
Pemuda itu keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu buat Xindy.
"Keluar lo dari mobil gue ," bentaknya
"Dari tadi gue sudah minta keluar tapi lo gak ngasih, sekarang gue betah lo malah suruh gue keluar," ujar Xindy masih saja stand di dalam mobil itu.
"Keluar gak ..?
"Gak..lo antar gue dulu ke Toilet terdekat ," ujar Xindy
"Ayo keluar," pemuda itu menarik tangan Xindy sehingga Xindy terpaksa keluar dari mobil itu.
"Aww..kasar amat sih jadi Cowok , dasar Banci..," ujar Xindy
"Apa lo bilang ..?
"Gak kok, tu ada tukang kredit panci lewat ," ujar Xindy, pemuda itu masuk ke dalam mobilnya dan menyemprot Parfum ke seluruh Mobil lalu melajukannya ke pencucian mobil terdekat.
"Ha..ha..ha..rasain lo, kena juga kan sama bom atom gue," ujar Xindy lalu beranjak dari sana .
"iiih bau banget lagi, udah tas gue ketinggalan di base camp lagi, uweek...," Xindy hampir muntah mencium baunya sendiri.
"Gue pulang aja kali ya tapi ini di mana sih ? tadi gue dari sana berarti gue naik angkot ke arah sana saja," ujar Xindy lalu menyeberang jalan dan menyetop sebuah Angkot yang sedang melaju dan langsung menaikinya.
"Ini bau apa sih..busuk banget," ujar salah satu penumpang Angkot itu yang menunjukan wajah mau muntahnya.
"Iya..lo kentut ya," ujar Xindy
"Kagak..gue gak kentut," ucap gadis di samping Xindy
"Tapi baunya kok di Lo sih," ujar Xindy lagi, padahal dia sendiri yang bau.
Gadis di samping Xindy menyemprot parfum ke dalam Angkot itu sehingga baunya sedikit berkurang.
Karena kelelahan Xindy akhirnya tertidur di Angkot.
Di Bawah Jembatan..
"Si Bos cantik kemana sih, tadi pamit cari udara segar, tapi jam segini belum balik juga ," ujar Emon
"Iya nih, ayo kita cari dia barangkali dia di lampu merah sana ," ujar Tedi, mereka pun akhirnya pergi mencari Xindy .
Saat sampai di Lampu merah mereka tidak menemukan Xindy di sana, mereka mencari di sekitar Lampu merah tapi tidak ada juga.
"Kemana sih si Bos cantik, apa dia di culik ya," ujar Anjar
"Ha..ha..ha..siapa yang berani nyulik dia, orang dia jago beladiri gitu yang ada penculiknya malah babak belur ," ujar Radit
"Eh lihat sepertinya itu si Bos cantik deh ," ujar Emon
"Mana ?" tanya mereka bareng
"Itu di dalam Angkot ," mereka serentak melihat ke arah Angkot yang sedang melaju.
__ADS_1
"Iya itu dia , ayo kejar...!
Mereka pun mengejar Angkot itu, Supir Angkot melihatnya lalu menghentikan Angkotnya.
Mereka semua ngos-ngosan ketika sampai di samping Angkot itu
"Ada apa kalian ngejar-ngejar Angkot saya hah ," bentak Supir Angkot itu.
"Kita mah gak akan ngejar angkot bapak kalau Bos Cantik gak ada di dalam angkot ini," ujar Emon Masih Ngos-ngosan.
"Bos Cantik, maksud kalian dia ?" tanya Supir itu
"Iya.." jawab mereka
"Neng..neng..Bangun tuh teman-temannya pada rusuh," ucap supir itu sambil mengoyang-goyangkan tubuh Xindy.
"Eh sudah sampai ya ," ucap Xindy lalu turun dari Angkot itu.
"Eh Neng bayar dulu dong Angkotnya," teriak Supir itu
"Eh iya ya gue lupa ," Xindy mengambil uangnya lalu membayar Angkot itu dan melangkah pergi dari sana di ikuti oleh Teman-temannya.
"Bos cantik kemana aja sih, kita nyariin kemana-mana loh ," ujar Radit
"Panjang ceritanya, gue butuh Toilet dulu buat mandi, Mon Lo ambil tas gue di Base camp," suruh Xindy lalu dia masuk ke dalam toilet itu.
