Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 12


__ADS_3

Xindy mulai mengelap wajah cantiknya itu, dia kemudian pergi dari sana menuju ke kelasnya, beruntung Guru belum masuk ke sana, jadi dengan santainya dia melenggang ke arah bangkunya.


Xindy sekilas melirik ke arah bangkunya Rico, ternyata Rico sudah berada di dalam kelas dan terlihat dia tersenyum manis ke Arah Xindy, Xindy kembali menatap ke depan tanpa Ekspresi.


Lah..dia kembali lagi ke mode awal, gue pikir dia sudah mulai menerima gue masuk ke kehidupannya, memang butuh perjuangan yang maksimal untuk menaklukkan hatinya,, Batin Rico


Pak Sardi sudah masuk, saatnya pelajaran yang membosankan akan di mulai yaitu pelajaran sejarah.


Semua pada mengantuk dengan penjelasan Pak Sardi yang notabene nya cara menjelaskan pelajarannya seperti mendongeng itu.


Xindy sudah beberapa kali menguap, begitu pula dengan yang lainnya. Tiba-tiba Rico mengangkat tangannya.


"Iya ada apa Rico ?" tanya Pak Sardi


"Pak...Saya mau tanya, kenapa di Zaman purba Manusia tidak pakai celana," Tanya Rico yang membuat semuanya tertawa mendengar pertanyaan nya, tapi tidak dengan Xindy yang bersekpresi sama. Tanpa ada yang tau dalam hati Xindy sedang tertawa namun dia takut ketahuan oleh semuanya makanya Ekspresinya terlihat datar saja.


Pak Sardi binggung tiba-tiba mendapat pertanyaan yang nyeleneh seperti itu, itu pun murid baru yang menanyakannya.Tapi akhirnya pak Sardi mengerti tujuan Rico bertanya seperti itu hanya untuk membangkitkan semangat para siswa di kelas itu.


"Diantara Kalian ada yang bisa menjawab ?" tanya Pak Sardi


"Saya pak.." Gatot angkat tangan


"Iya Gatot apa jawaban kamu ?


"Karena saat itu belum ada Mol pak ," jawabnya yang membuat semua kembali tertawa


"Ya kali Mol Tot, pasar aja belom ada," ujar Bintang.


"Ada lagi yang bisa menjawab ?" Tanya Pak Sardi


Semua hening, tapi di saat itu Xindy mengangkat tangannya..


"Iya Xindy apa kamu tau jawabannya," ujar Pak Sardi


"Saya mau ijin ke toilet pak," ucap Xindy


"Hu..hu...hu..." Xindy mendapat sorakan dari semua siswa tapi Xindy tidak mengubrisnya, dia terus beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju ke Toilet, sampai di Toilet dia menutup pintunya lalu pecahlah tawanya yang dari tadi dia tahan sekuat tenaga.


"Ha..ha..ha..ada-ada saja dia..pertanyaan macam apa itu..Ha..ha..ha..,"

__ADS_1


Sebuah Senyum terbit di bibir Rico, setelah Xindy pamit ke Toilet dia pun pamit ke Toilet juga , dan pada saat di mau masuk ke dalam toilet pria dia mendengar tawa seseorang di dalam Toilet wanita yang dia yakin itu adalah Xindy, Rico berdiri sambil bersandar di dinding tepat di depan Toilet wanita sambil tersenyum.


Xindy sudah lelah tertawa, Dia merapikan penampilannya dan keluar dari sana, dia mulai membuka pintu toilet tersebut dengan elegannya .


"Astaghfirullah..kaget gue," ucapnya ketika melihat Rico berdiri di depan pintu toilet wanita sambil tersenyum ke arahnya.


"Ngapain lo di sini ?, ngintip ya lo ?


"Iya.." Jawab Rico yang membuat Xindy lebih kaget, dia tidak menyangka kalau Rico menjawab jujur seperti itu.


"Lo.. ehg..." ucap Xindy menghentakkan kakinya lalu segera pergi dari sana. Rico malah tertawa melihat Xindy.


Bel pulang sudah berbunyi, semua Siswa pada pulang dengan kendaraan masing-masing, sedangkan Xindy masih menunggu di depan sekolah, dia menunggu Ponakannya Kang Rohman yang akan menjemput dia hari ini.


