
Bintang mengintip Yuki yang sedang asik memakai pakaiannya, dia menelan salivanya ketika melihat keindahan di hadapannya itu akan tetapi dia menahan hastratnya itu, dia kemudian berencana akan mengikuti permainan Yuki.
Bintang pergi dari sana dan membeli apa yang di suruh oleh Yuki setelah itu dia langsung kembali ke kamar Hotel itu dengan membawakan pesanan istrinya itu.
"Ini pesanan kamu sayang, ayo segera di pakai ," suruhnya
Yuki mengambilnya lalu bergegas ke Toilet dan membuang Pembalut itu di tempat sampah yang ada di Toilet.
Tak lama kemudian Yuki keluar dari Toilet tersebut sambil tersenyum ke arah Bintang.
"Sini sayang, tidur di samping aku ," Suruh Bintang, Yuki masih mematung di tempatnya.
"Tenang saja aku enggak akan menyentuh kamu kok, kamu kan lagi dapet ," ujar Bintang yang membuat Yuki lega tapi tetap saja dia merasa risih tidur bareng dengan Bintang.
"Ayo sini ," ujar Bintang, dengan langkah berat Yuki naik ke atas tempat tidur itu lalu mulai berbaring di samping Bintang.
Bintang mulai membelai rambut Yuki sehingga Yuki kegelian.
"Bintang jangan seperti itu dong, aku geli tau ," ucap Yuki sambil cekikikan.
"Kok Bintang sih, panggil mas Dong," ujar Bintang lembut di dekat Telinga Yuki yang membuat Yuki merinding.
Si Bintang kenapa sih, dulu aja kalau gue dekat-dekat sama dia pasti dia takut, tapi kenapa sekarang malah kebalikannya ya, sekarang malah gue yang takut ,, batin Yuki
" Sayang, kamu kalau datang bulan biasanya berapa hari sih ?" tanya Bintang masih di samping telinga Yuki
"Memangnya kenapa sih nanya-nanya itu, sudah tidur sana," ujar Yuki
"Biar aku tahu kapan aku bisa siap-siap ," ucap Bintang lagi
"Siap-siap ?
"Iya Siap-siap untuk malam pertama kita ," ucap Bintang samakin menelusuri leher jenjang Yuki. Yuki semakin kegelian sampai dia tertawa keras.
"Bintang minggir enggak aku geli nih ha..ha..,"
Bintang masih saja betah di ceruk leher yuki, dia merasakan aroma yang sangat dia sukai di sana.
__ADS_1
Yuki semakin merinding dan terus bergerak-gerak sehingga dia tidak menyadari kalau dia telah membangunkan ular yang sedang tertidur lelap.
"Jangan gerak-gerak sayang, nanti ada yang bangun ," ucapan Bintang itu membuat Yuki bangkit dari tidurnya lalu menjauhi Bintang.
"Loh kok bangun sih sayang, sini tidur lagi. kalau kamu tidak istirahat kamu gak akan kuat berdiri saat Resepsi nanti ," ujar Bintang
"Aku tidur di kamar lain saja mas," ujar Yuki
"Loh kamu mau tidur di mana, semua kamar di sini sudah penuh ," ujar Bintang.
"Aku mau tidur di kamar mama saja ," ujar Yuki lalu segera pergi dari kamar itu dengan wajah memerahnya.
Bintang tertawa melihat wajah Malu-malu Istrinya itu.
"Oo jadi begini ya rasanya senang kalau ngangguin orang lain, pantesan saja Yuki dulu sangat senang mengganggu gue," ucap Bintang lalu segera tidur.
Sementara Yuki mencoba mengetuk Pintu Kamar Mamanya, tak lama Rike membuka pintunya.
"Loh sayang, kenapa kamu malah ke sini sih, Suami kamu di mana ?" tanya Rike
Yuki langsung masuk ke dalam kamar mamanya, dia menghempaskan tubuhnya di Tempat tidur lalu memeluk guling yang ada di sana.
