
"Kerja sama Inge " ucap Devan Ambigu
"Maksud lo ? lo di sana lagi kerja sama Inge, emangnya kalian kerja apaan ?" tanya Dion yang masih belum mengerti dengan apa yang di maksud oleh Arvan
"Lo gak bakalan mengerti, makanya lo cepat halalin Mika agar lo mengerti apa yang kami kerjakan," Mendengar ucapan Devan itu Dion baru mengerti apa maksudnya.
"Dasar lo Van...gue pikir kalian lagi mengerjakan apa di sana, ternyata itu..oke deh gue tutup Telponnya semoga kalian berhasil ya.."
Tut..tut...
Sebelum Dion memutus sambungan telponnya Devan sudah duluan memutuskannya.
"Om ganteng Inge ada bersama kak Devan gak ?"
"Iya mereka lagi kerja ,"
"Emang mereka lagi kerja apa Om ganteng ?
"Lagi buat anak, kamu mau ?
"Gak ah, nanti saja kalau sudah halal,"
"Yuk..
"Kemana ?" tanya Mika binggung
"Halalin kamu ,"
"iiih Om ganteng...bercanda aja deh,"
"Beneran sayang, aku juga pengen seperti mereka,"
"Katanya mau selesai Pesta Perusahaan dulu, aku gak mau ah buru-buru gini," ujar Mika
"Iya deh, terserah kamu saja. Aku akan sabar menunggunya, ayo kalau begitu ?
"Kemana ?
"Pulang kerumah aku ,"
"Oh Kirain..
"Kamu udah gak sabar ya..."
"Au ah...yuk.." Mika melangkah menuju ke mobil, Dion hanya bisa mengelengkan kepalanya lalu mengikutinya dari belakang.
🌹🌹🌹
Di Mansionnya...
__ADS_1
Inge sudah siap dengan riasannya, dia terlihat sangat sempurna dengan balutan gaun panjang tanpa lengan berwarna Hitam polos, gaun simple tapi elegant yang membuat aura kecantikannya semakin keluar. Gaun itu di rancang khusus oleh Desainer ternama di kota itu.
Hari ini dia akan menghadiri acara pesta Perusahaan Perdana Corperation bersama Suaminya yang juga sudah siap dengan kemeja putihnya yang dipadukan dengan Jas Hitam senada dengan gaunnya Inge.
"Sayang...apakah kamu sudah siap ?" tanya Devan
"Iya sayang..aku sudah siap kok, ayo kita berangkat ,"
Mereka pun turun bak seorang Pangeran bersama putri yang sangat serasi, di bawah sudah menunggu Bondan Dan Nita yang juga sudah siap dengan setelan masing-masing, mereka juga menggunakan pakaian yang tidak terlalu mencolok namun Elegant yang membuat mereka nampak sederhana tetapi sangat menawan.
"Van..kita berangkat bareng ya ," ujar mama Nita
"Jangan Ma, aku dan Inge biar pakai mobil itu saja," ujar Devan sambil menunjuk ke arah sebuah mobil yang sangat sederhana yang sengaja di belinya hanya untuk pergi ke pesta tersebut.
Nita dan Bondan tersenyum, mereka tau apa yang ada dalam pikiran Putranya sekaligus menantunya itu.
"Ya sudah, kalau begitu kami duluan ya sayang," ujar Mama Nita lalu naik ke mobilnya dengan Bondan yang juga melakukan hal yang sama dengannya, mereka sudah berangkat kini tinggal Inge dan Devan yang masih di sana.
"Sayang..apa gak seharusnya kita ganti mobil ya, masak seorang Mr DP naik mobil seperti ini sih," ujar Inge
"Justru inilah kejutannya sayang, mereka tidak akan menyangka kalau aku itu Mr DP pemilik perusahaan itu."
"Ooo aku ngerti maksud kamu sayang, kalau begitu ayo kita berangkat,"
"Sayang tunggu sebentar ," ucap Devan kemudian dia mengambil sesuatu di dalam sakunya.
"Nah ini baru sempurna," ucap Devan, Inge langsung memegan kalung itu.
