Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 102


__ADS_3

"Wiih keren tu, kalau udah jadi jangan lupa undang kita-kita pada tasyakurannya ya..kan lumayan makan gratis," ujar Inge semangat.


"Dasar Inge..Inge..kalau makan aja semangat ," ujar Nia


"Ya iya lah, makan gitu loh, apalagi gratisan pasti uenak banget," ujar Inge , tiba-tiba sebuah chat masuk di ponsel Inge. Inge segera melihatnya, Inge gugup melihat chat itu yang ternyata dari Devan.


Jangan sampai mereka tau kalau ini chat dari kak Devan,, batinnya


"Inge chat dari siapa sih kok lo gugup gitu," tanya Elang


"Gak kok, ini chat dari sahabat gue Mika," ujar Inge, Andi yang mendengar nama Mika langsung bersemangat.


"Dia bilang apa, apa dia nanyain gue ?" tanya Andi spontan


"Yeay...siapa Elo pengen di tanyain sama Mika," ujar Elang


"Siapa tau kan dia kangen sama gue," ujarnya Pede


"Kepedean banget sih kak Andi, Mika itu sudah punya gebetan tau, jadi jangan di gangguin lagi," ucap Inge.


"Kan gue gak bilang kalau dia suka sama gue, gue hanya nanya apa dia kangen sama gue," ujar Andi


"Emang ya Ndi tingkat kepedean lo itu gak ada yang ngalahin, pede tingkat tinggi," ujar Edo, Andi cuma cengengesan mendengar ucapan Edo.


"Gue pamit ke toilet ya sebentar," ujar Inge


"Gue ikut dong," ujar Nia


" Yuk," ajak Inge sambil menarik tangan Nia


Mereka pun segera menuju toilet, tapi sampai di pintu toilet Inge berhenti dan melihat ke arah Nia.


"Nia lo sendiri aja ke toiletnya gak apa-apa kan ?"


"Kamu mau kemana ?


"Sebenarnya tadi Kak Devan yang chat gue katanya ada hal penting yang mau dia omongin sama gue," ujar Inge


"Ooo ya sudah kalau begitu, kamu pergi saja sana nanti kak Devan kelamaan nunggu lagi," suruh Nia

__ADS_1


"Oke deh, gue pergi dulu ya," ujar Inge segera pergi ke parkiran kampus.


Sampai di sana sebuah tangan menariknya dan membawanya ke mobil. Orang itu ternyata Devan yang dari tadi menunggunya di sana.


"Kok lama sih sayang,aku dari tadi udah nunggu kamu loh," ujar Devan


"Aku lagi cari alasan agar bisa pergi dari kantin tadi agar anak-anak gak curiga," ujarnya


Devan melajukan mobilnya membelah jalanan, Kening Inge berkerut bingung.


"Kak Devan kita mau kemana sih, aku masih ada kelas siang ini," ujar Inge


"Aku sudah Chat Nia biar dia ngizinin kamu gak masuk nanti,dan tenang saja sayang kita hanya akan pulang ke mansion kok," ujar Devan


Devan berpikir hanya di Mansionlah tempat yang aman buat mereka bicara tanpa ada yang curiga pada mereka.Inge gak berkomentar apa-apa dia nurut saja sama apa yang di katakan Devan.


Ada apa ya sebenarnya kenapa kak Devan wajahnya tegang dan serius seperti itu ya,, Batin Inge.


Devan dan Inge akhirnya sampai juga di Mansion, Devan memarkirkan mobilnya dan setelah itu mengajak Inge ke Gazebo taman belakang Mansion itu.


"Kak Devan kenapa ? kok tegang gitu sih ?" Inge memberanikan diri untuk bertanya pada Devan.


Devan tidak menjawab tapi dia menyerahkan ponselnya pada Inge ,Inge mengambil ponsel itu dan melihatnya. Inge kaget akan apa yang di lihatnya itu.


