
"Eh Pak Bos, malah sudah di sini aja, kelamaan ya aku perginya ," ucap Jo ketika melihat wajah kesal Zain
"Sudah tau nanya, kapan nih kita perginya, aku gak mau ya kalau sampai aku gagal Nikah karena tidak bisa menghafal AlQuràn ," ujar Zain
Kinara jadi Kaget, sebenarnya yang mau belajar AlQuran Mas Jo atau pemuda ini sih begitu pikirnya.
"Sebentar Ya Zain, Oh ya Kinara kenalkan Ini Pak Zain Bos Aku, dia juga akan pergi bersama aku untuk belajar menghafal AlQuran karena Calon Istrinya terinspirasi sama mahar yang Ayah kamu minta, jadi Dia minta juga mahar seperti itu pada Bos Bucin ini," ucap Jo, Zaun memelototkan matanya.
"Puas lo sudah buat gue susah Ya Jo, Jadi ini calon Istri Lo itu, cantik sih tapi lebih cantik Xindy calon Istriku," ucap Zain
"Oh ya..Kamu Lain kali kalau kamu minta apa-apa sama Jo jangan suruh calon suami kamu ini mengumbar di depan Calon Istri aku, bikin susah saja, Jo gue tunggu Lo di mobil 2 menit lagi, Ingat jangan Lewat ," ucap Zain Lalu pergi dari sana.
"Kinara jangan kamu ambil hati ucapan Bos aku itu, dia sebenarnya orang baik, karena lagi kesal saja makanya dia begitu," ucap Jo
"Gak apa-apa kok Mas, aku mengerti perasaannya, dan aku juga merasa bersalah gara-gara Aku calon Istrinya juga ikutan meminta mahar seperti itu, tapi ketahuilah Mas jika kalian mendapatkan sesuatu yang kalian Inginkan dengan penuh perjuangan yakinlah semua yang engkau capai akan lebih terasa berharga dari pada yang engkau dapatkan secara mudah dan instan ," ujar Kinara
"Kata-katamu itu menusuk jantungku Kinara, Aku semakin Yakin kalau kamu di ciptakan dari tulang rusuk ku ," ucap Jo sambil memegang dadanya dan tersenyum manis ke arah Kinara.
"Mas Jo ini pintar sekali ngegombal deh, ya sudah pergi sana, entar Bos nya Mas Jo balik lagi buat marahin Mas Jo kalau gak pergi ,"
"Kamu ngusir aku Kinara, aku Jadi sedih ," ucap Jo sambil berakting sedih.
"Aku bukan Ngusir mas Loh, Mas Jo tadi memang mau pergi kan ?
"Tapi aku sedih Kinara, aku bakalan kangen banget sama kamu, tapi kamu malah ngusir aku ," ucap Jo
"Jangan Ngambek gitu napa, jelek tau mas Kalau begitu ," ujar Kinara, Jo masih cemberut.
"Hei..jangan cemberut gitu dong, aku harus ngelakuin apa supaya mas Jo gak ngambek lagi ," ucap Kinara Spontan.
"Serius ?" tanya Jo antusias, Kinara mengangguk
"Beneran, aku mau... ," ucap Jo mengambang sambil menatap tajam dan tersenyum ke arah Kinara. Kinara baru menyadari kesalahannya itu, perasaannya mulai gak enak melihat tatapan Tajam Jo itu.
__ADS_1
"Mas..jangan macam-macam deh, kita itu belom Muhrim loh ," ujar Kinara Spontan
"Emang kamu tau apa yang mau aku minta ? Aku Mau...
" Stoop...Gak usah di kasih tau aku gak mau dengar ," ucap Kinara sambil menutup telinganya.
"Ha..ha...dua menit sudah habis aku pergi dulu ya Kinara, Jaga dirimu ," ucap Jo sambil tertawa melihat Ekspresi Kinara lalu beranjak dari sana.
"Mas Jo..Tunggu ..
"Jo menghentikan Langkahnya lalu berbalik,"
"Hati-hati ya Mas jo, aku akan menunggumu kembali ," ujar Kinara.
