Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 132


__ADS_3

"Waah parah ni anak, Kudet banget sih Lo. Ya sudah gue capek Ngomong sama Lo, Nge Gue mau Istirahat dulu ya Di kamar," ucap Mika lalu menarik tangan Dion yang sedang berbicara dengan Joko kemudian pergi Ke kamarnya.


"Pasti Tu anak mau In The Hoy deh sama Dion, enggak mau kalah sama pengantinnya ha... ha... ha..." Inge berjalan menuju Sofa di ikuti oleh Nia.


 Sementara Para sahabat Zain dan Xindy sedang memberi selamat kepada mereka, walaupun pernikahan itu dipenuhi dengan Drama yang berkepanjangan akhirnya mereka sekarang sudah resmi menjadi Suami Istri.


"Selamat ya Bos cantik dan pak Bos akhirnya kalian sudah menjadi Suami Istri, kita turut bahagia ya," ujar Radit yang datang bersama Kinara.


"Iya Makasih ya Dit, kalian kapan Nyusul ?"


"Kita masih lama Kok ,Ini masih penjajakan," ucap Kinara


"Jangan Di lama-lamain Dit entar Kinaranya di ambil Orang baru tau rasa Lo," ujar Xindy


"Sudah dong Dit kalian lama amat sih, Kita juga mau ngasih selamat sama pengantinnya, kalian minggir dulu sana," Ujar Tedi


"Iya Nih lama banget sih Dia, Ngantrinya masih panjang tau ," ucap Bintang


Semuanya memberikan selamat kepeda kedua mempelai, dan akhirnya setelah semua tamu Undangan habis Xindy dan Zain bisa beristirahat .


"Hufff capek banget ya sayang, ini baru nikahan loh, bagaimana nanti saat Resepsinya ya bisa gempor ni kaki,"


"Maka dari itu aku buat Aqad nikahnya pisah dengan Resepsinya, ini nih yang jadi masalahnya." ujar Zain sambil merenggangkan tubuhnya.


"Istirahat yuk sayang," ajak Zain


"Ini kan Lagi Istirahat," Ucap Xindy

__ADS_1


"Maksud aku di kamar sayang," ucap Zain dengan tersenyum genitnya


"Zain.. Xindy tidah boleh dulu sekamar dengan kamu, Besok kan pesta Resepsinya kamu jangan mengganggu dia dulu ya, Mama tidak mau kalau besok Xindy tidak Kuat berdiri gara-gara kamu, Jadi Untuk Malam Ini Xindy Tidur sama Mama," ucap Inge yang main nibrung saja di tengah-tengah Xindy dan Zain.


"Yach Mama gak asik ah, kenapa Mama selalu ngerecokin Zain sih Ma, kan Xindy sekarang sudah sah jadi Istrinya Zain, Kenapa Mama masih pisahin kita sih ," Ucap Zain kesal.


"Justru karena Xindy sudah sah menjadi Istri kamu makanya Mama pisahin kalian buat malam ini saja karena Mama tahu kamu Zain, Kamu enggak bakalan kuat tidak menyentuh Xindy, Mama tidak mau kalau Xindy besok tampak kelelahan karena kamu membuatnya Lelah malam Ini," ujar Inge


"Ayo sayang kita istirahat," ajak Inge


Xindy mengikuti Inge ,akan tetapi tangannya di pegang oleh Zain.


"Kamu boleh tidur sama Mama tapi aku ikut ya ,"


"Enggak Zain, kamu pasti tetap mengganggu Xindy, Malam ini Xindy harus tidur nyenyak tanpa gangguan,Ayo sayang kita masuk kamar," ajak Inge


"Maaf ya Mas, aku harus ikut Mama, memang benar apa yang di katakan oleh Mama, kalau aku kurang Tidur besok pasti akan terlihat pucat saat Resepsi kita, kamu tidak mau kan aku terlihat jelek besok," Ujar Xindy


"Malu dong mas di sini, masih banyak orang tuh," ucap Xindy dengan wajah meronanya


"Ma pinjam selendang Mama dong," pinta Zain


"Buat apa Zain ? tanya Inge


"Ada deh, pinjam ya ," Inge memberikan selendangnya, terlihat Zain menutup kepalanya sekaligus kepala Xindy, entah apa yang terjadi di dalam selendang itu kalian bayangin saja sendiri he.. he.. he..


*

__ADS_1


*


Bintang dan Yuki sudah sampai di rumahnya, Bintang langsung menghempaskan tubuhnya di kasur.


"Mas kamu enggak mandi dulu, jangan tidur terus dong mandi sana," ucap Yuki


"Gak mau ah, kalau di mandiin mau," ucap Bintang Manja, wajah Yuki merona


"Iiih mas ini manja baget sih, malu tau,"


"Ngapain Malu sih sayang, kan kita sudah jadi suami istri, wajar dong kalau aku minta kamu mandiin aku ," ujar Bintang. Wajah Yuki meredup, Bintang yang melihat perubahan wajah Yuki itu langsung meralat kata-katanya.


"Maafin aku ya sayang, aku lupa kalau kamu lagi datang bulan, biar aku mandi sendiri saja," ucap Bintang hendak bangkit akan tetapi tangannya di tahan oleh Yuki.


"Mas maafin aku ya, aku sudah bohong sama kamu," ucap Yuki sambil menundukkan wajahnya."


"Hei...kenapa malah sedih begitu sih, aku sudah menunggu moment ini Loh, sebenarnya aku sudah tahu kalau kamu bohong soal datang bulan," ujar Bintang, Yuki menatap Kearah Bintang, Bintang tersenyum manis ke arahnya.


"Kenapa kamu tidak menyentuhku kalau kamu sudah tau mas?


"Aku ingin kamu sendiri yang mengatakannya padak u, lagian aku tidak akan memaksa kamu kalau kamu belum siap," ujar Bintang


"Maafkan aku Mas, aku masih takut tapi malam ini aku rasa aku sudah siap menerima kamu sepenuh hatiku mas," ucap Yuki lalu menundukkan kembali wajahnya.


"Sayang..apa aku enggak salah dengar, makasih ya sayang, aku janji kalau aku akan melakukannya pelan-pelan." ucap Bintang yang semakin membuat wajah Yuki merona.


"Kalau begitu aku mandi dulu ya sayang, atau kita mandi Bareng saja gimana ?" tanya Bintang, Yuki mengangguk

__ADS_1


" Yes..." ucap Bintang lalu segera menggendong Yuki dan membawanya ke kamar mandi, untuk selanjutnya bayangin sendiri apa yang terjadi ya...he..he..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2