Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 106


__ADS_3

Semuanya terperangah mendengar penuturan Asisten Jo itu.


"Bapak ngapain di sini ?" tanya Jo yang melihat ada secirity di antara mereka .


Maaf Pak Jo, Saya hanya mau bilang sama Mbak Xindy kalau dia lupa membayar Taksi tadi, tukang taksinya masih menunggu di bawah ," ujarnya


"Jangan ganggu mereka, berapa Totalnya biar saya yang bayar," ujar Jo


"Katanya 523 ribu pak Jo ,"


Jo memberikan uang 700 ribu kepada Security itu sehingga membuatnya heran.


"Loh Pak Jo ini kebanyakan ,"


"Kasih saja semuanya sebagai ucapan terima kasih karena sudah menunggu lama,"


"Baik pak Jo ," Security tersebut pergi dari sana, tatapan Jo sekarang mengarah ke Semua Manager yang ada di sana.


"Kalian ngapain masih di sini ?"


"Kita menunggu pak Zain selesai dengan Nona Xindy pak ,"


"Tidak usah di tunggu, mereka tidak bakalan selesai kalau sedang bicara, kalian bubar saja ,"


"Loh Meetingnya gimana dong pak ?"


"Meeting di tunda sampai waktu yang belum di tentukan, Semua bubar sana," ujar Jo, mereka semua membubarkan diri menuju ke Divisi masing-masing.


Sementara Xindy masih saja memeluk Zain, Zain merasakan kalau pelukan Xindy mengendor, dia mencoba melihatnya ternyata Xindy tertidur di pelukannya.


Zain segera menggendong Xindy lalu membawanya keluar dari ruangan itu, Jo yang melihatnya kaget, Dia menyangka kalau Xindy sedang pingsan.


"Zain Lo apain Xindy sampai pingsan begitu," tanya Jo dengan nada yang sedikit Tinggi.


"Suuuttt..Diam Lo curut, Xindy bukan pingsan oon,"


"Terus kenapa dong, matanya terpejam seperti itu,"


"Dia ketiduran, ayo Lo juga ikut gue, Lo bukain pintu kamar rahasia gue ," suruh Zain, Jo lalu mengikuti mereka dari belakang.


Saat mereka sudah sampai di Ruangan Zain, Jo segera menggeser Figura besar yang menempel di dinding ruangan itu, seketika terbukalah pintu kamar Rahasia Zain.


Zain merebahkan Xindy di atas Tempat tidur yang ada di sana, sedangkan Jo masih saja melihatnya.

__ADS_1


"Ngapain Lo masih di sini? keluar sana ," Suruh Zain.


"Enggak mau, gue mau jagain Xindy biar gak Lo apa-apain ,"


"Brengsek Lo Jo, Lo pikir gue semesum Lo apa pakek di jagain segala, Gue itu mencintai Xindy, Gue gak mungkin tega merusak dia Jo ,"


"Kita enggak bakalan bisa menghindar dari godaan Syaitan Zain, Syaitan pasti akan ada di antara dua orang yang bukan Muhrim untuk menggoda mereka agar melakukan perbuatan maksiat itu ,"


"Gue lihat Lo semakin mirip pak Ustadz deh Jo, habis lo Nikah Lo buat tuh Pesantren sendiri, Lo sudah cocok menjadi penerus Calon mertua Lo." ledek Zain


"Oh Itu sudah pasti Zain, memangnya Lo masih saja menjadi CEO, sekali-kali rubah dong profesi Lo itu jadi apa kek," Jo tidak mau ngalah


"Lo keluar gak ?


"Enggak...


"Keluar Lo jo, atau gaji Lo gue potong bulan ini ," ujar Zain


"Iya..iya..ancamannya kejam amat sih Zain, gue kan lagi butuh banyak duit buat nikahin Kinara ," ujar Jo


"Ha..ha..ha..memangnya Lo sudah Hafal AlQurannya, sudah sampai mana lo ngehafalnya," tanya Zain


"Rahasia dong,"


"Lah dia kok nangis ?" Jo heran melihat Xindy menangis dan memeluk Zain


"Lo keluar dulu Jo, Sepertinya Xindy mau bicara empat mata sama gue ," ujar Zain, Jo pun akhirnya mengalah karena melihat Xindy begitu sedih dan sepertinya dia punya masalah.


