Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 6


__ADS_3

"Jangan bercanda kamu dek, mana mungkin Artis korea datang ke kontrakan kita yang kecil ini, dek..dek..ada ada aja kamu," ucap Kang Rohman masih melanjutkan makannnya.


"Beneran Mas..kalau gak percaya ikut adek ke depan yuk," ujar Murni lalu menarik tangan Kang Rohman ke arah pintu depan, terpaksa Kang Rohman mengikuti istrinya itu.


"Lihat kan Mas, itu Sehun, Sehun Exo," ujar Murni menangkup pipinya sendiri dengan mata berbinarnya.


Kang Rohman keget kerena memang benar adanya apa yang di katakan istrinya itu, seorang Pria tampan yang mirip dengat gambar yang ada di poster yang di tempel oleh istrinya di dalam kamar mereka, Pria dengan memakai Jas berdiri di depan pintu kontrakannya itu dengan penuh wibawa.


"Monyong seo " ucap Murni yang membuat Zain tersenyum, dia berusaha menahan ketawanya.


"Aduh gusti..senyumnya itu membuat jantung eneng mau copot," ucap Murni genit


"Apa boleh saya masuk," ucap Zain


"Wah.. mas ternyata Sehun juga bisa bahasa Indonesia loh Mas," ujar Murni


"Maaf ada perlu apa ya mas Sehun ini berkunjung ke rumah kami yang sederhana ini ?" tanya Kang Rohman


"Apa saya boleh masuk dulu mas ?" ujar Zain


"Boleh..boleh banget ," ucap Murni senang.


"Maaf mas Sehun, rumah kita jelek begini," ucap Murni


"Tidak apa-apa, oh ya kenalkan nama saya Zain," ucap Zain lalu mengulurkan tangannya hendak bersalaman, akan tetapi sebelum kang Rohman menyalaminya, Istrinya sudah lebih dulu menyambut tangan Zain


"Ternyata bukan Sehun ya, tapi gak apa-apa deh yang penting dia mirip, kita selfie dulu sekali boleh ya ?" ujar Murni mengambil ponselnya.


Cekrek...Cekrek..


"Dek sudah dong, mas ini jadi risih kan gara-gara kamu, lebih baik kamu bikinin minum sana," suruh Kang Rohman


"Iya..mas ini mau minum apa ?


"Gak usah mbak, gak usah repot-repot," ujar Zain


"Gak apa-apa kok mas ganteng gak repot kok, mas mau minum apa, Jus, sirup atau kopi, tapi di rumah cuma ada air putih doang sih," ujar Murni cengengesan

__ADS_1


"Ya sudah Air putih saja mbak," ujar Zain, Murni segera menuju ke dapur.


"Maaf Mas Zain , kelakuan istri saya memang begitu kalau bertemu dengan orang yang mirip dengan Artis idolanya," ucap Kang Rohman merasa tidak enak sama Zain karena tingkah istrinya itu.


"Oh ya..ada apa ya mas Zain berkunjung ke rumah Kami ?" tanya Kang Rohman


"Saya ke sini hanya mau membeli motor mas..."


"Rohman," ucap Kang Rohman


"Iya saya mau beli motornya mas Rohman.


"Maaf sekali mas Zain, sepertinya saya tidak bisa memenuhi keinginan mas Zain, karena motor ini satu-satunya penopang hidup kami," ujar kang Rohman


"Apa..! mas Sehun mau beli motor kita mas, jangan mas Sehun nanti suami saya mau kerja apa kalau motornya di jual," ujar Murni yang yang melangkah menuju ke arah mereka dengan segelas air putih di tangannya.


"Saya akan memberikan pekerjaan buat mas Rohman di kantor saya, dan saya juga akan membelikan motor baru buat mas Rohman akan tetapi dengan satu syarat," ucap Zain


"Waah yang bener mas Zain, mas Zain gak bercanda kan," ujar Rohman


"Apa syaratnya mas Zain ?"


