
"Eh..eh..Nengg Xindy kok nangis sih Neng, jangan nangis dong," ucap Kang Rohman
"Kang Rohman juga mau ninggalin Xindy kayak mamanya Xindy ?" ucap Xindy sesugukan
"Kagak Neng, kang Rohman hanya gak ngojek lagi aja, tapi neng jangan khawatir nanti ada ponakan akang yang antar jemput Neng Xindy," ujar Kang Rohman
"Kang Rohman kan tau kalau Xindy gak suka orang asing yang ngantar jemput Xindy,"
"Iya akang tau, tapi ini ponaan kang Rohman loh, jadi kamu gak usah takut,"
"Xindy gak takut kang Rohman, tapi Xindy gak terbiasa dengan orang yang gak Xindy kenal,"
"Di coba aja dulu, nanti kalau neng Xindy gak suka Akang akan keluar dari pekerjaan itu dan ngantar jemput Neng Xindy lagi,"
"Jangan...! Kang Rohman kerja saja, Xindy tau kang Rohman sekarang butuh banyak uang untuk biaya persalinan Istri kang Rohman, Xindy mau kok di antar Jemput sama Ponakannya Kang Rohman," ucap Xindy
"Baiklah kalau begitu kamu masuk Gih, nanti gerbangnya tutup tuh," suruh Kang Rohman.
Xindy pun bergegas masuk ke sekolahnya, dia segera menuju kekelasnya.
Bruuukkk...
Xindy gak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan, mereka berdua jatuh terduduk di lantai.
"Sory..sory..gue buru-buru tadi," ucap seorang cowok yang menabrak Xindy tadi sambil mengulurkan tangannya ke arah Xindy. Xindy hanya melihatnya saja lalu bangun sendiri dan meninggalkan Cowok itu sendiri di sana.
"Gadis yang menarik," ucap Si cowok.
Xindy berjalan menenelusuri koridor menuju ke kelasnya, tapi lagi-lagi dia bertabrakan dengan sekelompok siswi-siswi senior yang sedang nangkring di sana, dia kembali terjatuh ke lantai.
"Heh..punya mata gak lo, main nabrak-nabrak aja," ucap Seorang Gadis yang kutilang ( kurus, tinggi,langsing ) bak seorang Model itu.
Xindy Bangun lalu hendak pergi dari sana, akan tetapi cewek itu menarik tas nya sehingga Xindy kembali berdiri di tempatnya tadi.
"Eh..eh..mau kemana Lo hah, lo harus tanggung jawab, tuh sepatu gue kotor gara-gara lo," ujar Cewek yang bernama Franda itu.
"Maaf," sebuah kata keluar dari mulut Xindy, Xindy kembali hendak pergi dan lagi-lagi Franda menarik tasnya. Xindy menatap tajam ke arah Franda tanpa bersuara sedikitpun.
"Maaf aja gak cukup sayang...lo harus membersihkan sepatu gue pakai baju lo itu," ujar Franda dengan sok berkuasanya, Xindy masih menatap tajam ke arah Franda
"Ayo adik kecil, lakukan saja kemauan Franda kalau kamu gak mau babak belur," ucap Teman Franda yang bernama Lula
""Ayo tunggu apalagi, cepat lakukan," suruh Franda.
Xindy mulai merunduk pelan-pelan, namun sebuah tangan memegang bahunya.
"Jangan pernah melakukan itu," ucap seorang cowok yang berdiri tepat di belakangnya.
__ADS_1
"Mike.." ucap Franda kaget, Mike adalah cowok idolanya. Dia adalah ketua Osis di sekolah itu.
Xindy menepis tangan Cowok itu lalu berjalan menuju ke kelasnya
"Hey..tunggu," panggil Mike, tapi Xindy tidak mengubrisnya, dia terus saja berjalan.
Mike berusaha mengejarnya tapi tangannya di tarik oleh Franda.
"Apaan sih lo, lepasin gak," ujar Mike
"Gak Mike,ngapain kamu kejar dia, disini jelas jelas ada aku loh," ucap Franda mendadak manis
Mike menghempaskan tangan Franda lalu mengejar Xindy.
Sementara Xindy disambut hangat oleh teman-temannya.