"Baiklah..tapi Lo jangan apa-apain Xindy ya ,"ujar Jo yang mendapatkan timpukan bantal dari Zain.


"Hey sayang...cup..cup..kamu kenapa sih sayang, kok nangis ?" tanya Zain Lembut


Xindy masih belum mau bicara, dia masih terus menangis.


"Sayang kamu minum dulu ya, setelah kamu tenang kamu ceritakan sama aku, siapa yang membuat kamu seperti ini ," Zain lalu mengambilkan segela air putih yang berada di nakas tempat tidurnya.


Xindy meminum air itu, perlahan Xindy sudah mulai tenang walaupun masih sesugukan sesekali.


"Sudah..sekarang kamu cerita sama aku, apa yang sebenarnya terjadi sehingga kamu menagis seperti ini,"


"Tante Susan...Tante Susan..


"Tante Susan kenapa Sayang ?"

__ADS_1


"Tante Susan adalah orang yang meninggalkan aku dari kecil bersama ayah ," ucapnya terbata-bata.


"Maksud kamu Tante Susan itu adalah..


"Iya..Tante Susan adalah Ibu kandung aku ," ujar Xindy kembali menangis dan memeluk Zain lagi.


Zain kaget mendengar ucapan Xindy itu, dia binggung kenapa Xindy tidak mengenal Ibunya dari awal, kalau memang Tante Susan itu Ibunya pasti saat di Cafe Xindy sudah mengenalinya, tapi ini kenapa sesudah dua hari baru dia mengetahuinya.


Zain membelai Rambut Xindy, dia masih saja tidak percaya semua ini namun dia masih butuh banyak Informasi dari Xindy tentang itu makanya dia kembali menenangkan Kelasihnya itu


"Sayang, kenapa kamu bisa bilang begitu, Saat Di Cafe kan kamu sudah pernah bertemu dengannya tetapi kenapa baru sekarang kamu mengenalinya ?"


"Aku tidak mengenalinya mas, wajahnya itu tidak mirip dengan wajah Ibu yang ada di Foto,"


"Terus dari mana kamu tahu kalau dia itu adalah Ibu kamu ?"


"Dia yang ngomong sendiri sama Mama Inge, dan aku enggak sengaja mendengarnya, aku benci dia Mas..Benci...!


"Tenang dulu sayang, Mungkin Tante Susan punya alasan tersendiri kenapa dia meninggalkan kamu dulu, Kamu harus tanya apa yang terjadi sebenarnya."


"Aku tidak mau tau Mas, aku sudah menganggapnya tidak ada dan sampai sekarang pun aku sudah melupakannya, Bagiku dia sudah lama mati mas," ucap Xindy


"Suutt..jangan bicara seperti itu sayang, tidak baik loh kamu mengatakan itu sama orang yang sudah melahirkan kamu ,"


"Kamu membela dia mas, berarti kamu tidak menganggap aku selama ini, aku kecewa sama kamu mas ," Xindy mau beranjak pergi tapi tangan Xindy di tarik oleh Zain sehingga Xindy kembali kepelukannya.


"Sayang dengar dulu, aku tidak membela siapa-siapa, tapi aku hanya mengajari calon istriku agar tidak berbicara yang tidak sopan," ujar Zain, Xindy yang awalnya berontak kembali tenang mendengar ucapan Zain.


"Tenang ya sayang, kamu tenangkan hatimu dulu, nanti kita akan bertanya apa alasan dia meninggalkan kamu dulu bersama ayahmu ,"


"Enggak..aku enggak mau bertemu dengannya Lagi mas, aku sangat membencinya ," ujar Xindy masih saja keras kepala.


"Kalau begitu baiklah sayang, aku saja yang menemuinya buat kamu, tapi apapun yang dia katakan kamu harus menerimanya ya, aku enggak bisa bayangin kalau kamu menyesal nanti setelah dia benar-benar enggak ada ,"


"Mas... kenapa kamu ngomong seperti itu ?" tanya Xindy


"Karena aku kenal sama Tante Susan sayang, aku yakin dia pasti punya alasan kenapa dia meninggalkan kamu, aku yakin tante Susan terpaksa melakukannya."


"Maksud kamu apa ?


"Aku tidak mau menduga-duga, setelah menemuinya nanti semoga saja dugaan aku benar ,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2