadi tidak seperti yang ada di pikiran lo," ujar Mika menjelaskan
"Gak usah lo jelasin pun gue sudah tau kok,"
"Syukurlah kalau lo mengerti,"
"Inge...bukan begitu maksud gue,"
"Udah lah sayang, ngaku saja sama Inge. Lagian dia ngerti kok, kan dia sama Devan juga pernah mengalaminya," ucap Dion bukannya menjelaskan semuanya tapi makin membuat suasana makin keruh.
"Om Ganteng diam deh, sudah sana keluar dari sini,"
"Iya..iya..Aku tunggu di luar ya sayang, Aku suka deh kalau kamu agresif kayak tadi," ucap Dion sambil mengedipkan matanya ke arah Dion
"Om ganteng...."Teriak Mika sambil melempar bantal kearah Dion.
"iiih jijay gue lihatnya, sejak kapan kak Dion lebay gitu, ini pasti sudah ketularan penyakit lebay akut lo deh," ujar Inge menggidikkan bahunya
"Tapi tetap lo itu genit, kalau sudah gak tahan bilang dong Mik," goda Inge lagi
"Serah lo deh Nge, mau lo anggap gue genit kek, suka nyosor kek, serah lo, yang penting itu sama Om Ganteng tercinta gue bukan sama orang lain," ujar Mika mulai keluar lebaynya
"Tuh kak apa gue bilang, keluar kan lebay lo, tadi aja lo gak ngaku nyosor duluan, giliran kak Dion sudah gak ada lo malah begini..Memang sahabat gue yang satu ini genit tiada duanya," ujar Inge sambil memcubit hidung Mika
__ADS_1
"Inge..sakit tau.." ucap Mika menepis tangan Inge
"Oh ya Nge, tadi lo ke sini ada perlu apa ya," tanya Mika yang baru Inget kalau tadi Inge masuk kesana dengan terburu-buru
"Oh Iya gue lupa, gara-gara kalian sih gue jadi lupa kan gue kesini mau ngapain," ujar Inge
"Lo ingat-ingat saja dulu, gue mau ganti baju dulu ,"
"Mau kemana Lo ?
"Ya kekantor lah bareng Om ganteng gue, kan dia gak bisa jauh-jauh dari gue makanya dia sampai nyusul ke sini buat jemput gue,"
"Tuh kan lebaynya kambuh lagi," ucap Inge mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Oh iya Mik, gue baru ingat kalau tadi kesini mau ngajak lo ke kantor juga, dan karena kebetulan kalian mau ke sana juga gue nebeng ya ?" Inge mau kekantor itu sesuai dengan permintaan suaminya yang menginginkan dia berkunjung ke sana dengan membawakan masakannya untuk makan siang suaminya itu.
"Yach gak seru dong kalau ada lo, padahal nanti gue mau lanjutin apa yang belum terjadi tadi," ujar Mika mulai genit lagi
"Lo tu ya, kalau gak ada kak Dion saja bisa ngomong kek Gitu, giliran ada kak Dion lo sok alim ," ucap Inge kesal
"Biarin, yang penting gue happy he..he..,"
"Capek gue ngomong sama lo Mik, lebih baik gue tanya langsung sama kaka Dion," ucap Inge lalu keluar dari kamar itu menuju ke bawah untuk menemui Dion
" Kak Dion..aku boleh nebeng gak ke kantornya kak Dion ?" tanya Inge
"Mau ngapain kamu kekantor Nge, kamu kan gak kerja di sana,"
"Iya aku memang gak kerja di sana tapi kak Dion lupa kalau suamiku kerja di sana,"
"Iya..ya..aku kok lupa kalau Devan sedang menyamar di sana, abisnya dia gak pernah ke kantor selama ini, jadi aku ngerasa masih kayak dulu aja," ujar Dion menggaruk-garuk kepalanya.
"Kamu ke sana mau ngapain sih, nanti kamu malah mengganggu kosentrasi Devan kerja,"
"Kak Dion ini gimana sih, kak Devan itu malah makin semangat bekerja kalau ada aku di sana,"
"Iya semangat ngerjain kamu, kayak gak tau Devan gimana aja kalau sudah sama istrinya pasti gak tau tempat," ujar Dion yang membuat Inge tersipu karena apa yang di katakan oleh Dion itu semuanya benar.
"Kak Dion nanti juga akan merasakannya, eh Ngomong-ngomong kapan nih kak Dion akan halalin si Mika, aku lihat kalau dia sudah gak sabar Di Halalin sama Kak Dion,"
"Rencananya nanti di Pesta perusahaan aku akan melamarnya setelah memastikan tidak terjadi apa-apa dengan Devan setelah mengumumkan siapa dia sebenarnya,"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...