"Kenapa Mama ngomong begitu sih, malah aku yang pergi sendiri karena tidak tahan di gangguin sama Dia ," ujar Yuki
"Loh apa mama enggak salah dengar sayang, kan kamu yang biasanya mengganggu dia, rasanya Mama tidak percaya kalau dia yang mengganggu kamu ," ujar Rike yang membuat Yuki semakin kesal.
"Au ah gelap," ucap Yuki lalu memejamkan matanya.
"Yuki..Yuki..ada-ada saja pengantin baru ini, itu belum menjalani malam pertama, kalau hari ini saja sudah seperti ini apalagi nanti, dia pasti kabur saat itu tiba," ucap Rike lalu juga membaringkan tubuhnya di samping Yuki.
*
*
Zain dan Xindy sudah siap dengan setelan yang barunya, Malam ini mereka akan menghadiri Resepsi Pernikahan Bintang.
Malam Ini Xindy memakai Gaun berwarna Nude yang membentuk tubuhnya yang sangat seksi itu, awalnya Dia merasa risih memakainya karena gaun tersebut sangat menempel di tubuhnya.
__ADS_1
Zain juga berpikiran seperti itu karena dia tidak rela lekuk tubuh Xindy terpampang sangat jelas sekali. Dia takut semua orang melihat keindahan itu.
Akan tetapi dengan kreatifitas mama Inge yang mempadukan dengan selendang yang menjulur panjang di samping gaunnya bisa mengakali terlihatnya lekut tubuhnya Xindy sehingga Zain pun membolehkan Xindy kembali memakainya.
Mereka sudah turun ke bawah, tapi mereka heran karena Inge masih saja dengan Piyamanya.
"Loh Mama Kok belum siap-siap sih, apa Mama Tidak mau ikut ?" tanya Xindy
"Enggak Xin, kalian saja yang pergi , Mama Rasanya tidak enak badan nih ," ujar Inge beralasan.
"Gak enak badan atau enggak mau ketemu sama Dua cowok tampan yang menunggu Mama di sana ?" goda Zain
"Kamu nakal ya Zain, mama beneran enggak enak badan Kok, Kalian saja yang pergi ya ," ujar Inge.
"Oke deh, kalau begitu Mama Istirahat saja sana, nanti kalau mereka menanyakan Mama aku bilang saja kalau Mama sedang sakit biar mereka menjenguk mama di sini," ujar Zain
"Jangan...!
"Loh kenapa ?, Kan mama bilang kalau mama lagi sakit, aku enggak mungkin Bohong kan sama mereka," ujar Zain
"Kamu bilang saja mama sudah tidur, Mama enggak mau kalau mereka malah menemui mama sedangkan Mama sedang menghindari mereka ," ujar Inge
"Tu kan apa aku bilang, Mama enggak sakit tapi mama tidak mau bertemu dengan dua cowok tampan itu ," Goda Zain lagi.
"Terserah kamu deh Zain, Mama mau tidur saja dari pada mama meladeni kamu yang selalu mengganggu Mama ," ucap Inge lalu pergi ke kamarnya.
Di Acara Resepsi Pernikahan Bintang dan Yuki terlihat dua pria Tampan dengan memakai kemeja dan jas yang senada sedang celingak-celinguk melihat kesana kemari seperti sedang menanti seseorang di pintu masuk tempat di mana diadakan Resepsi itu.
"Kamu ngapain masih di sini, ayo masuk sana ," suruh Rey
"Suka-suka saya dong mau di sini atau di dalam, kenapa kamu yang repot sih, kamu saja yang masuk kan kamu keluarga mempelai, apa kamu tidak berdiri tuh di samping keluarga mempelai wanita lainnya ?" Bisma tidak mau ngalah.
"Suka-suka saya dong, Saya mau menunggu Dek Inge di sini karena saya mau memperkenalkan dia kepada keluarga besar saya ," ujar Rey
"Heh kamu, ngaca dong...mana mau Inge sama kamu, kamu itu bukan tipe dia tau ,"
"Terus apa kamu itu tipenya, Enggak kan ?" ujar Rey
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...