
Mobil Zain sudah terparkir cantik di garasi sebuah Mansion yang sangat megah.
"Loh kok bengong sih, ayo turun," suruh Zain, Xindy masih mematung di dalam mobil.
"Kenapa..apa mau aku gendong ?"ucap Zain yang membuat Xindy tersentak
"Kagak..kagak..antar aku pulang aja yuk," ujar Xindy
"Loh kenapa, tadi kamu sudah janji kan mau tinggal di rumah aku," ucap Zain
"Kapan aku janjinya ?
"Di rumah sakit, kan kamu bilang kalau kamu janji mau selalu berada di samping aku, jadi otomatis kamu harus tinggal di rumah aku dong," ujar Zain
"Emang harus gitu ya ?
"Iya dong, ayok turun,"
"Tunggu..
"Apa lagi ?
"Aku gak pantas tinggal di Rumah sebesar dan semegah ini," ujar Xindy
Zain menangkup pipi Xindy.
"Indah..aku kan sudah bilang kalau yang menilai pantas atau tidaknya bukan dirimu tapi aku, udah ah jangan banyak drama lagi ayo kita turun , kalau enggak beneran aku gendong nih ," ujar Zain
"Iya..iya..aku turun, tapi..."
"Ah lama..," ucap Zain lalu mengendong Xindy sehingga Xindy memberontak tapi Zain tidak memperdulikannya , dia terus saja membawa Xindy masuk dengan cara mengendongnya.
"Eh..Zain..kamu sudah kebelet ya mau nikah sama Indah," ujar Inge yang baru keluar dari kamarnya.
Zain kaget sehingga tangannya melepaskan gendongannya.
Awww...
Xindy berteriak karena kesakitan karena terjatuh dari gendongan Zain dan menimpa lantai.
"Zain...kok kamu begitu sih, kasian Indahnya kesakitan gitu," ucap Inge lalu menghampiri Indah yang masih selonjoran di lantai.
"Lihat nih tante, tadi aku gak mau di gendong tapi pak Bos maksa buat gendong aku, tapi setelah itu begini kan jadinya," ngadu Xindy.
"Maaf deh, tadi aku kaget..tuh kan Mama sih ngagetin Zain, jadi jatuh kan Indahnya," ujar Zain
"Lah kok Mama sih Zain, sudah yuk Indah kamu bangun dan ikut Tante," ujar Inge lalu memapah Xindy menuju ke Sofa.
__ADS_1
Awwww...tante pinggang ku sakit," ringis Xindy sambil memegang pinggangnya.
"Zain..cepat ambilin minyak urut yang ada di Lemari dapur," suruh Inge
Zain panik dan segera menuju ke dapur, Inge dan Xindy bertos ria.
"Akting kamu bagus banget Xindy, Zain sampai percaya kalau kamu kesakitan.
"Ma..aku gak akting loh, pinggangku emang beneran sakit," ucap Xindy
"Apa..gimana ini, apa Mama panggilin tukang urut atau kita ke rumah sakit saja," sekarang malah giliran Inge yang panik.
"Ma..gak usah Ma..palingan pinggangku hanya kaget mencium lantai tadi, nanti aku olesin minyak urut juga sembuh kok," ujar Xindy
Zain sudah mendapatkan minyak urutnya, dia pun langsung menuju ke Ruang tamu.
"Ini Ma minyak urutnya,"
"Kamu olesin sana ke pinggangnya Indah," suruh Inge
"Apa...!!!
Teriak Zain dan Xindy barengan.
"Loh kok aku sih Ma ?
"Kan kamu yang buat Indah kesakitan begitu, kamu harus tanggung jawab dong, ya sudah Mama ke dapur dulu mau masak buat makan malam nanti," ucap Inge sambil tertawa sudah berhasil mengerjai putranya itu.
"Itu sih modusnya pak Bos aja mau pegang-pegang aku, ya khan..," ujar Xindy
"Heh aku juga gak mau lagi megang-megang kamu kalau bukan mama yang nyuruh," ucap Zain meninggi
"Yakin..? Goda Xindy
Sebenarnya Zain sih senang-senang saja mengoleskan minyak itu pada pinggang Xindy tapi dia takut tidak bisa menahan dirinya, sejak pertama dia melihat Xindy, Ada sebuah rasa yang tiba-tiba tumbuh di hatinya, makanya selama ini dia bersikap kasar pada Xindy agar rasa itu tidak semakin membesar, tapi bukannya hilang rasa itu semakin mendalam padanya.
