
Kini Zain sudah berada di depan sosok berselimutkan Kain putih yang terbaring Kaku di atas Brankar. Zain berharap ini hanya mimpi buruk dan dia ingin segera bangun dari mimpinya.
Rasa sakit di kepalanya menandakan kalau itu semua bukan Mimpi tapi kenyataan Pahit yang harus di teriman nya.
Satu lagi harapan Zain yaitu orang yang terbaring di depannya itu bukanlah Xindy kekasihnya.
Perlahan Zain membuka Kain penutup itu sambil memejamkan matanya, Zain takut apa yang dia harapkan tidak terjadi. Perlahan Zain membuka sedikit demi sedikit matanya dan bagai di sambar petir Tubuh Zain seakan melayang dan kesadarannya pun hilang.
Inge berteriak memanggil Dokter agar memeriksa keadaan Putranya itu, dia tau kalau Zain sangat terpukul dengan kepergian Xindy.
Di Kediamana Perdana...
Terlihat semua orang datang berbondong-bondong kesana untuk melayat Almarhumah Xindy, mulai dari keluarga sahabat-sahabatnya ,Juragan Kambing dan Teras pun terlihat di sana.
Susan terlihat terbaring lemah di atas Sofa, setelah mengetahui kalau Xindy meninggal Susan tidak sadarkan diri sampai sekarang
Zain terlihat seperti tidak bernyawa di atas Sebuah Kursi Roda yang tidak jauh dari Jenazahnya Xindy.
Air mata Zain terus saja mengalir, terlihat Jo masih selalu setia di samping Bosnya itu.
🍃Flash Back Off
"Mas Zain.." ucap Xindy sekali lagi
Zain tersadar seakan-akan seluruh tenaganya kembali ke tubuhnya, dia bangun dari kursi Roda lalu menghampiri Xindy.
"Sayang..kamu sudah bangun..Lihat kan Ma, benqmar kata Zain Xindy hanya tidur saja, sekarang dia sudah bangun ," ucap Zain sambil memeluk Xindy dan mencium seluruh wajahnya.
Xindy merasa binggung dengan semua ini dan dia kembali melihat sekitarnya.
"Mas kenapa orang-orang pada takut melihat aku sih, memangnya aku hantu apa ?" tanya Xindy.
"Sudah ya sayang, jangan perdulikan mereka kita ke Kamar yuk sayang, kamu butuh istirahat ," ujar Zain lalu mengendong Xindy dan membawanya menuju ke kamar.
"Jo urus semua orang yang melayat, jangan sampai mereka menyebarkan isu buruk terhadap Xindy." suruh Zain
"Baik Zain ," jawab Jo lalu segera melakukan apa yang di suruh oleh Bos nya itu. Dia juga sangat senang karena Xindy tidak jadi meninggal.
"Memangnya kenapa sih sayang, apa yang terjadi sama aku sih ?" tanya Xindy semakin Bingung.
__ADS_1
"Tidak terjadi apa-apa, kamu istirahat saja di kamar ya, kamu tidak usah memikirkan hal itu," ucap Zain, Rasa oenasaran Xindy semakin besar saja mendengar ucapan Zain.
Sementara Inge segera memanggil Dokter untuk datang ke Mansionnya, dia masih belum percaya dengan kejadian itu. Dia harus memastikan kalau Xindy benar-benar telah hidup kembali.
Tok..Tok...
Zain apa boleh Mama masuk sayang ?" tanya Inge
"Masuk saja Ma, pintu tidak di kunci kok ," jawab Zain.
Ceklek..
Pintu itu terbuka, terlihat Inge mulai masuk ke sana.
"Sayang kamu kan tadi sedang sakit, sekarang ada Dokter yang mau memeriksa keadaan kamu ya sayang, apa boleh mereka masuk ?" tanya Inge sama Xindy.
"Kenapa harus tanya aku Ma, suruh masuk saja. Lagian aku juga merasakan sakit di tubuhku, rasanya pegal banget Ma ," ucap Xindy
Inge memanggil Beberapa Dokter agar masuk ke sana, Sewaktu di luar kamar Inge sudah berpesan sama semua Dokter tersebut agar tidak membahas tentang meninggalnya Xindy.
