Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 52


__ADS_3

Mika terus memandangi Dion, sehingga membuat Dion merasa risih. Mereka segera memesan makananya. sambil menunggu makanan datang, Dion menyapa Inge untuk mengalihkan pandangan Mika.


Inge!! kamu sudah sembuh apa masih ada yang sakit", ujar Dion


Eheemmm..


Devan berdehem, Dion menatap ke arah Devan , tatapan membunuh Devan membuatnya ciut.


"Peace", ucap Dion mengangkat dua jarinya


Dion berharap kalau dengan menyapa Inge pandangan Mika ke arahnya teralihkan, akan tetapi dia salah besar, Mika masih setia memandang ke arahnya dengan senyuman genitnya.


"Ngapain sih lo mandangin gue kayak gitu", ujar Dion


Mika tersenyum, kali ini senyumannya tulus membuat jantung Dion berdetak lebih cepat.


"Ada apa sama gue, jangan-jangan gue udah punya perasaan sama dia", Batin Dion, Dion mengalihkan pandangannya .


Pesanan mereka pun datang, Mereka mulai makan. Devan menyendokan makanannya lalu menyuapi ke arah Inge, Inge pun malu di buatnya tapi dia menerima juga suapan dari Devan.


pemandangan itu membuat Mika ingin merasakannya.


"Om ganteng gak mau nyuapin aku juga kayak kak Devan sama Inge ??", tanya Mika blak-blakan


Uhuukkk...uhukkk...


Dion tersedak makanan yang dia makan, Mika segera memgambil air dan meminumkan ke mulut Dion, Dion segera meminumnya.


"Pelan-pelan dong Om ganteng makannya, jadi tersedak kan", ucap Mika tanpa merasa bersalah


"Semua gara-gara lo tau gak", ucap Dion


"Kok gara-gara aku sih Om, Om aja yang cepat-cepat makannya tadi", ujar Mika gak mau kalah


"Hei kalian !!!, kalau mau berantem jangan di sini, ganggu aja", ucap Devan dingin.


Mereka pun terdiam dan melanjutkan makannya.


Acara makan malam pun sudah selesai, Devan berencana mengajak Inge jalan-jalan.


"Kita mau kemana Honey?? " tanya Inge


"Kamu maunya kemana??", tanya balik Devan


"Waktu kita pulang dari Rumah sakit kemaren aku melihat ada pasar malam di dekat-dekat sini, aku sudah lama sekali tidak merasakan meriahnya pasar malam gimana kalau kita kesana", ucap nya

__ADS_1


"Gue setuju, udah lama ya Nge kita gak naik wahana seru yang ada di sana", ujar Mika semangat.


Devan berfikir sejenak lalu mengangukkan kepalanya.


"Bro gue pulang saja ya", ucap Dion


"Gak boleh, lo harus temenin Mika kemanapun kita pergi malam ini", ucap Devan datar


"Ayolah Bro,, Besok gue harus kerja dan besok jadwal gue padat banget", alasan Dion


Devan menatap dingin ke arah Dion,


"Iya,,iya gue ikut", ucap Dion seketika membuat Mika senang


"Kita ikut mobil lo aja, mobil gue terlalu sempit untuk berempat", alasan Devan, padahal dia gak mau nyetir sendiri karena ingin mesra-mesraan sama Inge.


"padahal mobil dia sama mobil gue sama saja, pasti dia malas nyetir karena ada Inge", Batin Dion


"trus mobil kamu gimana honey??" tanya Inge


"Gampang !!, Dion lo urus mobil gue", suruh Devan, Inge mulai curiga sama Devan, kenapa Dion selalu nurut sama perintah Devan , bahkan Dion tidak berani membantahnya padahal kan mereka cuma sahabat.


"Honey kok malah nyuruh kak Dion sih, itu kan mobil kamu", ujar Inge


Devan lupa kalau Inge belum mengetahui siapa dia sebenarnya, dia pun membuat alasan.