"Jangan menggodaku Indah, nanti kamu menyesal," ucap Zain dengan serigainya.
"Iya..iya..siniin minyaknya biar aku oles sendiri," ucap Xindy yang sedikit ngeri melihat serigaian Zain.
Zain memberikan Minyak urut itu pada Xindy tapi dia masih saja duduk di sana.
"Loh ngapain lagi sih pak Bos di sini, sudah pergi sana ," suruh Indah.
"Iya.., aku ke kamar dulu, kalau ada apa-apa kamu panggil aku atau Mama saja," ujar Zain lali pergi dari sana.
Xindy mengangguk lalu mengoleskan minyak itu di pinggangnya setelah beristirahat sebentar pinggang Xindy sudah agak mendingan, Xindy bosan kalau harus menunggu di sana sendirian, dia pun menuju ke dapur.
__ADS_1
"Ma..Xindy bantuin ya ," ucapnya
"Gak usah Xin kamu kan masih sakit sayang, kamu istirahat aja gih di kamar," Xindy mengernyitkan keningnnya.
"Eh iya Mama Lupa, kamu gak tau kamar kamu di mana ya, kamu naik saja ke lantai dua di sana ada dua kamar salah satunya kamar Zain, kamu kesana sendiri gak apa-apa kan Sayang ?
"Iya Ma, aku ke sana dulu ya Ma," ucap Xindy lalu pergi menuju ke lantai atas.
"Tadi Mama Inge bilang kalau kamar aku yang mana ya, kok aku jadi pelupa gini, ah aku masuk aja ke salah satunya kalau gak ada orang berarti itu kamar aku," ucap Xindy lalu membuak pintu salah satu dari kamar itu.
"Ternyata ini kamar aku, gak ada orangnya..Waah..bagus banget kamarnya," ucap Xindy lalu membaringkan tubuhnya di King side yang ada di sana.
Saat mata Xindy hampir terpejam
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka, Xindy kaget dan segera bangun dari sana tapi sudah terlambat, Zain sudah keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutupi daerah antara pinggang dan lututnya.
Xindy terpesona melihat Kotak-kotak di perut kekar Zain sampai mulutnya ternganga.
"Awas matanya jatuh loh, ngences lagi," goda Zain
Xindy tersentak, wajahnya seketika memerah dan bangkit lalu berlari keluar dari kamar itu sambil tangannya menutupi wajahnya.
"Iiiih..malu banget gue ketahuan ngences lihat tubuhnya itu, tapi tubuhnya seksi banget..pengen gue pegang deh," ujar Xindy
"Pengen megang...Sini masuk lagi," ucap Zain yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
"Enggak..," ucap Xindy segera masuk ke kamar satu lagi.
"Ha..ha..ha..," Zain tertawa puas sudah berhasil menggoda Xindy, dia sangat senang melihat Xindy malu-malu seperti itu.
"Indah..kalau sudah siap mandi kamu turun ya, kita makan malam bareng," ujar Zain lalu turun ke bawah menuju ke dapur.
"Kenapa nih anak mama dari tadi senyam senyum mulu, ada apa sih sayang," tanya Inge
"Indah Ma..dia salah masuk kamar," ujar zain masih tertawa
"Kamu gak godain dia kan ?"
"He..he..dikit Ma," ujar Zain cengengesan
"Dasar nakal kamu ya Zain, Mama senang deh kalau kamu sudah punya calon mantu buat Mama ," ujar Inge
"Maksud Mama ?" Zain mengerutkan keningnya
"Indah..dia kan kamu bawa ke sini buat jadi calon mantu Mama kan ?"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🎂🎂Met Milad buat miss N yang ke....jadi malu nyebutin nya, semoga Berkah umur, Berkah rejeki, selalu berada dalam Lindungan yang maha kuasa...Amiin...