
Zain yang tidak tau kode yang di lakukan Xindy itu, Zain masih saja bingung dengan apa yang di lakukan Xindy .
Xindy kesal dengan Zain karena dia masih saja belum mengerti kode darinya, Xindy mulai memukul dada Zain lagi sehingga Zain memeluknya dan saat itulah Xindy membisikkan sesuatu di telinga Zain yang akhirnya membuatnya mengerti dan mengimbangi Akting Xindy.
"Lepasin aku mas, aku enggak sudi di peluk sama kamu lagi ," ujar Xindy sambil memberontak.
Zain kemudian melepaskan Xindy dan memulai aktingnya.
"Sayang jangan begini, aku benar-benar tidak kenal sama gadis ini," ucap Zain
"Diam kamu mas, aku sudah enggak percaya sama kamu lagi hu..hu..," ucap Xindy mengeluarkan air matanya mendalami perannya.
Jo dan teman-teman Xindy lainnya juga sudah berada di sana.
"Ini ada apa sih Zain, kenapa Xindy marah-marah sama Lo ?" tanya Jo, Zain masih mematung
"Mas Jo lihat Bos kamu tuh, dia tega-teganya berbuat mesum sama gadis ini sehingga dia pingsan, dia sudah menghianati Cinta aku mas Jo," ucap Xindy hendak memeluk Jo, ketika Jo mau memeluk Xindy, Xindy berbelok arah ke arah Kinara dan memeluknya, Hampir saja Zain mau mengakhiri aktingnya kalau saja Jo yang memeluk Xindy tadi.
"Zain..apa yang kamu lakukan hah, Yang benar saja, bisa-bisanya kamu berbuat seperti itu sama gadis yang lebih jelek dari kekasihmu Xindy, kamu itu enggak waras ya ," ujar Jo marah, dia juga mengetahui kalau ada yang mau menjebak Xindy, dia pun ikut andil betakting untuk meyakinkan orang yang berani main-main dengan mereka. Xindy hampir tertawa mendengar ucapan Jo itu, tapi di tahannya.
"Jo..kamu sebagai asisten gue seharusnya percaya sama Gue bukan malah menyalahkan gue, Oke gue akan bertanggung jawab dengan membawanya ke Rumah sakit, dan Lo ikut gue sebagai saksinya ," ucap Zain kepada gadis yang berambut ikal tadi.
"Baik, saya akan memastikan kalau kamu bertanggung jawab sama dia, kalian semuanya bisa bubar," ucap Gadis itu
"Kena lo ," ucap Zain dalam hati
"Sayang kamu juga ikut ya, agar kamu lihat sendiri kalau aku tidak bersalah.
"Aku enggak mau semobil sama kamu mas, aku mau semobil sama Mas Jo saja, aku sakit hati sama kamu ," ujar Xindy, Zain menghembuskan nafasnya kasar.
"Baiklah, kamu ikut mobil Jo, tapi Jo ikut mobil aku dan kamu sama Kinara, Liora dan Radit pakai mobil Jo ," ujar Zain
"Jo lo gendong dia ," suruh Zain
__ADS_1
"Enak saja Lo Zain, gue enggak mau calon istri gue marah sama gue karena menggendong gadis berbaju kurang bahan begitu, Lo saja yang gendong," ujar Jo
"Kalau begitu lo aja Dit ," suruh Zain sama Radit.
"Maaf pak Bos bukannya aku enggak mau tapi aku enggak berani," ucap Radit sambil melihat ke arah Liora yang menatap tajam ke arahnya.
"Biar gue saja Rico," ujar Andi yang memang masih Jomblo itu dengan suka rela menawarkan jasanya.
"Oke kita ke mobil sekarang, Andi lo bawa dia ke Mobil gue ," Suruh Zain, Andi segera menggendong gadis itu lalu membawanya ke Mobil Zain.
"Jo Lo yang nyetir, gue pusing ," suruh Zain, Jo melajukan mobilnya menuju ke Klinik yang notabenenya adalah milik temannya Jo.
