
Saking kesalnya Zain melempar Sendok di tangannya ke arah Pintu ruangan Itu.
"Gue harus mencari cara agar Indah tidak betah kerja di sini, tapi ini sudah Jam sembilan lewat, gue harus menghadiri Meeting dulu nanti deh gue pikirkan lagi bagaimana caranya menyingkirkan dia dari sini," ucap Zain
Dari balik pintu itu Xindy tersenyum.
"Zain..Zain..kamu gak akan pernah bisa menyingkirkan aku dari hidupmu karena aku memang ada di hatimu, tunggu saja saatnya kamu mengingat semua kenangan kita kamu pasti gak akan mau jauh-jauh dari aku," guman Xindy lalu pergi dari sana.
Zain sudah Pergi dan Jam makan siang pun telah tiba, dengan langkah berat Xindy berjalan menuju ke kantin Kantor buat makan, namun sebelum dia memesan makanannya Radit mengagetkannya.
"Bos cantik...gue tungguin dari tadi lo gak muncul-muncul, giliran sudah muncul wajah lo kok gitu amat sih ," ucap Radit
"Gue capek Dit, Gue harus bersihin lantai itu sendirian, malah luas banget lagi, Gue maunya ada teman di sana, nanti deh gue minta Om Joko agar menjadikan lo partner kerja gue," ujar Xindy
"Itu ide bagus, gue kan bisa lebih gampang buat menjaga lo," ujar Radit
"Gue pesan makan dulu ya, lo duduk aja sana ," suruh Xindy
"Eit..gak usah Bos cantik, gue sudah pesan makanan yang terenak buat lo, tuh di sana," ujar Radit lalu menarik Xindy menuju ke meja yang sudah tertata makanan di sana.
"Wiih banyak duit lo ya Dit, pesan makanannya banyak amat," ujar Xindy
"Ya enggak lah, mana ada gue uang sebanyak itu buat bayarin makanan ini," ujar Radit
"Terus ini dari mana ?, lo mau ngejebak gue ya, nanti setelah makan lo suruh gue yang bayar," ucap Xindy
"Eh jangan gitu dong, gue gak sejahat itu tau apa lagi sama lo , Ini tuh tadi pak Joko bilang sama gue kalau lo mau makan di suruh aja pesan apa yang lo suka katanya Gratis," ujar Radit
"Lo mamfaatin keadaan ya, gue gak mau makan gratisan," ujar Xindy
"Ya elah Bos cantik, jangan gitu dong..gue sudah pesan banyak nih makanannya, kan sayang kalau gak di makan," ujar Radit
"Lo habisin saja sendiri, lain kali kalau lo .elakukan sesuatu lo tanya dulu sama gue, Jangan giliran dengar gratis aja langsung semangat, sekarang lo habisin tu makanan jangan sampai ada sisa kalau enggak lo tau sendiri akibatnya," ujar Xindy lalu membeli satu buah roti dan sebotol air mineral di kantin itu lalu membawanya ke Lantai 23 dimana dia bekerja.
"Gara-gara Radit gue gak nafsu makan kan, dasar Jangkung bikin mood gue jelek aja,"
__ADS_1
Xindy pun langsung menuju ke Lantai 24 dan
duduk lesehan di lantai bersandarkan sebuah tiang seperti sewaktu pertama datang tadi pagi.
"Lebih baik gue makannya di sini aja ah, lebih adem...he..he..," ujar Xindy lalu memakan roti yang dia beli tadi dengan santainya di sana.
Ting...
Pintu lift terbuka, Xindy masih saja anteng di tempatnya tanpa memperdulikan orang yang baru saja keluar dari Lift itu.Dia berfikir palingan itu si Zain atau Om Joko.
"Siapa Lo hah ?" tanya seorang wanita Cantik yang berpenampilan modis yang baru saja datang ke sana sambil memelototkan matanya ke arah Xindy.