"Xin, Lo bareng gue aja yuk, " ajak Bintang


"Gak usah Tang, rumah kita kan gak searah, jadi gue gak mau ngerepotin lo," ujar Xindy


"Gak ngerepotin kok Xin, malahan gue seneng bisa antar lo, kemana pun lo mau gue pasti siap antar," ujar Bintang


"Gak usah Tang, lagian gue lagi nunggu tukang Ojek baru gue," ujar Xindy


"Bukannya lo gak nyaman ya sama orang yang belum lo kenal," ujar Bintang lagi


"Ooo kalau begitu kita duluan ya Xin ," ujar Kamal, mereka pun Mulai melajukan motornya.


Sebuah Motor yang tidak asing berhenti di depan Xindy. Xindy mengerutkan keningnya.


"Ayo pulang," ajak Rico sambil tersenyum, Xindy memalingkan wajahnya ke kuri dan ke kanan melihat-lihat ke arah jalan Raya.


"Loh kok gak naik sih, ayo pulang ," ajak Rico lagi


"Lo kurang kerjaan ya, ngapain lo ngikutin gue terus sih," ucap Xindy mulai kesal.


Rico baru menyadari kalau Xindy tidak mau naik ke motornya karena dia tidak memakai Jaket gojeknya.


"Tunggu sebentar," ucap Rico lalu turun dari motornya dan membuka bagasi motor itu lalu mengambil jaket dari dalam sana.


Rico mulai memakai jaket itu dan menaiki kembali motornya.

__ADS_1


"Ayo naik, Kang Rohman tadi pagi menyuruh gue buat ngantar jemput lo ," ujar Rico


"Jadi Lo ponaan nya Kang Rohman ?" tanya Xindy


"Iya, kenapa gak mirip ya, ya iya lah karena gue lebih tampan dari dia, ujar Rico Sombong


"Sudah gue duga," ucap Xindy Ambigu, Rico mengernyitkan kening nya.


"Maksudnya ?


"Pikir aja sendiri," Xindy mengeluarkan kata-kata keramatnya wanita kalau lagi ngambek.


Xindy mulai menaiki motor Rico, dan Rico belum melajukannya.


"Kenapa belum jalan sih," tanya Xindy


"Pegangan dong, nanti kamu jatuh," suruh Rico, Xindy merasa risih kalau harus memeluk Rico seperti dia memeluk Kang Rohman.


Xindy memegang ujung bajunya Rico tapi Rico malah memegang tangannya Xindy lalu membawanya ke perutnya sehingga Xindy memeluk Rico.


Mata Xindy melotot dengan apa yang di lakukan oleh Rico, tapi belum sempat dia protes Rico sudah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, sehingga Pengajuan Protes Xindy tertunda.


Menurutnya percuma dia protes, toh Rico gak bakalan mendengarnya.Dia pun akhirnya diam saja. Tak lama kemudian Rico mulai memelankan motornya dan menghentikannya tepat di sebuah warung makan di pinggir jalan.


"Loh kok berhenti disini sih ?" tanya Xindy


"Sebentar gue beli makan siang dulu," ujar Rico turun dari motornya, Xindy baru menyadari kalau warung itu adalah Warung di mana tempat dia bekerja.


"Eh nak Xindy..kok belum ganti baju sih, itu sudah banyak piring menumpuk di belakang," ucap pemilik warung itu yang membuat kening Rico berkerut.


"Saya pulang dulu bu, mau ganti pakaian dulu," ujar Xindy


"Rico ngantarnya sampai sini saja ya, gue buru-buru," ucap Xindy lalu bergegas pulang kerumahnya.


"Bu emangnya Xindy bekerja di sini ya ?" tanya Rico


"Iya Nak, kasihan dia, sudah di tinggal sama ibunya, ayahnya pun sibuk bekerja di pabrik, dia tinggal sendirian dan setiap pulang sekolah dia bekerja di warung saya, dia membantu saya mencuci piring kotor dan sebagai upahnya dia saya kasih sepiring nasi komplit," jelas ibu itu


Wajah Rico terlihat sedih mendengar cerita Ibu itu, dia merasa terharu dengan perjuangan hidup Xindy yang rela bekerja keras demi mendapatkan sepiring nasi.

__ADS_1


"Saya mau mulai hari ini Ibu pecat dia dari sini ," ujar Rico


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2