Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
Eps 126


__ADS_3

"Jangan Bilang kalau kak Devan adalah Dedemit itu," ujar Inge


"Menurut kamu siapa lagi ?" ujar Devan sambil tersenyum manis ke arah Inge


Oh tuhan cobaan apa lagi ini, belum lagi aku bisa melupakannya, sekarang dia datang sebagai dedemit yang aku tunggu-tunggu kedatangannya, Ya Allah bagaimana lagi aku menghindarinya,beri aku petunjukmu Ya Rabb yang maha mengetahui segalanya,, Batin Inge


"Aku datang menagih Janjimu sayang, kenapa kamu pergi dariku, apa kamu gak tau bagaimana aku setelah kepergianmu kemaren ," ujar Devan


"Maaf kan aku kak Devan, Aku pergi bukan karena keinginanku. Akan tetapi takdir yang membuat aku harus pergi dari mu," ucap Inge mulai terisak.


Devan hendak menghampiri Inge.


"Stop...Kak Devan jangan ke sini, aku takut tidak bisa menahan diriku lagi," ujar Inge, Devan menghentikan langkahnya.


"Sayang..kenapa kamu begini ? apa alasannya kamu menghindariku seperti ini," tanya Devan pura-pura gak tau.


"Walaupun kamu pergi ke ujung dunia pun aku akan tetap bisa menemukanmu, karena aku gak bisa hidup tanpa dirimu sayang," Inge sakit sakit mendengar ucapan Devan itu, Air matanya mengalir deras di pipinya.Dia tidak tau harus ngomong apa, dia takut kalau dia mengatakan yang sebenarnya Devan akan semakin terpukul.


"Menikahlah dengan ku Inge Setia Dewi, Aku tau kamu mencintaiku lebih dari segalanya begitu pula denganku, aku gak bisa bayangin kalau kamu pergi lagi dari ku," ujar Devan


"Kak Devan ngerti gak sih perasaanku sekarang, aku binggung kak.." ucapnya


"Why...?ada apa dengan mu sayang, aku semakin gak mengerti dirimu, apa yang ada di pikiranmu itu sehingga kamu berani meninggalkanku seperti ini," Inge semakin terpojok, Dia terus saja menangis, sebenarnya Devan tidak tega melihatnya begitu akan tetapi dia ingin mendengar langsung alasan Inge meninggalkannya walaupun dia sebenarnya sudah tau semuanya.


"Kamu gak bakalan ngerti kak..aku gak mau kamu semakin sakit nantinya saat tau kenyataan yang sebenarnya," Inge semakin binggung karena Devan semakin mendesaknya untuk memberitahukan alasan kepergiannya itu.


"Aku gak akan mundur sayang, aku akan tetap menikahimu dan aku sudah mempersiapkan semuanya," ujar Devan


"Tapi kita tidak bisa bersama Devan Perdana.." ucapnya meninggi menyebut nama Devan tanpa embel-embel kak nya.


"Kenapa ? beritahu alasannya supaya aku bisa menerima keputusanmu itu ,"


"Kita itu..." ucapan Inge terhenti, dia memejamkan matanya sejenak dan mulai menatap wajah Devan. Masih ada getaran di hatinya itu, dia tidak bisa pungkiri bahwa sebenarnya dia juga tidak bisa jauh-jauh dari Devan.


"Kita Apa...? ayo lanjutin," ucap Devan


"Kita itu sedarah kak ," ucap Inge kembali memejamkan matanya tidak ingin melihat reaksi Devan.


Inge Binggung ketika tidak ada reaksi apapun di diri Devan, perlahan Inge membuka matanya namun


Cup...


Sebuah kecupan lembut mendarat di bibirnya sehingga membuatnya kaget bukan kepalang, Inge mendorong tubuh Devan tapi tenaganya tidak bisa membuat Devan menjauh darinya malah Devan memeluknya dengan erat.


Inge memberontak saat Devan memeluknya, dia ingin melepaskan pelukan itu.

__ADS_1


"Apa kamu tidak rindu padaku Inge sayang," ucap Devan


"Lepasin aku Kak, kita tidak bisa seperti ini," ujar Devan


"Apa sebagai adik kakak kita tidak bisa berpelukan ?" seketika Inge mematung mendengar ucapan Devan itu.


"Kak Devan tau kalau sebenarnya kita itu adik kakak?"


"Bahkan aku lebih tau segalanya dari kamu," ucap Devan, Karena Inge sudah tidak berontak lagi Devan mulai melepaskan pelukannya itu.


