Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DIKCO 65


__ADS_3

Dengan perasaan kesal Jo melajukan mobilnya menuju ke Perusahaan Perdana Corperation.


Jo menghempaskan tubuhnya di Sofa di Ruangannya Zain.


"Kenapa Lo, kok cemberut gitu ?" tanya Zain


"Lo tega sama gue Zain, Lo sama Indah tega...tega banget...," ucap Jo, Zain yang tau ucapan Jo mengarah kemana mulai bangun dari kursi kebesarannya dan menghampiri Jo yang terlihat lemas tak bertenaga itu.


"Jo..gue minta maaf, lo kan tau kalau gue melupakan kekasih gue dan sekarang gue kembali ingat sama Xindy pacar gue yang kita sama-sama kenal dengan Nama Indah sekarang," ujar Zain, Jo masih saja belum bergeming, dia masih terlihat sedih.


"Jo gue yakin ini semua ada hikmahnya, Tuhan memberikan kembali ingatan tentang Xindy sama gue agar lo bisa segera move on dari dia sebelum rasa cinta lo semakin dalam padanya, gue yakin kalau Lo akan mendapatkan gadis yang bisa membuat lo kembali semangat menjalani hidup lo, lo harus percaya itu," ujar Zain


Jo mulai duduk tegak sambil tersenyum.


"Zain lo benar, gue harus mencari tau siapa dia ?" ucap Jo tiba-tiba yang membuat Zain mengerutkan keningnya.


"Dia..dia siapa jo ?


"Gue pergi dulu Zain, gue akan mengejar cewek itu dulu, Bye...," ucap Jo lalu pergi dari sana, Zain kebingungan melihat sikap Jo yang seperti itu, tapi dia lalu kembali ke kursi kebesarannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.


Saat keluar dari lift Xindy berpas-pasan dengan Jo yang terburu-buru, dia kemudian menegurnya.


"Mas Jo..mau kemana kok buru-buru amat ," tanya Xindy


"Aku pergi dulu ya cantik, aku buru-buru nanti saja ceritanya ," ujar Jo kemudian meninggalkan Xindy dalam keadaan bengong.


Xindy bergegas menuju ke Ruangan Zain.


Tok..tok..


"Masuk ," ucap Zain, terlihat Zain masih Fokus dengan pekerjaannya.


"Leni taruh saja File nya di meja dan kamu boleh keluar ," ucap Zain masih belum melihat ke arah Xindy.


"Jadi kamu pikir aku Leni ya Mas ?"


Zain kaget mendengar suara Xindy, dia langsung menoleh ke arahnya.


"Sayang..kamu datang kok gak bilang-bilang sih, kan bisa aku jemput tadi," ujar Zain langsung bangun dari duduknya mengehampiri Xindy


"Aku bisa sendiri kok sayang, kan aku sudah terbiasa ke sini sendirian, lagian aku juga cuma mau bawain kamu dan Jo makan siang saja ," ujar Xindy


"Kamu kok perhatian sekali sih sama aku, aku sampai Terharu loh ,"

__ADS_1


"Lebay ah kamu Mas, aku kan hanya gak mau kalau kamu sampai gak makan siang karena aku gak kerja lagi di sini ,"


"Makasih ya sayang makan siangnya, aku sangat suka loh sama masakan kamu ini," ujar Zain.


"Oh ya Mas, tadi aku lihat Mas Jo pergi buru-buru, ada apa ya ?"


"Gak tau tuh si Jo, katanya mau ngejar seseorang, mungkin kena jambret kali ," ujar Zain.


"Gak mungkin ah Mas, mana mungkin seorang Jo bisa kena Jambret ?"


"Gak tau juga tuh sayang, tadi dia hanya bilang begitu,"


"Ooo ya sudah kamu makan dulu gih, nanti makanannya dingin loh ,"


"Tapi kamu suapin ya ?


"Manja amat sih pak Bos satu ini ,"


"Calon suami siapa dulu dong ?" ujar Zain yang membuat Wajah Xindy merona.


*


*


Jo berputar-putar sampai sepuluh kali putaran di sana , namun dia tidak melihat gadis itu muncul sekalipun di sana.


