
"Aku gak butuh ini ma, aku bisa membeli semuanya dengan hasil kerjaku nanti," ujar Xindy yang membuat Inge semakin terkesan dengannya.
"Tapi kan kamu harus bayar uang sewa Kontrakan Nanti ," ujar Inge
"Kalau itu sih aku hanya butuh uang cash saja Ma, hanya Untuk bayarin sewanya aja ," ucap Xindy
"Kamu itu persis Mama sewaktu muda dulu deh sayang, maunya hidup mandiri, memang Zain gak salah memilih pacar," ujar Inge
"Ah mama bisa aja muji nya, aku gak sebaik itu kok ," ujar Xindy
Sebuah Mobil berhenti di depan Rumah itu, terlihat Joko dan Lima Teman Xindy turun dari mobil itu.
"Kalian sudah datang ? Gimana kerjaan yang di kasih sama Joko apa kalian suka ?" tanya Inge
"Suka banget Tante," jawab Tedi
"Loh Tedi bukannya kamu sudah punya pekerjaan ya di Restorant tadi ?" tanya Xindy
"Aku sudah keluar dari sana, aku di kasih kerjaan sama pak Joko yang lebih menantang," ujar Tedi
"Apa Itu ?
"Supir Truk Angkutan barang ," ucapnya Bangga
"Emangnya lo bisa bawa Truk Ted ?" tanya Xindy
"Ya Bisa lah, dulu waktu di Kampung, gue pernah ngikut paman gue bawa Truk pengangkut pasir jadi gue mahir kalau dalam Hal yang begituan, tinggal buat SIM nya saja ," ujar Tedi
"Ooo bagus lah kalau begitu, yang lainnya gimana ?" tanya Xindy
"Karena kita lulusan SI nih ya maka kita kerjanya lebih enakan dikit Bos Cantik ," ujar Emon
"Emang kerja apa Mon ?
"Kita bertiga di suruh jagain Gudang alias Satpam he..he..," ucap Anjar
"Loh kok bertiga sih, satunya lagi gimana ?
"Si Radit katanya mau ikut Bos Cantik kerja di Perusahaan, yach sesuai dengan Keahliannya Jadi cleaning Servis katanya," ujar Selamet
"Kenapa begitu , kan kerja bareng dengan yang lain kan lebih seru ,"
"Gue mau jagain Bos Cantik, siapa tau ada yang jahatin Bos Cantik di sana," ujar Radit
"Alasan aja dia Bos Cantik, bilang saja lo pengen kerja kantoran ya kan..ha..ha..," ujar Tedi
"Itu sih juga Iya..," ujar Radit cengengesan.
__ADS_1
"Tapi bagus juga loh Radit kerja di sana, kan gue ada temannya,siapa tau nanti gue butuh bantuan dia,"
"Tuh kan benar pilihan gue," ucap Radit
Sementara Di Perusahaan Perdana Corperation..
"Selamat datang kembali Pak Zain...kita sangat senang Pak Zain telah kembali ke Perusahaan ini," ucap Seorang wanita Cantik yang berada di depan Zain.
"Terima kasih semuanya, Saya sangat Bangga pada kalian semua, di saat saya tidak ada kalian tetap memberikan yang terbaik buat perusahaan ini, sekali lagi saya berterima kasih dan untuk itu saya akan memberikan Bonus buat kalian semua tanpa terkecuali," ucap Zain di iringi sorakan dan tepuk tangan dari seluruh Karyawan yang ada di sana.
Acara penyambutan Zain telah usai, tapi Zain binggung karena Joko tidak berada di sana.
"Leni..di mana Om Joko," Zain bertanya kepada wanita Cantik tadi yang merupakan Sekertarisnya.
"Eh iya saya Lupa mengatakannya pada Pak Zain kalau Pak Joko sedang pergi bersama Ibunya Pak Zain." ujar Leni yang menatap Zain dengan penuh perasaan.
Leni sudah dari dulu mencintai Zain, akan tetapi Dia tidak berani mengatakannya kepada Zain karena sikap dingin Zain terhadap wanita membuat Leni sedikit takut untuk mengutarakannya.
Zain juga tau hal itu namun dia tidak pernah menanggapinya karena hatinya tidak pernah bergetar untuk Leni dia hanya menganggap Leni hanya sebagai sekertarisnya saja.
