Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 116


__ADS_3

"Boleh Bu, tapi mereka saja yang ke sini, Mas Zain pasti tidak akan mengizinkan aku bangun dari tempat tidur."


"Oh baiklah kalau begitu biar Ibu panggilkan mereka dulu ya ," ujar Susan


"Tidak usah Bu, biar Zain Saja yang memanggil mereka, ibu temenin Xindy saja di sini ," ujar Zain lalu beranjak dari kursinya dan keluar dari kamar itu.


Setelah kepergian Zain Xindy mulai menyelidiki apa yang terjadi dengannya dari Ibunya.


"Ibu..apa terjadi sesuatu sama Xindy ya, kenapa semua Orang pada berkumpul di sini dengan memakai pakaian serba putih,"


Deg...


Jantung Susan berdebar lebih kencang mendengar pertanyaan Xindy tersebut. Dia harus mencari jawaban yang tepat agar Xindy tidak curiga.


"Tidak terjadi apapun sama kamu sayang, kalau orang-orang di luar itu sedang menghadiri Tahlilan Empat tahunan Papa nya Zain, makanya mereka memakai baju serba putih dan melantunkan ayat Suci AlQuran," ujar Susan


"Ooo begitu ya Bu, Ibu tidak bohong kan ?" tanya Xindy


"Kenapa ibu harus Bohong sih sayang, apa untungnya buat ibu coba,"


"Terus kenapa aku di tidurkan di tengah-tengah ruangan Bu," tanya Xindy lagi akan tetapi sebelum Susan menjawab Teman-teman Xindy sudah masuk ke sana .


"Hai Xin, bagaimana keadaan Lo ?" tanya Kamal


"Gue baik Mal, Kalian di undang juga ke Tahlilannya Papanya Zain ?" tanya Xindy


Mereka semua binggung harus menjawab apa, Susan mengode ke arah mereka agar mengiyakan pertanyaan Xindy tersebut.


"Iya Xin, Kita juga ke sini mau menghadiri Pernikahannya Si Bintang loh, iya enggak Tang ?" ujar Juki


"Eh Iya.. Benar Xin, awalnya Gue mau nikah bulan depan tapi Bokap nyokap gue maunya gue menikah minggu ini, Nanti Gue akan kasih undangannya sama Lo," ujar Bintang


"Sayang bukankah kita juga akan menikah Minggu ini ya ," tanya Xindy


"Pernikahan kita bisa di tunda sayang, aku enggak mau kelihatan jelek saat di pernikahan kita nanti karena benjol di kepalaku ini," ucap Zain


"Oh begitu ya sayang, oke deh..kalau aku di tunda sampai bulan depan pun aku enggak masalah Kok ," ujar Xindy yang membuat tatapan Zain mengarah kearahnya.

__ADS_1


"Kamu senang ya sayang pernikahan kita di Undur, kalau begitu pernikahan kita akan tetap di adakan minggu ini ," ujar Zain


"Jangan Dong sayang, badanku kan masih sakit, aku enggak mau saat malam pertama kita nanti badanku enggak Fit ," ucap Xindy blak-blakan sehingga membuat mereka semua tertawa.


"Memangnya apa yang akan terjadi di saat malam pertama, kenapa badan kamu mesti Fit di malam itu ," Zain mulai memancing Xindy.


"Mas ..ngapain ngomongin itu sih, malu tau ," ujar Xindy


"Kan kamu tadi yang ngomongin duluan, kenapa malah nyalahin aku ," goda Zain


"Udah ah, kita ngomongin Bintang saja atau yang lain juga boleh, nanti kalau tidak ada orang baru boleh Ngomongin tentang kita ," ujar Xindy


"Beneran nih ya, aku tagih loh nanti ,"


"Eh kagak..kagak..aku salah ngomong tadi," ucap Xindy, mereka semua tertawa melihat wajah merona Xindy itu.


