Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 47


__ADS_3

"Beneran Neng ibu gak bohong kok, dia tadi nanya kalau si Neng ngapain ke belakang, ya Ibu jawab jujur aja sama dia," ujar ibu itu


"Neng shok dimakan nasinya," suruhnya


"Makasih ya bu, waah ini banyak banget bu lauknya," ujar Xindy


"Gak apa-apa neng, karena ibu puas sama kerjaannya Neng makanya ibu kasih bonus he..he..,"


"Sekali lagi makasih ya Bu," ujar Xindy lalu memakan makanannya.


"Malam sudah tiba, Xindy duduk seorang diri di depan kontrakannya sambil menyesap kopinya dan memakan cemilan yang dia ambil dari lemari makanannya Zain di kantor.


"Ternyata enak juga ya cemilan ini ya, malah gue ambilnya cuma dua lagi," ucapnya sambil mengunyah dan meresapi rasanya.


"Sepi amat hidup gue, kalau saja ada Juragan kambing di sini, pasti hidup gue gak sesepi ini," ujar Xindy.


Terlihat dari kejauhan beberapa orang laki-laki menuju ke arah Kontrakannya Xindy.


"Bos Cantik kita datang nih ," ujar Selamet


Xindy kaget sekaligus senang karena ada yang nemenin minum kopi malam ini.


"Eh kalian rupanya, kalian kesini naik apa ?" tanya Xindy


"Naik mobil Bak, tadi si Tedi bawa pulang mobil bak yah kita kesini aja," ujar Anjar


"Bos cantik masak apa nih, kita boleh nebeng makan gak ?" ujar Emon


"Yeay..lo mon makanan aja yang lo pikirin," ujar Radit.


"Bukannya tadi di rumah rencananya gitu ya, kenapa kalian malah nyalahin gue," ucap Emon


"Lemes amat lo mon, kan walaupun begitu jangan terlalu kentara kali Mon," ujar Selamet


"Sudah-sudah..kalian jangan ribut nanti tetangga malah ngusir kalian lagi," ujar Xindy


"Bos cantik ada masak kan ?" tanya Tedy


"Kagak sih, gue sudah makan tadi sore di warung," ujar Xindy


"Yaahhh..kita makannya di mana dong," ujar Selamet


"Kan tadi gue udah ngasih makanan instant sama Radit, apa dia gak ngasih buat kalian ?"


Semua memandang ke arah Radit, Radit hanya cengengesan.


"He..he..he..gue lupa," ujar Radit

__ADS_1


"Yach..elo Dit, tega lo ya sama kita," ucap Emon.


"Nanti deh gue kasih sama kalian, sekarang kita cari makanan lain dulu yuk, Bos cantik mau ikut gak ?" tanya Radit


"Pakai mobil bak maksud lo ?


"Iya Bos cantik, sambil melihat keindahan Jakarta di waktu malam, kan semenjak di sini Bos Cantik belum keliling Jakarta nih, malam ini aja kita keliling gimana ?" ajak Tedi


"Mmmm gimana ya ?" ucap Xindy sambil mengetuk-ngetuk jarinya di dagu nya.


"Ya udah deh, tapi pulangnya jangan kemalaman ya, besok telat bangun lagi," ujar Xindy


"Siap Bos cantik..Lest go...," ujar Semuanya.


Mereka pun pergi naik mobil Bak, karena Xindy yang paling cantik di antara mereka maka dia yang menjadi Ratunya malam ini dan spesial duduk di bangku depan di samping Tedi sedangkan yang lainnya di belakang terkena angin malam yang menyejukkan.


Xindy sangat senang bisa bertemu dengan mereka semua, walaupun pertemuan pertama dengan mereka tak mengenakan akan tetapi mereka semua sekarang yang membuat Xindy tidak pernah merasa sendiri di sana.


"Itu ada Tukang Nasi goreng, sepertinya enak tuh," ujar Emon


"Iya..banyak amat yang ngantri, gimana kalau kita makan di sana aja ," ujar Radit


"Oke..Tediii....Stop..


Ciiiittttt....


