Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 48


__ADS_3

Pagi sudah tiba, Seperti biasa Xindy selalu datang Lebih awal dari yang lainnya.


"Eh si Eneng, hari ini datangnya pagi juga ya, emang ya si Eneng pada rajin pisan," ujar Pak Satpam yang juga kemaren jaga itu.


"Biasa aja kok Pak, biar tugasnya cepat selesai," ujar Xindy.


"Saya masuk dulu ya Pak," ucap Xindy


"Baik Neng silahkan ," ujar Pak Satpam itu.


Xindy segera menuju ke arah Lift, kali ini dia sudah bisa menggunakannya tanpa bantun Mbah Guling lagi.


Ting...


Pintu Lift terbuka, Xindy langsung menuju ruangan alat kebersihan dan segera menyapu lantai dan mengepelnya sampai semua Kinclong.


Dia sudah membersihkan ruangannya pak Joko, kini tinggal satu ruangan lagi yaitu Ruangan Zain, Xindy bergegas masuk ke sana dan mulai merapikan ruangan itu namun ketika dia membersihkan meja kerja Zain dia melihat kalau ada selembar Foto di bawah File yang Tersusun di sana.


Perlahan Xindy mengambilnya dan dia kaget ternyata itu Foto dirinya bersama dengan Rico dengan memakai seragam sekolah. Xindy terduduk lemas.


"Apa Zain sudah mengingat semuanya, tapi kenapa dia tidak mengatakannya kepadaku, kenapa ?" ujarnya.


"Ehemm...ngapain lo bengong di situ, ayo cepat keluar ," ujar Zain yang baru saja datang.


"Kamu bisa jelaskan dari mana kamu dapat Foto ini," ujar Xindy


"Dari Mama, emang kenapa ? Dia mirip sekali sama lo ya, kata mama Dia namanya Xindy teman sekolah gue, Mama suka sekali sama dia, karena lo mirip sama dia makanya Mama mau jodohin lo sama gue," ujar Zain


Xindy belum percaya dengan ucapan Zain, tapi dia juga belum tau pasti kalau Zain masih Amnesia atau hanya berpura-pura saja.


"Ooo..emangnya si Xindy itu sekolah di mana ?"


"Kalau dia sekolahnya bareng gue ya di Jakarta lah, di mana lagi. Tapi kok gue gak bisa ingat sama dia sih, padahal semua teman-teman lain gue ingat." ujar Zain


Tees..


Air mata Xindy menetes di pipinya, dia yang awalnya sudah senang karena mengira Zain sudah mengingatnya,pupus sudah harapan Xindy ternyata Foto itu di berikan oleh Mama Inge pada Zain.


"Loh kok Lo nangis sih, lo minder ya sama dia, Mama bilang kalau Xindy itu baik, lembut dan perhatian gak kayak lo malah kebalikannya," ujar Zain


Zain..Xindy itu gue ..kapan lo akan ingat itu ,, Batin Xindy


"Sudah lo keluar sana dan tolong bikinin kopi buat gue," suruh Zain.


Xindy keluar dari ruangannya Zain, Air matanya tidak sanggup dia bendung lagi.


"Ternyata Rico belum mengingat aku, aku sudah merasa senang tadi,aku pikir dia sudah mulai mengingat semuanya, Xindy kamu jangan cenggeng seperti ini, Kamu harus kuat Xin, kalau tidak Zain Akan lama mengingat kamu," guman Xindy

__ADS_1


"Semangat..." ucapnya sambil tersenyum, Kemudian dia membuatkan secangkir kopi buat Zain, namun saat dia hendak menaruh gula ke dalam kopi itu tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya.


"Kerena pagi-pagi Zain sudah buat gue nangis, gue kerjaain aja kali ya," ucap Xindy lalu menaruh sesendok penuh garam ke dalam kopi itu.


Tok..tok..


"Masuk..."


"Ini kopinya Pak Bos,"


"Taruh saja di situ," ujar Zain masih Fokus sama kerjaannya. Xindy hendak pergi dari ruangan itu tapi suara Zain menghentikannya.


"Tunggu...!


Deg...


Xindy berbalik dan tersenyum pada Zain.


"Ada yang bisa aku bantu lagi Pak Bos ?


