Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 85


__ADS_3

Awww...


Pekik Bintang ketika Anacondanya merasakan sakit yang Luar biasa. Yuki kaget reflek dia mengelus Anacondanya Bintang.


"Eh maaf-maaf gue gak sengaja," ucap Yuki terus mengelus-ngelus barang berharga itu sehingga dia terbangun dari lelapnya.


"Lepasin..jangan pegang-pegang ," ucap Bintang, Yuki baru menyadari kalau dia sudah membangunkan Senjata rahasia Bintang itu, dia pun cengengesan.


"Tang Sorry ya gue gak sengaja, sumpah deh ," ucap Yuki


"Lo harus tanggung Jawab kalau sampai Senjata gue gak berfungsi lagi ," ucap Bintang.


"Berfungsi kok, Buktinya itu bangun saat di elus," ujar Yuki gak ada malu-malunya sama sekali.


Bintang tidak tahu lagi mau di bawa kemana wajahnya itu mendengar ucapan Yuki yang blak-blakan itu, Dia saja malu banget mendengarnya tapi Yuki masih bisa biasa saja seperti itu.


"Au ah..Lebih baik gue pergi ke kamar saja dari pada dengar omongan lo yang gak jelas itu," ucap Bintang jalan sambil ngangkang ke dalam kamarnya.


"Bintang jalannya kok begitu sih ?" Yuki makin gencar menganggu Bintang


"Nyesal gue bilang kalau gue kangen sama dia, perasaan gue kalau ketemu sama dia sial mulu deh, gimana nanti kalau gue nikah sama dia bisa mati berdiri gue," Bintang terus mengomel sambil berjalan menuju ke kamarnya.


"Kok ada ya cewek seperti dia, udah bar-bar malah gak ada malu-malunya lagi ngomong hal sensitif itu, gue curiga deh kalau dia juga pernah melihat senjata orang, jangan-jangan dia sudah gak Virgin lagi," ujar Bintang


"Siapa bilang gue gak Virgin lagi ,"


Gubrakk...


Bintang jatuh terjerembab ke Lantai karena kaget.


"Lo mau bukti kalau gue masih Virgin ," ujar Yuki lagi sambil melangkah menuju Ke arah Bintang perlahan-lahan sambil menyerigai.


Bintang Ngesot menjauhi Yuki, sampai akhirnya dia mentok di dinding.


"Lo bilang gue gak Virgin, emang Lo tau Virgin itu gimana ?" tanya Yuki dengan nada Lembut sambil terus berjalan menuju Bintang yang sudah tidak bisa kemana-mana lagi.


Yuki mulai merunduk kepalanya sejajar dengan senjatanya Bintang.


"Astagfirullah Yuki...kamu apain Bintang sampai tidur di lantai begitu, Kamu gak gangguin dia kan ," ucap Rike yang baru saja Pulang dari kantornya, dia enggak Enak badan makanya pulang lebih awal.


Yuki menoleh ke arah Mamanya.

__ADS_1


"Eh Mama, enggak Kok ma, Yuki cuma mau nolongin Mas Bintang tadi dia terjatuh ya kan Mas ?" ujar Yuki melembut.


"I..iya tante," sahut Bintang


"Tuh kan Ma, Yuki gak nakal kok ," ujar Yuki Lagi


Gila nih cewek cepat sekali berubahnya kayak Bunglon saja dia, Bisa-bisanya dia buat skenario berbanding terbalik secepat itu, di buat dari apa sih tu otak, Memang pintar sekali dia melakoni drama ini,, Batin Bintang


"Sini sayang aku bantu bangun," ujar Yuki sambil mengulurkan tangannya ke arah Bintang, Yuki mengode agar bintang menyambut tangannya.


Bintang pun menyambut tangan Yuki lalu bangun dari Lantai.


"Awas Lo ya kalau Lo sampai ngadu sama Mama," Ancam Yuki sambil berbisik


"Memangnya Gue takut sama Lo," ucap Bintang berbisik juga


"Lo mau kita di nikahin sekarang juga, enggak kan ?" Bintang terdiam ketika mendengar ucapan Yuki itu.