"Sudah ya kangen-kangennya, kalian boleh pulang," ujar Zain


"Jadi ceritanya ngusir nih Zain ?" ujar Bintang


"Gue enggak ngusir Tang, gue hanya tidak mau kalau Calon istri gue kecapean gara-gara di ajak ngobrol terus nanti malah enggak sembuh-sembuh lagi dan pernikahan harus di tunda lagi karena Badan Xindy tidak Fit di malam pertama ," ujar Zain


"Sakit sayang, nanti malam pertama jangan di cubit ya ," Goda Zain lagi


Mereka semua tertawa melihat tingkah pasangan itu , mereka akhirnya pulang dan tinggallah Xindy berdua dengan Zain di kamar itu.


"Sayang ayo kita ngobrol tentang Kita ," ujar Zain sambil menatap genit ke arah Xindy


"Mas.. jangan mulai lagi deh," ucap Xindy


Zain tertawa melihat Xindy tersipu seperti itu.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau kamu tidur saja ya sayang, aku juga mau istirahat dulu," ujar Zain lalu menyelimuti Xindy dan mengecup keningnya lalu pergi dari kamar itu.


Walaupun masih tersisa pertanyaan di benak Xindy akan tetapi perlakuan Zain sangat membuat Xindy bahagia, dia tidak mau tau lagi apa yang terjadi. Baginya bisa selalu bersama Zain sudah cukup, dari pada memikirkan hal yang tidak jelas lebih baik dia memikirkan pernikahannya nanti.


*

__ADS_1


*


Di Mobil...


"Mas Jo, memangnya benar kalau Xindy itu mengalami mati Suri ?" tanya Kinara


"Sepertinya sih begitu sayang, tapi aku kurang yakin deh karena kata Zain Xindy hanya tertidur saja akan tetapi Dokter bilang kalau dia sudah meninggal."


"Ini semua membingungkan, Abi pernah bilang kalau seseorang pernah mengalami Mati suri ada diantara orang-orang yang mengalaminya bisa melihat apa yang tidak bisa di lihat oleh kasat mata ," ujar Kinara


"Memangnya seperti itu ya?"


"Aku tidak tahu pasti sih, ini pengalaman orang yang pernah merasakan mati Suri yang datang kepada Abi dan meminta Abi untuk menutup mata bathin mereka agar tidak melihat selain manusia dan ada juga bisa melihat kejadian yang akan terjadi tapi belum terjadi ," ujar Kinara


"Maksud kamu bisa melihat masa Depan gitu ?" tanya Jo


"Ya lebih kurang seperti itu, tapi aku tidak tahu detilnya sih Mas, Abi hanya bilang seperti itu,"


"Semoga saja Xindy bukan mati Suri ya Mas," ujar Kinara lagi


"Iya sayang, Aku jadi ngeri kalau tiba-tiba saja Xindy bisa melihat masa depan gitu dan tiba-tiba dia berubah jadi paranormal, pasti dia akan meramal aku setiap hari, aku enggak bisa bayangin kalau itu sampai terjadi. Dia kan jahil Orangnya ," ujar Jo, Kinara tertawa melihat ekspresi dari Jo yang membayang kan semua itu.


"Oh ya Mas, kira-kira sudah sampai mana kamu menghafal AlQurannya ?" tanya Kinara


"Kenapa memangnya sayang, kamu sudah tidak sabar ya aku halalin ?" goda Jo


"Apaan sih, ngomong opo iki..," ucap Kinara sambil memalingkan wajahnya ke jendela mobil .


"Kamu lucu deh sayang kalau lagi malu seperti itu, bikin gemez deh," ucap Jo mau mencubit pipi Kinara


"Mas Jaga Tangan kamu ya ," ujar Kinara sehingga membuat Jo mengurungkan niatnya itu.Jo hanya tersenyum karena di saat seperti itu saja Kinara masih bisa menjaga dirinya.


Tidak terasa akhirnya mereka sudah sampai di rumahnya Kinara.


"Mas turun dulu yuk, kebetulan ada Mbak Kanaya di rumah, dia baru saja datang kemarin," ajak Kinara


"Tapi aku harus kembali ke Mansionnya Zain sayang, kalau sebentar saja boleh deh ," ujar Jo lalu ikut turun dari mobil.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dendam Sang Pewaris menanti kamu ya 😁


__ADS_2