
Bintang sudah seminggu berada di Rumahnya Yuki, namun selama itu juga Dia tidak pernah melihat Yuki pulang ke rumahnya.
Bintang sangat bosan berada di sana, dia sudah mengelilingi spot-spot indah yang ada di Jakarta, dia berpikir kalau dia akan balik saja Ke Surabaya.
Terlihat Rike keluar dari kamarnya, dia sudah rapi dengan setelan kantornya.
"Tante sepertinya aku akan balik saja ke Surabaya, aku sudah lama gak ngampus tante, lagian Yuki tidak ada di rumah juga ," ujar Bintang
"Kamu gak usah pulang nak Bintang karena Mama kamu sudah mengurus kepindahan kuliah kamu ke Jakarta." ujar Rike santai
"Apa...!!
"Kenapa kamu kaget begitu, setelah kamu bilang ke Tante kalau kamu mau di jodohkan sama Yuki, mama kamu langsung mengurusnya agar kamu bisa lebih mengenal Yuki dan Yuki juga bisa lebih mengenal kamu, atau jangan-jangan kamu gak serius lagi mau di jodohkan sama anak tante ," ujar Rike
Mama ini gimana sih, main ngurus-ngurus aja kepindahan aku ke sini tanpa persetujuan aku,, batin Bintang.
"Gak kok Tante, tapi aku hanya kaget saja kenapa tiba-tiba saja pindah kampus, oh ya tante aku sudah seminggu di sini tapi aku gak pernah lihat Yuki di rumah ," ujar Bintang
"Itu biasa nak Bintang, Yuki bahkan kadang sampai sebulan gak pernah pulang ke rumah, palingan dia di bengkel hantunya itu," ujar Rike
"Ooo gitu ya Tante, kalau begitu aku pergi dulu ya Tante,"
"Kamu mau kemana Nak Bintang ?
"Aku hanya mau jalan-jalan saja tante," ujar Bintang
"Ooo kalau begitu kamu hati-hati ya nak,"
Bintang segera pergi menuju ke Mobilnya, Dia melajukannya dengan kecepatan tinggi menuju ke Benkelnya Yuki.
Tak berapa lama kemudian Bintang sudah sampai di depan Gudang yang pernah dia datangi bersama Yuki namun di sana seperti tidak ada kehidupan.
Bintang mencoba untuk turun dan menuju ke arah Pintu gudang itu, dia mulai mengetuk pintu itu.
Seorang pemuda membuka pintu itu sambil mengerutkan keningnya.
"Siapa ya ?" tanya pemuda itu, Bintang pun tidak mengenal pemuda itu.
"Siapa Ar ," tanya Dimas
"Tau tuh ada cowok nyasar kali ," ujar Arman, dia adalah kakaknya Kiki yang juga menyukai Yuki. Dimas melihat ke luar gudang itu, senyum pun terbit di bibirnya.
__ADS_1
"Bakalan perang nih ," gumannya
"Hai Bro..apa kabar lo, tumben datang ke sini gak bareng Yuki ?" tanya Dimas sambil salaman ala-ala Jaman now.
"Loh bukannya Yuki ada di sini ya ?" ucap Bintang
"Yuki gak ada di sini loh, atau gue yang baru datang ya, mungkin gue gak lihat dia ,yok masuk dulu Tang ," ajak Dimas.
"Ar..Yuki ada di sini ?" tanya Dimas yang memang baru saja sampai di sana.
"Iya ada tuh di kamarnya ," ucap Arman
Di saat Bintang mulai masuk ke sana bersamaan dengan Yuki yang keluar dari kamarnya lebih tepatnya ruangan yang pernah di masuki Oleh Yuki saat Bintang pertama ke sana.
Penampilan Yuki yang acak-acakan dengan rambut berantakan khas orang baru bangun tidur.
"Yuki..!! Panggil Dimas
"Ada apa ?? tanya Yuki masih setengah sadar.
"Ada yang nyariin lo tuh ,"
"Siapa ??
Uhuuk..uhuuk...
Arman teesedak mendengar ucapan Dimas itu.