"Ngapain kalian bisik-bisik, Yuki kamu tau kan apa yang mama Inginkan ketika mama menelpon kamu tadi ," ujar Rike


"Iya Ma, Yuki mengerti, Mas ayo siap-siap ," suruh Yuki


"Udah jangan banyak nanya lo, cepat siap-siap ," ujar Yuki


"Yuki...!!Panggil Rike menatap tajam ke arah Yuki.


"Iya ma," ucap Yuki


"Ayo sayang kamu mau siap-siap sendiri atau aku siapin ," ujar Yuki menatap genit ke arah Bintang.


"Aku bisa siap-siap sendiri kok, makasih ," ucap Bintang sambil menekankan kata-katanya lalu masuk ke kamarnya.


Yuki tersenyum ternyata sangat mudah sekali mengancam Bintang, tinggal bersikap genit saja padanya dia pasti akan nurut semua perkataan Yuki.


"Ma aku siap-siap juga dulu ya," ujar Juki


"Iya..jangan Lupa dandan yang Cantik, jangan pakai baju preman seperti itu ya, pakai gaun yang sudah mama beli yang mama taruh di atas tempat tidur kamu itu ," ujar Rike lalu masuk ke kamarnya.


"Iya ma ," ucap Yuki lalu masuk ke kamarnya.


Yuki melempar sepatunya asal, kamar yang tadinya bersih kembali berantakan karena si pembuat onar telah pulang.

__ADS_1


Yuki membuka sebuah paper Bag yang ada di atas King side nya dan mengambil gaun yang di maksud oleh Mamanya itu.


"Baju apaan ini, kenapa kurang bahan gini sih," ucap Yuki sambil meletakkan di tubuhnya.


"Mama ada-ada aja deh, masak aku di suruh pakai ginian, kan Risih," ujar Yuki akan tetapi dia tetap memakainya karena takut di marahi Mamanya.


Setelah memakai Gaun itu, Yuki melihat bayangannya di Cermin.


"Ternyata gue cantik juga ya, gak kalah sama Artis di Film-Film he..he..," ucap Yuki terkekeh


"Tapi kok kesannya gue ngumbar paha ya, apa gue pakek Jeans aja biar pahanya gak keliahatan," ucap Yuki.


Di ruang tamu Bintang sudah terlihat tampan dengan setelannya, dia masih menunggu Yuki yang belum keluar dari kamarnya sambil memainkan Ponselnya.


"Heem...


Bintang menoleh seketika dia terpana melihat kecantikan Yuki yang memakai Gaun berwarna Cream itu, Netra Bintang melihat Yuki dari wajah turun sedikit demi sedikit dan di saat dia melihat bahagian bawah sontak dia tertawa terbahak-bahak.


"Bhua..ha..ha.., Atasnya sudah cantik kok bawahnya pakai Jeans sih, sobek-sobek lagi ha..ha..,"


"Diam Lo, gue risih tau gak paha gue keliahatan, entar malah mengundang buaya memelototi paha gue, contohnya saja sudah ada di depan gue," ujar Yuki


"Maksud lo apa ?


"Tadi aja Lo Lihat gue sampai bola mata lo mau jatoh aja ngeliat kecantikan gue," ucap Yuki Narsis


"Iiih Pede gila Lo, Gue hanya merasa aneh saja Lihat Lo berpenampilan seperti ini, ini bukan Fashion Lo banget tau gak ," ujar Bintang


"Iya gue tau ,"


"Kalau tau kenapa maksa memakainya, lagian Lo gak pakai gaun seperti itu juga udah Cantik Kok ," ujar Bintang keceplosan.


"Jadi lo mengakui kalau gue itu cantik, Kayaknya Lo mulai ada rasa nih sama Gue ," Bintang baru menyadari kesalahannya yang memuji Yuki, dia pun mencari alasan yang tepat untuk menghindari ejekan Yuki.


"Bukan gitu maksud gue, kalau lo gak nyaman dengan baju Lo itu mending gak usah di pakai dari pada Lo nanti gak pede kan, bisa-bisa bukan cantik malah jadi Lucu kelihatannya." ujar Bintang Ngeles.


"Iya..benar kata Lo, maunya sih begitu tapi gue takut di marahi sama Mama Gue, dia udah nyiapin semua ini buat gue untuk makan malam sama Lo ,"


"Jadi kita akan Makan Malam ?" kaget Bintang


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2