"Eh Bos cantik kok bau eek sih," ujar Tedi sama yang lainnya
Setelah menunggu beberapa lama di Depan sebuah toilet umum akhirnya Emon datang juga dengan tas Xindy di tangan nya.
"Bos cantik..ini tas nya sudah sampai ," ujar Emon sambil mengetuk pintu kamar mandi tersebut.
"Taruh saja di gagang pintu Mon, terus lo pergi dari sana," ujar Xindy
Xindy sudah keluar dari toilet, dia sudah memakai baju yang lain, baju yang di pakainya tadi sudah di buang ke Tong sampah.
"Kalian mandi gih, hari ini kita akan cari kerja ," ujar Xindy
"Gimana kita cari kerja dengan penampilan kayak gini, yang ada mereka pada ngusir kita ," ujar Selamet
Xindy berpikir sejenak sambil melihat- lihat penampilan mereka.
"Kalian tunggu sebentar di sini, jangan kemana-mana ," ujar Xindy lalu pergi ke arah pasar yang tadi pagi dia datangi.
"Bang dimana ya ada pasar loak ?" tanya Xindy sama tukang becak yang ada di sana.
"Pasar loaknya ada di belakang pasar sayur neng, apa mau abang anterin ?" tanya abang becak itu.
"Gak usah bang, biar saya jalan kaki saja ," ujar Xindy mempercepat jalannya.
Setelah lima belas menit berjalan akhirnya dia sampai juga di tukang loak, Xindy membeli lima setel baju yang terlihat rapi lalu membawanya ke tempat teman-temannya sedang menunggunnya.
"Itu Bos Cantik Datang, tapi apa yang ada di tangannya ya ," ujar Radit
__ADS_1
"Hay apa kalian sudah mandi," tanya Xindy
"Sudah ," jawab mereka bareng
"Ini kalian ganti baju dulu, ambil satu orang satu ya," ujar Xindy, mereka terlihat berebut baju yang lebih bagus, Xindy hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka.
Tak lama kemudian mereka sudah pada rapi dengan setelan baju yang di beli oleh Xindy tadi.
"Waah kalian ternyata tampan juga ya kalau rapi begini," ujar Xindy
"Kita-kita memang Tampan kok Bos Cantik, kemarin penampilan kita saja yang amburadul sehingga ketampanan kita tertutupi oleh debu ha..ha..," ucap Tedi Narsis.
"Pantang di Puji langsung ngelunjak lo ," ujar Xindy
"Ayo ikut gue kita makan di Restorant ," ucap Xindy
"Beneran nih Bos cantik ?" tanya mereka tak percaya.
"Iya..sini gue bisikin sesuatu," mereka semua mendekat ke arah Xindy dan membentuk lingkaran. Mereka memasang telinganya lebar-lebar.
"Waduh Bos cantik, ini sih cari masalah namanya ," ujar Tedi
"Mau dapat kerjaan gak lo ?" tanya Xindy
"Ya mau lah, " jawab Tedi
"Kalau mau sukses harus berkorban dulu," ujar Xindy
"Baik lah ," Ujar Tedy
Mereka pun pergi ke sebuah Restorant yang cukup ramai pengunjung.
"Tedi lo sudah siap ?" tanya Xindy
"Iya Bos cantik, doàin gue ya semuanya ," ujar Tedi
Tedi pun bergegas masuk ke dalam Restoran Itu lalu dengan santainya dia duduk di sebuah meja yang ada di sudut restorant itu.
Pelayan pun datang ke sana.
"Mau pesan apa ya Mas, ini menu andalan Restorant ini," ujar Si Pelayan Itu.
"Saya mau ini dan ini," ujar Tedi asal Nunjuk saja.
"Baik lah Mas tunggu sebentar ya kami siapkan dulu pesanannya," ujar Pelayan itu.
Setelah kepergian pelayan itu Tedi mengelus dadanya.
"Ternyata begini toh rasanya makan di Restorant," guman Tedi
Pesanan Tedi sudah datang, Melihat makanan yang sepertinya sangat lezat itu Tedi langsung memakannya dengan lahap sehingga tak butuh waktu lama dia sudah menghabiskan makanan tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1