"tapi kok nadanya seperti memerintah sih, bukan minta tolong", ucap Inge


"Devan memang seperti itu kok kalau minta tolong", ucap Dion membela Devan


"Gak bisa gitu dong kak Dion, seharusnya Kak Devan ngomongnya minta tolong bukannya nyuruh", ucap Inge kesal dengan sikap Devan yang menurutnya gak sopan.


"Udah dong baby, aku janji kalau ke depannya akan lebih sopan sama Dion", bujuk Devan


" Rasain kamu Devan, kena marah kan kamu sama Inge", Batin Dion tertawa dalam hati


"Dion !!Jangan menertawakan ku", ucap Devan dingin


"Mana berani Bro aku tertawain lo", ujar Dion bingung kenapa Devan bisa tau kalau dia sedang menertawakannya dalam hati.


"Honey!!", ucap Inge sambil melototkan matanya ke arah Devan


"Iya baby, gak lagi", ucap Devan tersenyum


Mereka pun berangkat menuju pasar malam yang berada tidak terlalu jauh dari sana.

__ADS_1


Di perjalanan menuju kesana Devan terus saja membelai-belai rambut panjang Inge yang bersandar di pundak Devan seakan-akan hanya mereka berdua di dalam mobil itu.


Sedangkan Mika masih saja memandang kearah Dion yang sedang fokus menyetir. Mika seakan tidak mau kehilangan moment tersebut sampai-sampai dia mengabadikan wajah ganteng Dion di Hp nya tanpa sepengetahuan Dion.


Mereka pun akhirnya sampai di pasar malam itu, cuaca yang mendukung membuat pasar malam itu di penuhi ratusan orang yang mengunjunginya.


Orang-orang disana lebih didominasai oleh pasangan muda, ada yang sedang bernostalgia, ada juga yang hanya duduk-duduk lesehan di rumput dengan di temani aneka jajanan khas yang di jual di sana dan banyak pula yang mencoba wahana yang ada di sana.


Inge dan Mika sangat antusias melihat bermacam-macam wahana yang ada di sana, mereka sudah lama sekali tidak pernah menaiki wahana-wahana tersebut, tetakhir saat mereka kelas 1 SMA, dan itupun wahananya tidak selengkap dan sekeren wahana yang ada di sini.


Saking senengnya Inge dan Mika segera turun dari mobil dan langsung menuju ke stand penjualan tiket, mereka seakan melupakan dua pangeran tampan yang masih berada di dalam mobil.


"Bro,,Lo yakin kalau kita ikut ke sana??" tanya Dion merasa risih dengan keadaan di sana, dan lagi pula Dion masih mengenakan pakaian kantornya.


"Asalkan Inge bahagia, keujung dunia pun gue akan ikut", ucap Devan sambil mennyusul Inge dan Mika.


"Huh,, dasar Bucin", batin Dion


Mau tidak mau Dion pun menyusul mereka,


semua orang memandang ke arah Dion, mereka merasa aneh dengan penampilan Dion. Dion merasa heran melihat mereka memandanginya , dia pun cuek saja melangkah ke arah Mika ,Inge dan Devan.


Setelah mereka membeli tiket, Inge segera menarik tangan Devan menuju wahana Bianglala yang sangat besar.


"Honey aku mau naik itu", rengek Inge manja


"Ayo", ajak Devan


Mika pun gak mau kalah, dia menarik tangan Dion menuju wahana kora-kora, Dion yang melihat wahana itu merasa ngeri di buatnya.


"Om ganteng,, kita naik itu yuk", ucap Mika


"Lo saja sana, gue gak tertarik", ujar Dion bohong


"Om ganteng takut ya !!!"


"Siapa bilang gue takut", ujar Dion gengsi


"kalau gitu ayok kita naik itu", ucap Mika sambil menarik tangan Dion, mau tidak mau Dion menurutinya, Dia tidak Ingin diledek oleh Mika kalau ketahuan takut naik wahana itu.


Bersambung...


miss N😘😘😘


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Readers

__ADS_1


dan tekan tanda ❤ untuk menjadikan cerita ini sebagai faforit..


Makasih🙏🙏🙏love U❤❤❤


__ADS_2