"So Sweet banget sih...kalau di buat Film nih ya pasti Laku keras tu adegan, Jo Lo Lama banget sih, gue sudah Lumutan tau gak nungguin Lo di Mobil ," ucap Zain yang sudah kembali lagi ke sana.
"Iya..iya..Lebay amat sih Bos..tunggu napa, gak peka banget sih sama perasaan orang," ucap Jo
"Kinara aku boleh minta kamu senyum buat aku gak, buat kenang kenangan ," ucap Jo
"Mas Jo curang, Aku kan juga mau Fotonya Mas Jo ," ucap Kinara
"Siniin Ponsel kamu ,"pinta Jo, Kinara memberikan ponselnya lalu Jo Selfie dengan beberapa gaya narsisnya di ponselnya Kinara sehingga membuat Kinara Tertawa dan yang terakhir kali mereka Foto berdua.
"Jo sudah gak sih, kalian Ini kayak ABG lagi jatuh cinta tau gak, kalau lo gak mau ikut bilang dong, biar gue saja yang pergi sendiri," ucap Zain mulai Jengah melihat kelakuan mereka.
"Iya..iya..bawel banget sih Lo, Kinara aku Pergi dulu ya, I Love You ," ucap Jo, Kinara jadi tersipu karenanya.
Setelah Jo pergi dari sana Kinara jadi bahan candaan para pekerja di sana.
"Cie..cie..Yang sudah punya calon Imam, tumben gak mengeluarkan Jurus Harimau ngamuk di hadapan Mas Jo ,"
"Iya nih, biasanya kan Neng kinara selalu mengeluarkan taring ketika ada Cowok yang gangguin," ujar yang lainnya
__ADS_1
"Mas Jo beda pak, dia itu Calon tulang..."
"Tulang ?
"Iya Dia itu Calon tulang Punggung aku he..he..," ucap Kinara kemudian dia pergi dari sana.
Pekerja di sana hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Kinara yang seketika bisa ceria kembali seperti itu, sudah lama mereka tidak melihat Kinara Tersenyum lepas semenjak Ibunya meninggal dua tahun yang lalu .
Sementara Jo masih melajukan mobilnya, Zain jadi binggung ketika melihat Mobil sudah memasuki gerbang Tol.
"Jo..kita mau kemana sih sebenarnya ?" tanya Zain
"Ya mau mondok lah," ujar Jo
"Kenapa Kita mengarah ke luar Kota, apa jangan-jangan Alamat Istadz yang Lo bilang itu ada di Luar Kota?" ujar Zain
"Iya," Jawab Jo santai.
"Gila Lo Jo, ngapain kita harus jauh-jauh ke Luar Kota sih, Kita kan bisa menyewa Ustadz Kondang buat ngajarin Kita Hafal AlQuran," ujar Zain Dengan nada naik dua Oktaf.
"Kalau begitu caranya kitanya yang gak Fokus, kalau kita masih berada di Jakarta kita akan selalu tergoda untuk menemui calon Istri kita, Jadi Gueberinisiatif untuk belajarnya di Luar Kota saja, kalau Lo gak Mau Ikut ya Tingga Turun saja dari mobil, Susah amat sih ," ucap Jo
"Anjiir Lo..gue kan belum pamit sama Xindy dan Mama, Mama Pasti marah besar kalau tau gue pergi Ke luar Kota dan enggak pamit sama dia, Lagian juga ini kan Mobil Gue kenapa Lo yang ngatur-ngatur gue ," marah Zain
" Biasa aja kali Bos gak usah ngegas gitu, Lagian kan Bos bisa telpon mereka nanti ," ucap Jo sekenanya
Pletakk...
Awwww....
"Kenapa gue di jitak sih Zain ?
"Itu biar Lo bisa mikir kalau gue harus pamit dulu kalau tidak gue bisa di pecat jadi anak dan Calon suami ,putar balik sekarang," suruh Zain dengan nada sedikit meninggi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...