Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 43


__ADS_3

Devan yang baru saja keluar dari ruangan rawat Inge mendapatkan telpon dari Mamanya


"Assalamuàlaikum Van", ucap Bu Nita diseberang telpon


"Waàlaikum salam Ma, Mama ada apa nelpon Devan?" tanya Devan


"Emangnya Mama gak boleh ya nelpon Putra Mama ini ?,ucap Bu Nita merajuk


"Bukan begitu Ma,,Devan cuma nanya aja kok Ma,Mama jangan merajuk dong", jelas devan


"Kamu gitu ya Van,,mentang - mentang sudah ada orang yang disayang,kamu gak sayang lagi sama mama ? ",goda Bu Nita


"Apaan sih Ma,, Mama kenapa nelpon Devan, apa ada yg mau di omongin?"


" Sebenarnya Mama cuma mau mastiin aja kalau kamu baik-baik saja nak, kan di Rumah sakit pastinya kamu sering bergadang dan sering telat makan,makanya mama khawatir sama keadaan kamu", ujar Bu Nita


"Kok mama tau kalau Devan di Rumah sakit sih?" tanya Devan


"Ya iyalah Mama tau, gak mungkin seorang Devan Perdana meninggalkan gadisnya sendirian di rumah sakit", goda mamanya


"Oh ya gimana keadaan calon menantu mama sekarang",tanya Bu Nita


Devan tersipu mendengar pertanyaan Mamanya


"Alhamdulillah Ma dia sekarang sudah siuman, malahan keadaannya sekarang sudah sangat baik", ucap devan bahagia


"Alhamdulillah ya Van,jadi Kamu udah boleh dong ngajak dia ke mansion", ujar Bu Nita


"Belom Mama sayang,kan dia belum diizinin sama Dokter untuk pulang,,nanti kalau dia sudah benar-benar sembuh, Devan akan ngajak dia ketemu sama Mama dan Papa", janji Devan


"Oke kalau begitu,Mama titip salam aja buat dia ya Van,bilangin Mama minta maaf kalau belum bisa jenguk", ucap Bu Nita


"Baik Ma, Nanti Devan sampaikan ke calon menantu Mama",ucap Devan


"Kalau begitu Mama tutup dulu Telponnya ya Van, Assalamuàlaikum",


"Waàlaikumsalam", telpon pun terputus,Devan hendak pergi ke ruangan Dokter yg merawat Inge, Dokter itu tadi menyuruhnya ke sana, ketika dia baru keluar dari liff dia melihat dua sahabatnya berada di luar sebuah ruangan di sana


"Ngapain mereka disini?, kan ini jamnya kuliah", gumannya


Devan segera menuju ke sana


"Elang, Andi ngapain kalian disini? tanya Devan


"Kami lagi bawa Edo berobat",ucap Andi


"Emang si Edo sakit apa, kenapa kalian gak ngabarin gue?" tanyanya lagi


"Kita gak sempat ngabarin lo,karena kejadiannya tiba-tiba", jelas Andi

__ADS_1


Dia sakit apa sih sebenarnya?" tanya Devan khawatir


"Ketindihan Bidadari", jawab Elang ngasal


"Maksudnya apa sih, jangan bercanda kalian"ujar Devan


"Iya kami gak bercanda Van,dia memang ketindihan Bidadari, jadi tadi pagi ada Bidadari di kampus kita dan nabrak si Edo, ini nih rekamannya", jelas Elang sambil nunjukin rekaman yg sempat dia rekam tadi sewaktu kejadian


Devan tertawa melihat rekaman tersebut


"Jadi keadaan dia gimana sekarang?" tanya Devan


"Ini kami juga lagi nunggu dokternya keluar", ucap Andi


Selang beberapa menit kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan seorang Dokter keluar dari dalam ruangan,mereka langsung menuju kearahnya


"Bagaimana keadaan teman kami Dok?" tanya Elang


"Setelah di periksa,,Dugaan kami sementara teman kalian mengalami keretakan pada tulang bagian pinggulnya akibat benturan keras, untuk lebih jelas seberapa parahnya akan kita lakukan rontgent pada bagian tersebut", jelas Dokter itu


"Emang sebegitu parah Dok?" tanya Andi


"Kita belum dapat memastikannya, untuk lebih jelasnya kita tunggu saja hasil pemeriksaan selanjutnya"ujar Dokter itu