"Kak Devan dari mana kamu dapat kalung ini, aku sudah capek mencarinya, ternyata ada sama kamu,"
"Iya, aku mengambilnya saat kamu di culik kemarin, aku menyimpannya di lemari Brankas yang ada di Apartement kita," ucapnya
"Kamu semakin cantik saja sayang, kita gak usah pergi ke pesta yuk, "
"Kenapa ?
"Aku mau kita di kamar saja ,"
"iiih kak Devan, Jangan mulai lgi deh, gak cukup apa semalam sampai tiga Ronde, aku gak mau lagi. Kan aku juga mau kepesta perusahaan suamiku,"
"Iya deh, ayo kita berangkat ," Devan membukakan pintu mobil buat Inge dan setelah inge masuk ke mobilnya dia pun mengitari mobil itu dan duduk di balik kemudinya.
"Sayang sudah siap ?" Inge mengangguk, Devan pun segera melajukan mobilnya menuju ke Hotel di mana pesta di adakan.
Sementara di rumahnya Dion, Mika dan Nia sudah Cantik dengan balutan gaun masing-masing, sedangkan Dion juga sudah terlihat tampan dengan balutan jas nya yang senada dengan gaunnya Mika.
Tak lama kemudian bunyi klakson sebuah mobil mengagetkan mereka.
"Siapa sih, kenapa bunyi klalson mobilnya terasa aneh ," ujar Mika
__ADS_1
"Itu pasti kak Edo, aku tau dia gak berani masuk, aku berangkat duluan ya Mik," ucapnya kemudian bergegas menuju ke arah pintu depan.
Benar saja kalau suara klakson mobil itu milik Edo, Edo sengaja merental sebuah mobil untuk di gunakan buat ke pesta tersebut.
"Sayang...kamu kok gak masuk sih ," tanya Nia
"Gak ah, aku takut sama kak Dion,"
"Ya sudah yuk kita berangkat," Nia pun masuk ke mobil namun Edo masih belum melajukan mobilnya.
"Loh kenapa belum jalan," tanya Nia
"Sayang maaf ya, aku cuma bisa bawa kamu pakai mobil butut ini, tapi ini semua aku bersusah payah loh ngerentalnya,"
"Gak apa-apa sayang, aku mengerti kok, aku gak apa-apa naik mobil butut asalkan bersama kamu," ucapan Nia itu membuat Edo lega, dia sempat merasa gak enak tadi karena Nia yang biasanya naik mobil mewah hari ini harus naik mobil butut bersamanya.
"Udah yuk kita berangkat," ucap Nia semangat. Edo pun melajukan mobilnya.
Dion sudah siap, dia sedang menunggu Mika yang masih belum keluar dari kamarnya.
"Sayang..kamu sudah siap belom ?" tanya Dion
"Bentar lagi sayang, aku lagi pakai hiels.
"Pasti dia kesusahan deh kalau harus pakai Hiels, dia kan gak pernah pakai begituan," guman Dion
Dion berencana untuk masuk ke kamar Mika namun sebelum dia melakukannya Mika sudah keluar, penampilan Mika hari ini sangat memukau sehingga membuat Dion sampai ternganga melihatnya.
"Om ganteng kenapa ngences gitu lihat aku," Dion langsung memegang mulutnya, ternyata tidak ada apa-apa di sana.
"Sayang.. kamu ngerjain aku ya ?"
"Ha..ha..habisnya mulut kamu sampai ternganga seperti itu lihat aku, aku cantik ya sayang ?
"You are so Beutifful honey.."
"Makasih," ucap Inge tersipu.
"Ya sudah nunggu apa lagi ayo kita berangkat ," ajak Mika, mereka pun juga berangkat.
Di Hotel tempat pesta di adakan..
Pasukan Ninja dan Herois Busters sudah siap siaga dengan memakai pakaian yang sama, tidak ada yang mengetahui siapa mereka, diantara sesama pasukan pun tidak saling mengenal satu sama lainnya.
Hotel mewah yang di jadikan tempat pesta di adakan pun di desain sedemikian rupa, setiap Tamu undangan di periksa dengan ketat seperti intruksi dari atasan mereka.
Sebuah mobil berhenti tepat di depan Hotel tersebut yang mengundang perhatian semua tamu undangan yang berada di luar Hotel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1