"Lo minum kopi itu ," suruhnya


"Loh bukannya kopi itu buat Pak Bos ya?


"Gue curiga kalau lo menaruh sesuatu di dalamnya," ucap Zain


"Yang bener saja pak Bos, Bapak Suudzon aja deh sama aku, aku gak sejahat itu kali Pak Bos," ujar Xindy namun dalam hatinya merasa was-was kalau Zain sampai ngotot menyuruhnya minum kopi itu jadi senjata makan tuan dong judulnya.


"Kagak kok pak Bos, nih lihat ya aku minum," ujar Xindy lalu mengambil Kopi itu dan hendak meminumnya.


"Tunggu...!


"Apa lagi sih pak Bos ?


"Gue percaya kok sama lo, taruh lagi kopinya dan lo boleh pergi," ujar Zain


Xindy segera menaruh kopi itu, untung saja Zain menyuruhnya berhenti tadi kalau tidak darah tingginya bisa naik karena minum kopi tersebut.


Xindy segera pergi dari ruangan itu sambil memegang dadanya.


Huff...


Xindy menghembuskan nafasnya lega ketika sudah di luar ruangan itu.


"Kenapa lo, kayak di kejar setan aja ?" tanya Leni yang baru saja sampai


"Kepo aja sih jadi orang," ucap Xindy lalu kembali ke Pantry.

__ADS_1


"Jutek amat sih tu gembel hari ini, gerak-geriknya mencurigakan, apa jangan-jangan Pak Zain sudah nyium dia lagi sehingga Dia ngos-ngosan seperti itu, Tapi gak mungkin ah, Pak Zain gak bakalan selera sama dia yang penampilannya kayak gembel itu, mendingan gue kemana-mana dari pada dia,"


Ujar Leni lalu melangkah menuju meja kerjanya.


"Indaaaahhhhh......." teriak Zain


"Hi..hi..hi...Rasain lo kena juga kan jebakan gue..Xindy di lawan hi..hi..," ujar Xindy lalu turun kelantai Bawah agar Zain tidak bisa menemukannya.


Saat dia keluar dari Lift dia berpas-pasan dengan seorang pemuda yang sangat dia kenal .


"Gawat..kenapa cowok itu di sini sih ?" ucap Xindy lalu menundukkan kepalanya lalu melewati pemuda itu.


"Hey tunggu...!"


Deg....Xindy berhenti dengan Jantungnya seperti mau copot.


"Ini Sapu tangannya Jatuh ," ujar Pemuda itu.Xindy berbalik lalu segera mengambil sapu tangannya lalu bergegas pergi dari sana.


"Sepertinya gue pernah melihat dia, tapi di mana ya..Ah mungkin mirip aja kali ya," ucap Pemuda itu lalu masuk ke Dalam Lift.


"Huff...untung saja dia gak ngenalin gue, kalau enggak dia pasti marah-marahin gue," ucap Xindy sambil mengelus-ngelus dadanya.


Xindy singgah di Kantin untuk membeli sebotol minuman dingin lalu dia kembali ke Lantai Atas.


"Capek juga hari ini ya, gue tidur aja sebentar kali ya," ucapnya lalu membenamkan wajahnya di atas meja.


"Heh Gembel,"


"Eh setan...setan..," ucap Xindy kaget.


"Lo ngatain gue setan ?


"Abisnya siapa lagi yang datang tiba-tiba dan ngagetin kalau bukan setan,"


"Eugh...Awas lo ya."


"Ada angin apa lo sampai nyamperin gue ke sini, kangen lo ya sama gue," ledek Xindy


"iih najis gue kabgen sama lo, Kalau bukan calon suami gue yang nyuruh gue males kali nyamperin lo, lo di suruh bikin minuman tuh buat tamu dan bawa ke ruangannya," suruh Leni.


"Ogah..lo aja ," ujar Xindy


"Lo tu ya, itu kan tugas lo ?"


"Iya..iya..berapa orang ?


"Tamunya satu juga buat gue dan calon suami gue dua totalnya 3, cepat di bikin jangan kelamaan nanti calon suami gue marah," ujar Leni lalu pergi dari sana

__ADS_1


"Nanti calon suami gue marah...halu di pelihara," ejek Xindy


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2