"Baik Dok, makasih banyak", ucap Devan


"Kasian Edo, baru saja mau mengejar Bidadari, Belom di dapat udah kena kutuk duluan", celutuk Elang


"Alhamdulillah, dia sekarang sudah sadar", ucap Devan tersenyum


"Alhamdulillah ya Van, Inge sudah sadar dan sekarang malahan si kunyuk yang sakit",ucap Andi kemudian


"Yuk kita lihat keadaan si Edo dulu,ntar baru kita jenguk Inge", ajak Elang


"Kalian duluan aja, gue mau ke ruangan Dokter sebentar, entar gue nyusul", ujar Devan


Merekapun masuk keruangan tersebut, di dalam ruangan itu terlihat Edo yang sedang meringis kesakitan, mereka tertawa melihat Edo seperti itu


"Cengeng lo Do, kayak anak perawan aja mewek-mewek kek gitu", ujar Elang


" Apaan sih lo,,Lo sih gak ngerasain, sakitnya tu di sini tau gak", Ucap Edo menunjuk dadanya


"Yang sakit pinggang lo, kenapa lo nunjuk dada lo",tanya Andi heran


"Sesak didada gue lebih parah dari pada sakit di pinggang gue", ucap Edo


"Lebay lo Do, gue kira lo sakit jantung juga",Ucap Andi


"Eh Kalian bukannya doàin gue biar cepat sembuh malahan doàin gue yang gak-gak, amit-amit deh gue punya penyakit jantung,bisa cepat End gue", ujar Edo sambil mengetuk- getuk kepalanya

__ADS_1


"Gue doàin deh agar lo cepat End, biar gue bisa ngejar tu Bidadari", canda Elang


"Dasar lo, giliran cewek aja lo doàin teman lo kek gitu,,memang ya lo sahabat karbitan", rajuk Edo


"Udah,,jangan merajuk gitu dong, kayak anak TK gak dikasih permen aja lo", ujar Andi


Pintu ruangan terbuka dan mereka bertiga menoleh kearahnya , Devan masuk dengan wajah berbinarnya menuju ke arah mereka


"Yuk kita keruangan Inge", ajak Devan


"Dasar teman lucnut lo,, bukannya nanya keadaan gue gimana malah ngajak mereka berdua pergi", Ucap Edo kesal


"Gue udah liat, keadaan lo baik-baik saja kan ",ucap Devan cuek


"Baik gimana, lo gak tau kan sakitnya sampai ke Hati gue",


"Kan lo sudah enak tuh di tindih Bidadari, sekarang lo nikmatin aja sakitnya, yuk kita pergi", ujar Devan Berbalik hendak keluar dari ruangan itu


Elang dan Andi segera mengikutinya


"Kalian beneran mau tinggalin gue di sini sendirian", teriak Edo saat melihat teman- temannya hendak keluar


"Devan!!!" teriaknya lagi


Devan hanya melambaikan tangannya


"Dasar kalian teman luknut, teman gak setia kawan,,tega ninggalin gue yg sedang sakit begini,Dasar tidak berperiEdoan", umpat Edo


🌹🌹🌹


Kuliah hari ini sudah selesai, Nia melirik kearah Bisma, tapi Bisma seakan cuek saja akan perubahan penampilannya


Dia menghampiri Bisma


"Bisma,, Gue hari ini mau kerumah sakit mau jenguk Inge, katanya Inge sudah sadar, kamu mau ikut bareng sama aku gak?", Nia berusaha menarik perhatian Bisma


" Lo duluan aja, nanti gue pergi sendiri saja ke sananya", jawab Bisma masih terus membereskan buku-bukunya


Sebenarnya Bisma sangat Ingin menjenguk Inge, tapi dia masih mengingat kejadian waktu itu yang masih meninggalkan sesak di dadanya


Nia yang bingung dengan sikap Bisma ,bertanya-tanya dalam hatinya kenapa Bisma bisa kayak gitu, padahal kemaren-kemaren kalau sudah menyangkut dengan Inge dia terlihat antusias sekali


Bisma pun pergi meninggalkan Nia yang mematung


Bersambung...


miss N😘😘😘


Hai para readers setiaku, jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


🌹🌹like...coment...vote🌹🌹


makasih...love U❤❤❤


__ADS_2