"Kamu harus jauhin dia, Dia itu dalang dari semuanya sayang," ucap Devan


"Aku bukannya gak percaya sama kamu sayang, tapi Bisma itu sahabat aku, aku tau semuanya tentang dia, Dia gak mungkin berbuat seperti itu," ujar Inge


"Apa kamu tau kalau dia dulunya suka sama kamu, itu bisa jadi alasan buat dia melakukan itu sayang," ujar Devan, Inge pun terdiam


"Itu kan dulu sayang, tapi sekarang kan dia sudah punya Luna, dan kita juga lihat bagaimana hubungan mereka yang baik-baik saja sampai sekarang kan, Aku gak percaya kalau dia dalang dari semuanya bisa saja kan dia hanya kebetulan bertemu dengan Alvian," ujar Inge


" Kamu kenapa belain dia sih Nge, kamu gak percaya sama aku ?" ucap Devan kecewa


"Aku gak bilang begitu sayang, tapi ini mustahil di lakuin oleh Bisma," ujarnya.


"Udah belain aja terus, jangan-jangan kamu memang ada rasa sama dia sehingga kamu belain dia dari tadi," ujar Devan


"Kak Devan kok ngomong kek gitu sih ?" Devan tidak menjawab dan segera pergi dari sana dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Kak Devan mau kemana ?" Devan tidak mengubris pertanyaan Inge, dia tetap saja melangkahkan kakinya masuk ke dakam mansion itu.


"Aku harus selidiki tentang ini, siapa tau apa yang kak Devan bilang itu benar adanya, tapi masak sih Bisma begitu, aku gak yakin deh," gumannya


"Tapi yang terpenting sekarang ini adalah aku harus buat kak Devan gak marah lagi sama aku," ucapnya lalu segera mengikuti Devan.


Saat Inge berjalan masuk ke dalam Mansion, dia akhirnya punya Ide.


Bruuk...


"Awww..." teriak Inge, Langkah Devan berhenti dan berbalik, Devan segera berlari menuju ke arah Inge yang terduduk di lantai sambil meringis kesakitan.


Aduuh kok jadi beneran sakit sih ni pinggang, padahal tadi hanya mau pura-pura aja,, Batin Inge


" Sayang kamu gak apa-apa ?" tanya Devan khawatir.


"Pinggang aku sayang, sakit banget ," Rintih Inge, Devan segera menggendong Inge dan membawanya ke kamar lalu segera menghubungi Dokter keluarganya agar cepat datang ke mansion.


Tak lama kemudian Ferdi Dokter pribadi keluarga Bondan datang dan segera menuju kamarnya Devan. Sampai di sana dia kaget melihat ada seorang gadis cantik bersama Devan sekarang, dia terlihat berbaring di King Sidenya Devan.


"Eh Van kamu ngapain berdua-duaan di kamar sama cewek cantik ini ?" Tanya Ferdi, Dia memang sudah Akrab dengan Devan, walaupun Devan tidak sering pulang ke Mansion tapi sejak Devan masib Remaja dia yang selalu merawatnya ketika Devan Sakit.


"Paman, tolong periksa dia, tadi dia mengeluh sakit di pinggangnya." suruh Devan


"Memangnya kalian habis ngapain sih, sampai sakit pinggang segala," canda Ferdi


"Ah paman jangan bercanda terus deh, aku beneran khawatir sama dia," ucap Devan


"Siapa yang bercanda, gak mungkin kan pinggangnya sakit kalau kamu gak ngapa-apain dia," goda Ferdi


"Paman.." rengeknya, Ferdi tertawa sudah berhasil membuat Devan seperti itu. Saat Ferdi hendak memeriksa pinggang Inge tiba-tiba Devan memegang tangannya.


"Paman mau ngapain ?" tanya Devan saat tangan Fetdi hendak menyingkap baju Inge yang berada di pinggangnya.


"Ya mau periksa lah, masak mau joget," ujar Ferdi


"Apa gak bisa ya kalau gak di pegang-pegang gitu," ujar Devan


Hedeuh...Bucinnya kambuh ni, gimana mau periksa kalau gak di pegang, dasar kak Devan Bucin,, Batin Inge

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like...coment ...vote...🙏🙏🙏


__ADS_2