"Syaratnya gampang kok, mas Rohman kasih motor itu ke saya beserta perlengkapan ojeknya termasuk aplikasi ojol yang mas Rohman punya," ujar Zain


"Buat apa Mas Zain, apa ini berguna buat mas Zain ?" tanya Rohman


"Iya..saya sangat butuh semua ini untuk mendekati seseorang," ucap Zain


"Oh ya..siapa nama gadis yang mas Rohman antar tadi di jalan X itu," tanya Zain


"Oooo saya Faham, mas Zain suka sama Neng Xindy ya," ujar Rohman, Zain hanya tersenyum menanggapinya.


"Mas Zain memang gak salah kalau menyukainya, Neng Xindy orangnya baik Mas, suka menolong dan juga cantik pastinya," ujar Rohman


"Terus apa lagi yang Mas Rohman tau tentang dia ?" tanya Zain penasaran


"Dulu dia itu periang dan lucu, tapi setelah ayah dan ibunya bercerai dia jadi pendiam, cuek dan Jutek, juga menutup diri dari keramaian, hanya orang- orang tertentu saja yang bisa melihat sifat Aslinya neng Xindy, salah satunya saya mas," jelas Rohman.

__ADS_1


"Ooo jadi dia berasal dari keluarga Broken home, menarik.." ucap Zain


"Oh ya Mas Rohman, gimana dengan penawaran saya tadi, apa mas Rohman mau ?


"Saya mau mas Zain, saya memang lagi mencari pekerjaan baru, pendapatan dari ojek Online sangat sedikit, maklum banyak yang sudah punya kendaraan sendiri," ujar Rohman


"Baiklah, mulai besok Mas Rohman datang ke kantor ini, saya akan menunggu mas Rohman di sana, dan jangan lupa mas membawa motor dan perlengkapan mas saat mengojek ya," ujar Zain lalu memberikan alamat kantor cabang perusahaannya yang ada di Surabaya.


"Baik Mas Zain, saya Pasti datang besok pagi," ucap Rohman senang.


"Oh ya mas Satu lagi, Mas Rohman harus kasih tau ke Xindy mulai besok adik mas Rohman yang akan antar jemput dia," ujar Zain


"Baik mas Rohman, saya akan mengatakan begitu padannya.


"Saya ucapkan terima kasih mas Rohman mau membantu saya, kalau begitu saya permisi dulu ya mas Rohman," ujar Zain


"Silahkan Mas Zain, saya dengan senang hati akan membantu mas Zain," ujar Rohman, Zain lalu pergi dari sana menuju ke mobilnya, Leo yang sangat penasaran Ingin bertanya, tapi tatapan Zain menghentikan niatnya itu.


"Leo ..ayo jalan," suruh Zain, Leo pun melajukan mobilnya.


Semantara Xindy yang baru sampai di rumahnya langsung menuju ke Kamarnya dan segera mengganti bajunya.


Seperti biasa dia pergi ke sebuah warung makan yang tak jauh dari rumahnya untuk bekerja.


Xindy berlari dengan cepat karena tadi dia telat pulang dari sekolahnya karena ada Tugas tambahan darin Guru mapel Biologi yang sangat galak itu, besok saja mereka harus membawa seekor Jangkrik untuk bahan penelitian di Lab.


Xindy mempercepat larinya dan akhirnya dia sampai juga di sana. Dia di sana hanya bekerja satu jam saja, pemilik warung itu hanya butuh pencuci piring di saat waktu makan siang saja, dan di sana Xindy hanya di bayar dengan sepiring nasi lengkap dengan lauknya, lumayan buat Xindy yang tidak harus memasak lagi di rumahnya, ayahnya pun sore baru pulang dari pabrik.


"Xindy..kenapa kamu telat sekali hari ini, ayo cepat kebelakang, piringnya sudah banyak menumpuk di sana," suruh Pemilik warung kecil itu.


"Maaf mbak, tadi saya pulang sekolah agak telat," ujar Xindy lalu langsung menuju ke belakang.


Di sana sudah ada Wati anaknya Pemilik warung itu.


"Kak Xindy kemana aja sih, Wati kan capek di suruh sama ibu nyuci piring sebanyak ini sendirian," ucapnya kesal


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2