"Kusut amat wajah lo Beb hari ini," ujar Bintang, Mike yang mendengarnya langsung menghentikan langkahnya.
Ternyata dia sudah punya pacar,, Batin Mike
Mike kemudian pergi dari sana.
"Kenapa sih Lo Xin, gak biasanya deh wajah lo di tekuk begini," ujar Kamal
"Kang Ojek langganan gue pensiun," ucap Xindy
"Jadi lo sedih gini hanya gara-gara itu Xin ?"
"Lo jangan Khawatir Beb, Mas bintang akan selalu setia menjadi kang Ojek Kamu selamanya," ujar Bintang
"Jangan Mau Xin, sama gue aja, gue siap antar lu kemana pun lu mau pergi," ujar Juki
"Gue juga," ucap Gatot
"Ngikut aja lu Jamblang, Emangnya lu punya Motor ?" tanya Juki
"Kagak sih, tapi kan gue punya sepeda," ujar Gatot mendapat tertawaan dari mereka.
"Jadi Xin lo pilih siapa ?" tanya Bintang
"Apanya ?" tanya Xindy yang baru sadar dari lamunannya
"Ya ampun Xin, kita dari tadi ngomong panjang kali lebar lu malah ngelamun," ujar Juki
"Emangnya kalian ngomongin apa sih ?" tanya Xindy
"Emang bener-bener nih si Xindy ya, bikin kesel gue aja lu," ucap Juki
__ADS_1
"Sabar Juk, Xindy kan lagi sedih, jadi wajar kalau dia gak dengar tadi, lagian lo kok emosian gini sih, biasanya lo nurut aja kalau lagi di tunggangi," ucap Gatot, Juki menatap tajam ke arah Gatot. Gatot hanya cengengesan.
"Kalian diam deh, Bebeb Xindy pasti milih gue, secara kan gue yang paling tampan dari kalian semua,"
"Pede banget lu Tang, muka kayak pantat panci saja bangga," ujar Juki
"Kalian bisa diam gak sih, gue pusing dengar kalian ngoceh mulu dari tadi," bentak Xindy, mereka semua terdiam bak pemadaman listrik bergilir.
Terlihat Bu Septi masuk ke kelas itu dengan seorang cowok di belakangnya ,semua kembali ke tempat duduk masing-masing. Terdengar suara riuh keluar dari mulut para Cewek-cewek yang ada di dalam kelas itu.
"Waah ganteng banget tu cowok, siapa ya dia," ucap salah satu cewek yang duduk di depan Xindy dan banyak cewek lainnya yang serupa dengan cewek tersebut.
Xindy tidak terkecoh, dia masih Fokus sama buku bacaannya.
"Selamat pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan Siswa baru pindahan dari Jakarta, silahkan kamu memperkenalkan diri," suruh Bu Septi
"Hai teman-teman, saya Riko, saya siswa pindahan dari Jakarta, saya harap kalian mau menjadi teman saya ya," ujar Rico
"Aku mau banget jadi teman kamu," ucap cewek tadi, yang lainnya juga pada riuh menjawabnya.
"Tenang..tenang...jangan gaduh.." ujar Bu Septi, semuanya kembali tenang.
"Sekarang kamu pilih tempat duduk kamu ya Rico," suruh Bu Septi
Rico mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang kelas, saat dia melihat Xindy, senyumnya merekah.
"Bu saya mau duduk di sebelah dia," ucap Rico sambil menunjuk ke arah Xindy, semua menatap Xindy dengan tatapan tidak sukannya.
"Baiklah, Xindy...!" panggil Bu Septi, Xindy menoleh tanpa menjawab, dia kaget melihat cowok itu adalah cowok yang dia tabrak tadi pagi.
"Ada apa Bi ?" tanya Xindy
"Mulai hari ini Rico akan duduk di samping kamu, jangan galak-galak sama dia ya," ujar Bu Septi yang memang tau sifat Xindy.
Xindy tidak menjawab, dia terus menatap tajam ke arah Cowok itu. Rico hanya tersenyum ke arahnya.
Penampakan Xindy Permata Indah
Source : Pinterest
Penampakan Zain Erico Perdana
Source : Pinterest
__ADS_1