
Ada apa sayang, kenapa wajah kamu berubah gitu ?" tanya Inge
"Papa sama Mama Di culik " ucapnya lemah
"Apa..." Inge kaget mendengar apa yang di katakan kekasihnya itu, Lalu merebut ponselnya Devan dan melihatnya.
Di sana ada sebuah Vidio Bondan dan Nita yang di Ikat di sebuah Kursi yang saling membelakagi dengan mulutnya yang di sumpal dengan kain.
Devan masih shock, Dia baru sadar saat Inge memeluknya. Devan kemudian mengambil ponselnya lalu menghubungi Dion.
Dion sedang memeriksa beberapa File yang masih belum di tanda tangani oleh Devan. Suara ponsel mengagetkan dia, dia melihat sejenak lalu langsung mengangkatnya
"Ya ada apa Van ?" tanya Dion.
"Dion Lacak tempat yang sudah gue kirimkan melalui chat ke lo, dan segera kerahkan anak buah kita buat menuju ke sana." ujar Devan serius
"Kenapa bro kok serius amat, emang ada apa sih ?"
" Gue gak ada waktu buat bercanda, lo lakuin apa yang gue suruh," bentaknya, Dion kaget, tidak biasanya Devan seperti itu. Dion langsung melihat chat yang di kirimkan Devan kepadanya.
Wajah Dion berubah saat melihat Vidio itu.
"Siapa lagi yang cari gara-gara sama Devan, sepertinya dia sudah bosan hidup." ucap Dion segera mengirimkan vidio tersebut kepada anak buahnya lalu menelponnya.
"Tata kamu cari keberadaan tempat ini segera, cepat kamu kerjakan, Bos tidak mau semuanya terlambat," suruhnya
Mika sudah beberapa kali mengetuk pintu tapi tidak ada respon dari dalam, karena takut terjadi apa-apa sama Dion dia pun main masuk saja ke sana, dan saat dia masuk dia mendengarkan percakapan Dion dengan seseorang di telponnya.
"Apa...Om Bondan dan Tante Nita di Culik ? ",teriaknya
Dion juga kaget mendengar teriakan Mika yang menggema itu.
" Lo ngapain sih di sini ?" tanya Dion
"Bilang sama gue apa yang gue dengar tadi, apa itu semua benar ?" tanya Mika, Dion mengangguk.
"Ayo kita selamatkan mereka ," ajak Mika
__ADS_1
"Lo pikir mereka itu penjahat abal-abal hah, Om Bondan yang banyak pengawalnya saja itu bisa di culik, gue rasa orang yang menculiknya itu bukan orang sembarangan dan kita harus membuat rencana terlebih dahulu, gue lagi nunggu intruksi dari Devan, Sekarang gue di suruh ke Apartrmentnya," ujar Dion sambil bangkit hendak pergi.
"Gue ikut," seru Mika
"Lo di kantor saja, lo gak usah ikut yang ada lo bisa ngerecokin semuanya,"
"Gak mau, pokoknya gue mau ikut, titik," ujar Mika kekeh.
"Serah lo deh," ujar Dion lalu segera pergi dengan di ikuti Mika di belakangnya.
Sementara Devan segera menarik Tangan Inge dan membawanya ke mobil dan Inge pun hanya mengikutinya tanpa banyak bertanya.
Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Apartementnya. Sekitar dua puluh menit perjalanan menuju ke sana akhirnya mereka sampai juga, Devan memarkirkan mobilnya, berbarengan dengan masuknya sebuah mobil ke tempat parkir itu yang dia tau itu adalah mobil Dion.
Dion dan Mika keluar dari dalam mobil dan mengikuti Devan dan Inge menuju Apartementnya.
Devan tidak banyak bicara, dia menekan kode Apartementnya dan pintu Apartement itupun terbuka.
Devan menghempaskan tubuhnya di Sofa dia masih memegang tangan Inge sehingga Inge pun mendarat di pelukannya. Inge mau bangun karena malu di lihatin oleh Dion Dan Mika akan tetapi Devan menahannya.