Xindy menoleh ke arah sumber suara itu lalu mengernyitkan keningnya dan kembali Fokus ke makanannya.
"Heh gembel lo siapa sih, berani-beraninya lo masuk ke sini, lo tau gak di sini tu gak boleh masuk sembarangan orang selain Gue, pak Zain dan Pak Joko," ujar gadis yang berprofesi sebagai Sekertarisnya Zain itu siapa lagi kalau bukan Leni Marleni.
"Tau," jawab Xindy singkat
"Terus kenapa lo berada di sini Hah ?
"Awww...
Pekik Leni saat tangannya tepat mengenai tiang yang sangat keras itu sehingga membuat tangan mulusnya memerah.
"Ngapain Mbak, kok malah mukul tembok sih ?" tanya Xindy meledek
"Awas lo ya, gue aduin lo sama pak Zain," ujar Leni .
"Emangnya Pak Bos siapanya elo, bapak lo ? " ucap Xindy kesal mendengar ucapan Leni tersebut.
"Asal lo tau ya Gembel Gue itu calon istrinya pak Zain,"
"Mimpi lo ?" ucap Xindy sambil tersenyum meledek.
"Lo tu ya..pokoknya lo awas saja kalau nanti Pak Zain pulang gue akan suruh dia usir lo dari sini," ujar Leni sambil menuju ke arah meja kerjanya yang berada di depan Ruangan Zain.
__ADS_1
"Coba saja kalau bisa, kalau mbak bisa ngusir gue dari sini gue ngasih uang sama Mbak loh," ucap Xindy lagi lalu melanjutkan acara ngaso nya.
Leni sesekali melirik ke arah Xindy sambil meniup-niup tangannya yang kesakitan.
"Siapa sih tu cewek, sudah penampilannya gak banget lagi, malah seenaknya saja ngaso di sana, awas aja lo gembel gue akan buat Pak Zain mengusir lo dari sini nanti," guman Leni
"Aeep...
Xindy bersendawa sambil menepuk-nepuk perutnya lalu pergi ke ruang yang mirip dapur itu. Xindy melihat-lihat ruangan itu lalu membuka satu persatu lemari gantung yang ada di sana, terlihat banyak sekali makanan cepat saji dan minuman sachetan berada di dalam lemari tersebut.
"Kok semuanya makanan kemasan sih gak ada satupun makanan sehat di sini, bisa-bisa Zain malah tambah sakit kalau begini caranya, lebih baik gue buang saja semua makanan ini dan menggantinya dengan makanan sehat," ujar Xindy lalu mengumpulkan semuanya ke dalam sebuah kantong Kresek dan membawanya ke luar dari ruangan itu.
Di saat Xindy melewati Leni, tatapan tajam Leni membuat Xindy tersenyum mengejek ke arahnya.
"Apa lo lihat-lihat," ucap Leni
"Suka-suka gue dong, mata-mata gue kenapa lo yang repot," ujar Xindy lalu memasuki Lift dan turun ke bawah.
"Lebih baik gue kasih aja ni makanan buat Radit agar dia bagi-bagikan sama yang lain, Tapi di lantai berapa dia bekerja ya ?" ucap Xindy binggung
"Eh iya, gue telpon aja kali ya, kenapa gue jadi pelupa gini sih," ucapnya lalu mengambil Ponselnya kemudian segera menghubungi Radit.
"Iya Bos cantik ada apa ?" tanya Radit
"Lo kerjanya di Lantai mana sih Dit, gue ada perlu sama lo ," ujar Xindy
"Gue sekarang di lantai 5 , Bos cantik Dimana ?" tanya Radit.
"Gue di Lobby, lo kesini bentar deh," suruh Xindy.
"Oke Bos cantik, gue segera meluncur kesana,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gak bosan-bosan miss N meminta dukungan di Novel miss N yang berjudul : Dendam Sang Pewaris...
__ADS_1
Makasih sebelumnya ya 🙏🙏🙏