Jo melajukan mobilnya menuju ke sana, sedangkan Liora mengikutinya dengan menggunakan mobil Jo.
Mereka sudah sampai di Klinik tersebut.
"Loh kenapa kita ke Klinik sih ," tanya Gadis berambut ikal tadi, padahal dia maunya gadis yang pingsan yang merupakan temannya itu di bawa ke Rumah sakit bukan ke Klinik.
"Kita ke sini saja karena bakalan lama kalau ke rumah sakit, Gue mau cepat membuktikan kepada semuanya kalau gue enggak bersalah, ayo turun ," Suruh Zain
Setelah Gadis itu di bawa ke ruang pemeriksaan, semua orang keluar dan hanya tinggal Pasien dan Dokter saja di sana.
Gadis yang pingsan tadi segera bangun dan mengajak Dokter itu bekerja sama dengannya untuk mengatakan hasil pemeriksaan palsu kepada mereka semua.
Pintu Ruang pemeriksaan itu terbuka, dan muncullah seorang Dokter yang keluar dari sana.
"Bagaimana keadaan teman saya Dok ?" tanya gadis berambut ikal itu.
"Pasien sedang hamil ," ujar Dokter itu sambil tersenyum
"Tu kan, pokoknya kamu harus bertanggung jawab sama temanku itu, kalau tidak kamu akan aku laporkan ke Polisi ," ujar Gadis itu
"Bagus..lakukan saja ancaman mu itu, biar polisi segera menyelidiki kebohongan kalian ," ucap Zain yang membuat Gadis itu kaget. Dia hendak pergi namun Jo memegang kuat tangannya lalu mengikatnya di sebuah kursi yang ada di sana.
__ADS_1
"Sayang sepertinya kalau hanya kita bawa ke polisi saja mereka pasti tidak akan mengaku deh, kita coba cara yang lain ya ," ujar Xindy sambil mengandeng mesra tangan Zain sambil tersenyum ke arah Gadis itu.
"Jadi kalian hanya berakting untuk menipu kami ," ucap Gadis itu
"Menurut Lo, Apa gue percaya begitu saja sama orang lain sedangkan gue sudah mengenal pacar gue sangat lama, bahkan kalau dia di suguhkan sepuluh orang gadis macam kalian ini dia enggak bakalan doyan, lo pikir dong dengan otak lo itu," ujar Xindy
"Jadi kalian semua bersekongkol untuk mengerjai kami ?"
"Iya..seperti yang kalian lakukan tadi saat di pesta," ucap Zain
Xindy berjalan ke arah Gadis itu lalu mencengkeram dagu gadis itu.
"Lo mau ngomong sendiri siapa dalang di balik kalian atau gue paksa agar lo mengaku ," ujar Xindy dengan tatapan membunuhnya.
Gadis itu hanya diam saja dan bergetar melihat tatapan tajam Xindy yang seperti mau mengulitinya itu.
"Ayo jawab ..!" bentak Xindy
"Maafin kita kak, kita hanya bercanda doang kok ," ujar Gadis itu
Gadis yang pingsan tadi mendengar ada keributan di luar dia bangun sambil masih berakting lemas.
"Ada apa ini ribut-ribut sih , mas kamu masih di sini sayang," ucap Gadis itu hendak memeluk Zain.
Zain menghindar dan gadis itu terjerembab ke lantai yang membuat mereka semua tertawa.
"Mas Zain jangan begitu dong sama dia, dia kan lagi hamil.., hamil anak kodok ," ujar Xindy, semua yang ada di sana tertawa mendengar ucapan Xindy itu.
"Jo ikat dia ," suruh Zain, Jonathan segera melakukan apa yang di suruh oleh Zain.
"Sayang kenapa aku di ikat," ujar Gadis itu
"Sumpal mulutnya , gue tidak mau mendengar kata sayang dari mulut busuknya itu ," ujar Zain, Jo melakukannya juga.
__ADS_1
"Kenapa kalian kejam banget sih sama mereka mas ," ujar Kinara
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...