"Biarkan begini sebentar saja agar aku mendapatkan kekuatan untuk menghadapi semua yang terjadi ini," ucapnya Lirih.
Inge membelai Rambut Devan dengan lembut, Dia dapat merasakan kesedihan kekasihnya itu, Inge juga akan merasakan perasaan yang sama dengan Devan apabila itu juga terjadi padanya. Inge berjanji akan membantu Devan untuk menyelamatkan Bondan dan Nita.
Entah kenapa Hati Inge sangat terpukul di saat melihat Vidio berdurasi sepuluh detik di ponselnya Devan itu. Ada Rasa kekhawatiran yang sangat besar dalam dirinya.
Devan akhirnya melepaskan pelukannya dan segera memanggil Dion , terlihat Dion dan Mika datang dari arah dapur dengan membawakan minuman buat mereka.
Dion duduk berhadapan dengan Devan, dia melihat gurat kecemasan yang sangat besar di mata Devan.
"Van..Kira-kira siapa yang berani bermain api sama lo," tanya Dion
"Sepertinya mereka bukan orang sembarangan," tambahnya
"Benar,, mereka memang bukan orang sembarangan," ucap Devan
"Apa sih yang mereka inginkan dari Om Bondan," ujar Dion
__ADS_1
"Sepertinya ini ada hubungannya dengan gue, gur curiga mereka mengertak gue agar membebaskan Angel dari penjara, lo kan tau Angel itu orang berada, mungkin itu salah satu dari keluarganya yang tidak terima gue menjebloskannya ke Penjara." ujar Devan
"Gue juga berpikiran sama dengan Lo, tapi kenapa harus orang tua lo yang menjadi korban,"
"Mungkin mereka sudah kehabisan cara dan akhirnya mereka melakukan ini semua," ucap Devan
"Sekarang rencana Lo apa Van ?
"Gue sendiri yang akan kesana, Lo kerahin anak-anak buat jaga-jaga saja, dan apabila sesuatu terjadi sama gue, gue minta tolong Lo jaga Inge dan keluarga gue," ucapnya.
"Sayang.." seru Inge menatap ke arah Devan, Devan juga menatap kearah Inge
"Kok kamu ngomong seperti itu, Pokoknya Aku harus ikut," ucap Inge
"Sayang kamu di sini saja bersama Mika, aku janji akan menyelesaikan semuanya dan akan kembali lagi ke sini," ucap Devan sambil menangkup pipi Inge.
"Gak mau, kalau kamu gak ngijinin aku buat ikut aku akan pergi sendiri juga, kamu tau kan aku sudah menganggap Papa dan Mama sebagai orang tua aku sendiri, mereka sudah sangat baik sama aku, aku juga gak bisa berdiam diri seperti ini saja," ujarnya
"Jangan keras kepala sayang, aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu, mereka itu bukan orang sembarangan, mereka pasti sudah mengatur strategi licik buat kita, aku gak mau kamu celaka,"
"Terus aku duduk manis saja gitu, sedangkan kamu harus berjuang sendirian di sana, enggak.. kamu izinin atau enggak aku akan pergi juga." ucap Inge tegas
"Sayang...Come on..kali ini saja kamu dengar apa kata aku, aku melakukan ini agar kamu tidak celaka, karena mungkin mereka banyak sekali di sana, aku takut mereka melukai kamu."
"Sayang kamu meremehkan aku ?
Devan sudah kehabisan kata-kata buat melarang Inge untuk Ikut, akhirnya dia pun mengalah juga.
"Baiklah kalau begitu, tapi kamu harus melakukan apa yang aku intruksikan ya,"
"Nah gitu dong dari tadi, kan aku gak capek-capek buat adu mulut sama kamu," ucap Inge senang.
Devan beranjak menuju kamarnya di ikuti oleh mereka semua yang ada di sana.
"Mika tolong lo buka itu," suruh Devan, Mika menggeser Frame fotonya Devan, tiba-tiba dinding kamar itu bergerak dengan sendirinya dan menampilkan sesuatu yang membuat mulut Inge ternganga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Like dan Coment yang banyak ya...🙏🙏🙏