Karena kelelahan dia berinisiatif untuk menanyakan kepada pemilik warung yang berjualan tak jauh dari sana.


Jo mulai menghentikan mobilnya tepat di depan warung tersebut dan mulai turun dari mobilnya.


"Silahkan Mas..Mau pesan apa ?" tanya Ibu-ibu pemilik warung itu.


"Maaf Bu, saya bukan mau makan tapi saya mau tanya sesuatu apakah boleh ?" tanya Jo


"Boleh tapi satu pertanyaan satu bungkus nasi ya ?"


"Maksudnya ?" tanya Jo heran


"Iya maksud saya kalau mas mengajukan satu pertanyaan berarti Mas beli satu bungkus nasi dari saya, dan kalau pertanyaan nya banyak, berarti Mas harus borong dagangan saya, lagi sepi nih mas he..he..," ujar pemilik Warung itu. Jo mematung mendengar pernyataan Ibu itu.


Sepertinya Ibu ini mau meras gue deh, tapi kalau gue enggak mau gue mau nanya sama siapa lagi nih, kerena memang cuma warung ini yang sangat dekat dengan lampu merah ini,, Batin Jo


"Baiklah, Ibu bungkusin saja makanannya sebanyak pertanyaan yang akan saya ajukan," ujar Jo

__ADS_1


"Beneran Mas ?" tanya pemilik warung itu.


"Iya..," ucap Jo


"Cepetan dong mas, mas mau nanya apa ?" tanya pemilik warung itu semangat karena akan mendapat pelanggan besar hari ini.


"Ibu tau gak Gadis berhijab yang ngamen di Lampu merah sana ?" tanya Jo


"Yang mana ya mas, soalnya yang ngamen di sana itu banyak banget loh mas ,"


"Gadis cantik yang pakai baju kayak berandalan dan memakai hijab sambil bawa gitar, kalau gak salah tingginya segini," ujar Jo


"Ooo neng Kinara Ya..?


"Saya gak tau juga namanya tapi saya lihat dia di sana pagi tadi," ujar Jo


"Kalau Neng kinara Sih jam segini gak ngamen lagi mas, dia ngamennya hanya pagi doang ," jelas Ibu itu.


"Kalau jam segini dia biasanya di mana Bu ?"


"Mas ini sebenarnya mau apa sih nanya-nanya tentang Neng Kinara, mas mau modus ya sama Dia, hati-hati mas Neng Kinara itu anaknya Pak Kyai pemilik pesantren Nurul Huda loh Mas," ujar Ibu itu,Jo terperanjat mendengar ucapan Ibu itu.


"Apa Ibu gak salah, kalau dia anaknya pak Kyai kenapa dia ngamen seperti itu, apa pak Kyai tidak pernah melarangnya ?"


"Saya juga gak tau mas, tapi semenjak Ibunya meninggal, Neng Kinara sering ngamen di sana." jelas ibu itu.


"Kalau jam segini Dia biasanya di mana Bu ?


"Jam segini biasanya dia berada di musholla yang ada di belakang pertokoan itu, kalau mas penasaran samperin saja ke sana ?" ujar Ibu itu


"Baik Bu, terima kasih Infonya," ujar Jo


"Eh mas..ini semua makanan yang harus mas beli ," ujar Ibu itu ketika melihat Jo hendak pergi.


"Sebanyak ini ?" tanya Jo


"Iya mas, semuanya ada 10 bungkus jadi totalnya 200 Ribu ,"


"Bagaimana caranya saya menghabiskan makanan sebanyak ini bu, perut saja hanya satu ,"


"Mas kasihin saja sama pekerja di sana, nanti mas akan tau apa yang di lakukan oleh Neng Kinara di sana," Mendengar ucapan Ibu itu Jo langsung mengambilnya lalu membayarnya.


Jo kembali memasuki mobilnya menuju ke arah yang di maksud oleh ibu itu, namun sebelum sampai ke sana dia memarkirkan dulu mobilnya dengan baik dan dia pergi ke belakang pertokoan itu dengan berjalan kaki.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2