"Oh ya Leni nanti Jam makan siang saya mau makan di ruangan saja, kami siapkan semuanya , sekarang kamu boleh pergi," suruh Zain
" Baik Pak Zain.." ujar Leni kesal karena di suruh pergi oleh Zain, padahal dia masih betah seruangan dengan Zain.
Tok..tok..
"Masuk...!
Ceklek...
"Zain..apa kamu sibuk ?" tanya Joko
"Eh Om Joko, baru balik ya. Gak kok aku gak sibuk , emang ada apa Om ?" tanya Zain
"Begini Zain, Mama kamu menyuruh kamu makan siang di rumah hari ini ," ujar Joko
"Loh kok tumben Mama mau makan siang bareng aku Om ?
"Gak tau tuh mbak Inge..katanya dia lagi bahagia hari ini ," ujar Joko
"Mencurigakan..apa ya yang membuat mama bahagia, apa jangan-jangan mama lagi Jatuh cinta ya Om ?
"Huss..mulut kamu ini ya, kalau Mbak Inge tau bisa di jewer kamu Zain," ujar Joko
"Kan udah sering Om, sudah kebal ha..ha..,"
"Gimana ? apa kamu nanti akan pulang ke Mansion ?" tanya Joko
__ADS_1
"Ya iyalah Om, kalau aku gak pulang bukan hanya telingaku yang kena jewer tapi aku bisa di pecat jadi anak," ujar Zain yang membuat Joko tertawa.
"Kalau begitu Om keruangan Om dulu ya,"
"Baik Om."
Zain kembali melanjutkan pekerjaannya agar nanti bisa tepat waktu pulang ke Mansion untuk makan siang dengan mama Tercintanya.
*
*
Pagi sudah tiba, Xindy pagi-pagi sekali sudah siap untuk pergi bekerja.
"Huff..semoga hari ini berjalan Lancar, Semangat Xindy..," ucapnya mulai menaiki motor matic nya yang di beli oleh Inge untuk kendaraan Xindy saat pergi kerja, awalnya Inge mau memberikan sebuah Mobil buatnya namun Xindy langsung menolaknya.
Dia sekarang sudah berdiri di depan Gedung yang menjulang Tinggi yang bertuliskan PERDANA CORPERATION. Xindy sangat takjub melihat gedung itu.
"Ternyata Rico sangat kaya, aku merasa gak pantas menjadi ke kasihnya, tapi aku sudah Janji sama Mama Inge mau membantu Rico untuk sembuh, Ah aku gak usah mikir macam-macam dulu yang penting Rico sembuh dulu nanti aku pikirin lagi apa yang harus aku lakuin.
Xindy mulai melangkah masuk ke dalam Gedung itu, ternyata dia karyawan pertama yang datang ke Perusahaan itu karena memang gedung itu terlihat sangat sepi hanya Satpam penjaga saja yang tetlihat berdiri di depan pintu masuk.
"Selamat Pagi pak..
"Pagi neng, Neng ini siapa ya ?" Tanya Satpam itu
"Kenalin pak Aku Indah Cleaning servis di sini," ucap Xindy menyodorkan tangannya untuk bersalaman, satpam itu menyambut tangan Xindy alias Indah.
"Sepertinya Neng baru ya di sini, kok bapak gak pernah lihat Si neng sih ?
"Bapak benar, saya baru hari ini masuk kerja, orang-orang kemana pak, kok sepi amat ?"
"Si Neng yang datangnya kepagian, orang-orang pada belom datang Neng, mending kita ngopi dulu aja yuk Neng ," ajak Pak Satpam yang ber name Tag Supri itu.
"Gak usah deh Pak aku langsung kerja saja, oh ya pak Ruangannya CEO lantai berapa ya Pak ?"
"Mau ngapain kamu ke sana neng?"
"Gini ya pak ,yang ngasih kerjaan ini bilang kalau aku harus membersihkan Lantai di mana letak Ruangan CEO, gitu pak ,"
"Ooo kamu naik saja ke Lantai 23, di sana ada dua ruangan yang satu Ruang CEO dan yang satu lagi ruangnya pak Joko.
"Ooo makasih ya Pak ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir dong di Novel terbaru aku..
__ADS_1
judulnya : Dendam Sang Pewaris