Devan menghapus air mata Inge dengan jari-jarinya,Dia menatap Inge lekat.


"Maksud kak Devan Apa ?


"Sebelum aku menjelaskannya aku ingin bertanya dulu padamu ,"


"Coba tatap mata aku, apa kamu tidak merasakan apa-apa ketika menatap mata ini," Inge menundukkan wajahnya akan tetapi tangan Devan memegang dagunya sehingga dia tidak bisa melakukan itu.


"Ayo jawab sayang,"


"Aku..aku.."


"Aku tau kamu sangat mencintaiku, aku tau itu,"


"Tapi ini semua gak mungkin kak ," ucap Inge


"Apa cinta kita gak bisa mempersatukan kita, siapapun kamu..aku tetap akan menikahimu sayang," ujar Devan


"Apa kamu sudah gila ya..kita itu adik kakak, kita itu sedarah, kita gak mungkin bersatu," ujar Inge mulai menjauhi Devan.


"Siapa bilang kita sedarah ?" tanya Devan yang menghentikan langkah Inge, Inge berbalik dan menatap Devan yang tersenyum padanya


"Apa maksud kak Devan ?"


"Aku akan memberitahukannya asal kamu mau menciumku dulu," ucap Devan


"Kak Devan aku gak bercanda ," ucap Inge meninggi.


"Kalau begitu kamu ke sini dulu, kita harus menonton sebuah vidio di sana," ujar Devan menunjuk ke arah Layar proyektor itu.


Inge mulai berjalan kembali mendekati Devan, Devan segera merangkulnya dan membawanya duduk di atas permadani.


Devan menyalakan Laptopnya dan melakukan panggilan Vidio ke Bondan dan Nita yang sedang berada di rumah besar.


Di layar itu muncullah sosok pasangan paruh baya yang sangat di kenal Inge.

__ADS_1


"Mama...Papa..." ucapnya spontan, terlihat Nita menangis di sana sambil memeluk Bondan.


"Annisa anak ku," ucap Bondan


"Pa..ma..nanti saja mewek-meweknya, Ayo jelasin dulu sama Inge kenyataan sebenarnya" ucap Devan


"Dasar kamu anak sekaligus calon menantu kurang ajar ya, sama calon mertua kamu masih bisa seperti itu," ucap Bondan


"Peace Pa..he..he.." ucap Devan sambil cengengesan dan membentuk jarinya seperti huruf V.


Inge melongo mendengar ucapan papanya itu.


" Sebenarnya ini ada apa sih, kenapa papa memanggil kak Devan sebagai calon menantu, bukankah kak Devan itu juga anak papa dan mama ?"


"Memang iya sih," ucap Bondan Ambigu


"Ada apa sebenarnya, aku semakin binggung sama kalian," ujar Inge


"Kamu jangan bingung-bingung sayang, inilah kami orang tua kamu, sebaiknya kamu terima saja Devan jadi suamimu agar dia tidak mencoba bunuh diri lagi," ujar Nita


"Apa...kak Devan mencoba bunuh diri ?"


"Iya Nak, coba kamu lihat kepala anak bodoh itu, dia sampai membenturkan kepalanya ke dinding saat kamu meninggalkannya." ucap Bondan.


Inge Sontak melihat kepala Devan, benar adanya ada bekas jahitan di sana yang sudah mengering, Inge mengelus lembut kepala Devan sehingga Devan memejamkan matanya.


"Maaf kan aku ka Devan, Aku sudah membuat kamu seperti ini." ujar Inge


"Ehemm.." dehem Bondan , Inge kembali melihat ke arah layar itu.


"Tapi bukankah kita tidak bisa menikah pa, kenapa papa menyuruh Inge buat menerima lamarannya," tanya Inge


"Kamu mau tau aja apa mau tau banget," ujar Nita


" Mama..Inge gak bercanda, ayo jelasin sama Inge ma..Pa.." ucap Inge heran sama pasangan aneh itu.


"Oke..mama akan jelasin semuanya, kamu harus siap mengahadapinya ya sayang,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayo coment yang banyak dong...dan jangan Lupa mampir juga di CS ku ya dan mohon dukungan sebanyak-banyaknya, agar miss n juga bisa merasakan nikmatnya apresiasi menjadi penulis.


CS miss N Judulnya :


CINTA BEDA DUNIA

__ADS_1


kalau gak ketemu klik aja gambar profil miss N, di sana ada semua karya-karya miss N...


Makasih sebelumnya...Love U❤❤❤


__ADS_2