Satu persatu Dokter memeriksa Xindy, Xindy merasa binggung kenapa banyak sekali Dokter yang di panggil hanya untuk memeriksa penyakitnya.
Inge mengelus dadanya Lega karena Memang Xindy ternyata belum meninggal.
"Tapi badan saya sakit semua Dok, kenapa Ya ?" tanya Xindy
"Mungkin kamu sangat kelelahan sehingga badan kamu pegal, di bawa istirahat beberapa hari saja pasti hilang pegalnya." ujar Dokter itu
"Kalau di pijat boleh enggak Dok, soalnya tadi sebelum aku tidur aku pengen di Pijat di Salon gitu, pasti enak tuh dengan aroma terapi yang menenangkan, boleh ya Dok ," ujar Xindy
Semua Dokter tertawa melihat Raut wajah imut Xindy ketika meminta persetujuan Dokter itu.
"Boleh tapi di tunggu setelah dua hari ya Xindy, sekarang kamu harus Istirahat Total selama dua hari ,"
"Oke Dok..Makasih ya Dok ," ujar Xindy
Inge dan semua Dokter sudah pergi, Zain masih menatap ke arah Xindy dengan perasaan bahagia yang teramat sangat.
"Sayang..kenapa kepalamu di perban sih, apa kamu kecelakaan ?" tanya Xindy yang masih binggung melihat Penampakan Zain seperti itu
__ADS_1
"Enggak Kok sayang, aku hanya kepentok saja kok ," ujar Zain bohong
"Masak kepentok sampai seperti ini sih di perbannya,"
"Dokternya kurang kerjaan, katanya terlalu banyak perban di rumah sakit sampai-sampai mereka membalut semua kepalaku ," ucap Zain
"Ha.. ha.. ha.. ada-ada saja sih Dokternya, pasti Dokternya seorang pelawak deh, lucu banget sih ," Xindy tertawa.
Zain sangat senang melihat tawa kekasihnya itu, dia sangat merasa bersyukur karena Tuhan masih memberi kesempatan untuk mereka hidup bersama, Zain berjanji setelah mereka berdua sembuh dia akan segera memboyong Xindy ke pelaminan.
Sementara Jo masih menenangkan keributan di Luar, dia mewanti-wanti kepada semua pelayat agar merahasiakan apa yang mereka lihat hari ini dan bersikap seperti biasa terhadap Xindy, dan jangan ada satu orang pun yang membeberkan kejadian itu kepada siapa saja.
Jo juga menegaskan bagi siapa saja yang tidak mematuhinya akan menerima konsekuensinya yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.
Semua pelayat pulang, di sana hanya Tinggal para keluarga saja dan beberaba sahabat Xindy.
"Ayo semua bereskan semua ini, jangan sampai ada yang tersisa dan jangan sampai Xindy curiga kalau dia tadi sudah meninggal ," ujar Jo
Mereka semua melakukan apa yang di suruh Oleh Jo, dan sebagian mengganti bajunya agar tidak menimbulkan kecurigaan Xindy.
Di kamarnya Xindy mau bangun, dia penasaran dengan kejadian di Luar tadi. Akan tetapi Zain selalu berada di Sampingnya sehingga dia tidak bisa kemana-mana sekarang.
Dari arah pintu terlihat Susan memakai pakaian lain dan menemui Xindy.
"Ibu.." panggil Xindy
Susan melangkah ke arah Xindy dengan senyum manis di bibirnya.
"Sayang, bagaimana keadaan kamu sekarang, apakah sudah mendingan ?" tanya Susan
"Iya Bu, aku sudah mendingan Kok, tapi kata Dokter aku masih harus Istirahat total dua hari dan setelah itu baru bisa beraktifitas seperti biasa," ucap Xindy
"Oh Syukurlah kalau begitu. Oh ya sayang Di Luar ada teman-teman kamu dari kampung ingin bertemu dengan kamu ," ujar Susan
Xindy melihat kearah Zain mengharap persetujuan dari Zain. Zain menganggung sambil tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Udah pada mampir belom di Dendam sang pewaris 😁😁
__ADS_1