"kalian apa-apaan sih main teriak-teriak segala untung gue gak jantungan," ujar Tedi


"Bos cantik gak apa-apa kan ?" tanya Tedi


"Gak apa-apa kok Ted, Heh kalian ini gimana sih main stop-stop aja tanpa aba-aba, untung saja gak kecelakaan," Marah Xindy.


"Tuh kan lo sih main teriak-teriak aja," ucap mereka saling menyalahkan.


"Eh malah ribut lagi, emang ada apa sih kalian tadi teriak-teriak," tanya Xindy


"Kita mau makan di sana, makanya kita suruh Stop,"Ujar Emon


"Bilang dong, ayo kalau begitu," ujar Xindy, mereka pun turun dari mobil dan berjalan menuju tukang nasi Goreng itu.


Xindy bak seorang Ratu yang di apit oleh pengawal-pengawalnya. Karena terlalu ramai maka hanya laki-laki saja yang mengantri sedangkan Xindy duduk di sebuah Kursi yang tak jauh dari sana.


Tanpa di sadari oleh Xindy seseorang duduk di sampingnya dengan santainya.


"Semua yang ada di sini saya Traktir, asalkan kalian mau menunggu bapak itu membuatkan nasi gorengnya buat nona manis ini," ujar Pemuda yang duduk di samping Xindy.


Xindy menoleh ke arah pemuda itu.

__ADS_1


"Bintang...!!!


"Hai Xin lama gak bertemu, lo makin cantik aja ," ujar Bintang


"Gue kangen banget sama lo," ujar Xindy lalu memeluk Bintang.


"Xin, jangan begini orang-orang pada lihatin tuh," ujar Bintang, tatapan tajam dari Teras mengarah ke arah Bintang. Mereka tidak jadi mengantri dan mereka duduk di depan Bintang.Xindy meleoaskan pelukannya.


"Siapa Dia Bos cantik ?" tanya Radit


"Dia ini Bintang, salah satu dari Juragan Kambing gue," ujar Xindy


"Mereka siapa Xin ? " tanya Bintang Binggung dan juga heran mendengar mereka memanggil Bos Cantik ke Xindy


"Mereka ini teman-teman gue di Jakarta, kenalin TERAS..Tedi, Emon, Radit,Anjar dan Selamet,"


"Bhuha..ha..ha.., memang ya Lo Xin, gak di kampung gak di sini lo tetap ada pengawalnya, gue salut sama lo ," ujar Bintang


"Oh ya Tang, lo ke sini ngapain ?" tanya Xindy


"Gue kesini mau liburan, siapa tau gue di sini dapat pengganti lo, tapi kalau lo masih mau sama gue gue gak nolak kok," ujar Bintang masih mengharapkan Xindy menerima cintanya, yach cinta pertama itu susah untuk di lupakan.


"Jangan mulai lagi deh lo Tang, lo tau kan kalau Cinta gue hanya Milik Rico," ujar Xindy


"Iya..iya..lagian lo ngapain sih masih ngarepin yang sudah menghilang, move On dong Xin," ujar Bintang


"Gimana gue bisa Move On Tang, wong dia selalu ada di hadapan gue," ujar Xindy tersenyum penuh Arti


"Apa...apa lo sudah ketemu sama dia Xin ?" kaget Bintang, Xindy mengangguk.


"Dia dimana, gue mau hajar tu anak. Bisa-bisanya dia buat lo nangis selama setahun di kampung, gue akan kasih dia pelajaran," ujar Bintang.


"Dia gak ninggalin gue Tang, dia sekarang Amnesia dan Gue lagi berusaha buat dia mengingat kembali masa lalunya," ujar Xindy


"Kalian lagi ngomongin apa sih, kita kok seperti nyamuk di sini ?" ujar Selamet


"Eh kita kok jadi ngelupain kalian ya, eh iya kalian udah pesan belom nasi Gorengnya ?" tanya Xindy


"Eh iya..pak kita pesan tujuh porsi ya," ujar Bintang.


"Baik Mas,"


"Di Traktir nih ceritanya ?" tanya Radit


"Iya.." Jawab Bintang, mereka semua bersorak kesenangan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Mampir ya...di DENDAM SANG PEWARIS 😊😊


__ADS_2