"Pacar apa ?? tanya Yuki, Arman bernafas lega karena Yuki tidak merasa punya pacar.
"Tu..si Bintang,"
"Apa..!!!!
Yuki segera berlari menuju ke kamarnya, tak lama kemudian dia sudah rapi dengan pakaiannya walaupun masih nampak seperti orang yang baru bangun tidur namun masih kelihatan cantik di mata Bintang.
"Kenapa dia sangat cantik sih di mata gue, sedangkan dia baru bangun tidur saja kelihatan cantik apalagi dia sudah dandan," guman Bintang.
Mikir apa sih gue, buang jauh-jauh pikiran itu Bintang, kamu tidak boleh kepincut sama gadis bar-bar itu,, Batin Bintang.
"Hai Bintang, tumben lo nyamperin gue ke sini, lo kangen ya sama gue ??
__ADS_1
"Pede sekali lo, gue ke sini di suruh sama Tante Rike, katanya lo di suruh pulang," ujar Bintang.
"Kenapa mama gak nelpon gue aja, kenapa harus nyuruh lo ke sini, atau jangan-jangan cuma alasan lo saja agar bisa ketemu sama gue ," ujar Yuki yang memang begitu adanya.
"Enggak gitu kok, memang Nyokap lo yang nyuruh gue ke sini, dan dia juga minta agar lo temenin gue pergi ke kampus lo," ujar Bintang.
"Ngapain kita ke kampus gue ? hari ini gue gak ada jadwal kuliah," ujar Yuki malas, dia kemudian duduk di antara Arman dan Bintang lalu main minum saja minuman yang ada di atas meja.
"Buat masukin data-data gue, kan gue akan ngampus di kampus yang sama dengan lo.
Fufff....Uhuuk..uhuuk..
Yuki sampai menyemburkan minumannya karena tersedak.
"Apa..!! apa gue gak salah dengar ?" tanya Yuki
"Iya dong, kita akan ngampus bareng ," ucap Bintang.
"Yuki..kalian ngomong apa sih ? apa benar kalau dia pacar lo ?" tanya Arman yang dari tadi mendengarkan percakapan mereka dengan wajah memerahnya.
"Iya Bro dia itu pacarnya Yuki tau," ucap Tama yang dari tadi melihat ke arah Arman yang sebentar lagi siap meledak.
"Diam lo, gue gak nanya sama lo ," bentak Arman
"Widiih sabar Bro, gue cuma jelasin saja jangan nyolot dong," ucap Tama
"Yuki benar apa yang di bilang sama Tama itu ?" tanya Arman
"Lo kenapa sih Ar, aneh banget sih lo ?" ujar Yuki
"Yuki..lo tau kan selama ini gue itu cinta sama lo, apa lo gak pernah sedikit pun cinta sama gue ?" ujar Arman, Bintang hanya menjadi pendengar setia saja.
"Ar..lo juga tau kan kalau gue hanya menganggap lo sebagai kakak gue sendiri, perasaan tidak bisa di paksakan Ar, gue harap lo bisa terima semua keputusan gue,"
"Gak Yuki, gue tidak bisa terima, apa sih lebihnya dia di banding gue Yuki, gue mau dia melawan gue di arena balapan nanti malam, kalau dia menang dia boleh miliki lo, tapi kalau dia kalau lo harus jadi milik gue," ujar Arman
"Gue gak setuju, lo jangan selalu membawa perasaan ke dalam taruhan Ar, gue gak mau jadi bahan taruhan kalian, jadi gue harap kalian jangan pernah melakukan itu kalau enggak gue gak mau lagi bertemu sama kalian berdua ," ucap Yuki
" Siapa juga yang mau balapan sama dia, buang- buang waktu saja ngeladenin dia ?" ujar Bintang santai.
"Lo..awas lo ya, gue gak rela Yuki sama Lo, lo tunggu saja gue akan melakukan apa saja agar lo mundur," ancam Arman Lalu pergi dari sana.
__ADS_1
"Walaupun lo ancam gue gimana pun gue gak takut, dan asal lo tau gue gak akan pernah lepasin Yuki buat pria seperti lo," ucap Bintang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...