Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 149


__ADS_3

"Ya ampun Nge..lo kenapa ?" tanya Mika yang melihat kalau Inge memakai pakaian yang menutup sampai mata kakinya dengan syal di lehernya.


Inge tidak menjawabnya tapi dia melangkahkan kakinya menuju ke Sofa.


"Nge...lo sakit, kok sepertinya lo kelihatannya lemah gitu ," Mika sebenarnya sudah tau apa yang terjadi dengan sahabatnya itu, namun dia pura-pura saja agar Inge menceritakan padanya.


"Ini semua gara-gara kak Devan ," ucap Inge kesal


"Maksud lo, kak Devan yang buat lo sakit ," Mika masih pura-pura gak ngerti namun di dalam hatinya dia tertawa melihat wajah kesal sahabatnya itu.


"Lo lihat ini, ini semua perbuatan dia," ujar Inge sambil membuka syal di lehernya.


"Woooow...hasil karya kak Devan ternyata bagus juga ya ha..ha..," ujar Mika sambil tertawa


"Lo sudah tau, kenapa lo malah pura-pura gak tau sih," ujar Inge makin kesal


"Iya gue sudah tau, gue ke sini mau nganterin ini, tadi Om ganteng ngajak gue buat beli ini karena di minta tolong sama Kak Devan katanya ," jelas Mika


"Jadi Kak Dion juga tau ?" Mika mengangguk


"Kak...Devan...awas kamu ya, nanti kalau kamu pulang aku bejek-bejek milutmu itu, " ucap Inge dengan wajah memerah antara malu dan marah.


"Woy..santai dong Nge, lagian kita maklum kok kalau lo seperti ini. kan kak Devan baru saja menghabiskan malam pertama sama lo setelah semingguan berpuasa, jadi wajar saja kalau dia buas begitu," ujar Mika yang makin membuat wajah Inge merona


"Lo gak usah malu sama gue, gue ke sini buat nemenin lo sekalian mau belajar dari pengalaman lo, siapa tau nanti bisa gue praktekkan kalau gue sudah menikah dengan Om ganteng," ujar Mika


Inge beranjak dari duduknya lalu meraih kresek obat yang di bawa oleh Mika kemudian menuju ke kamarnya, saat dia berada di pintu kamar dia berbalik.


"Mik..apa lo gak mau bantuin gue ngolesi salep ini ?" tanya Inge


"Dengan senang hati ," ujar Mika lalu bergegas masuk ke sana. Saat Inge membuka bajunya, nanpaklah hasil karya otentik dari Mr Devan yang membuat mata Mika terbelalak kaget.


"Nge...banyak Banget tandanya, apa lo gak ngerasa sakit saat dia membuatnya ?" tanya Mika sambil mengoles-ngoleskan salep itu di tubuh Inge.


"Saat lagi itu sih gak kerasa Mik, gue aja baru lihat tadi saat bercermin,"


"Gila...gila..gila..sudah kayak leopard aja lo di buat sama Kak Devan, kalau gue lihat lo begini, gue jadi pengen di buatin juga sama Om Ganteng ," ujar Mika asal


"Yeay lo..maunya, ntar lo gak bisa jalan lagi," ujar Inge yang sudah merasakan gimana susahnya berjalan saat sudah di unboxing.


"Gak percaya gue, buktinya lo bisa jalan tuh,"


"Ini juga gue susah jalannya tau gak, lo gak lihat gue kayak orang habis boker tadi jalannya ,"

__ADS_1


"Emang sesakit apa sih Nge, gue jadi penasaran, Emangnya punya laki lo besar banget ya ?" Inge membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Mika yang asal nyeplos itu, Dia sangat malu kalau membahas tentang itu, Dia memang sudah melihat semuanya bagaimana detilnya bentuk tubuh suaminya itu, namu dia gak mau orang lain mengetahuinya walaupun itu sahabatnya sendiri.


"Lo itu gak ada kerjaan ya, ngapain sih lo nanya-nanya kek gitu, kalau lo penasaran lo minta Aja Kak Dion praktekkannya," ujar Inge


"Oke..kalau gitu gue pergi dulu," ujar Mika


"Lo mau kemana ?


"Mau praktek sama Om Ganteng sesuai saran lo,"


"Mika....


"He..he..gak kok gue hanya bercanda, lagian lo itu cepat kali marah kalau gue bahas itu, kan gue juga mau tau , siapa tau nanti bisa jadu referensi buat gue buat mengimbangi om Ganteng," ujar Mika


"Ha..ha..emangnya buat makalah, pakai referensi segala," tawa Inge pecah saat mendengar ucapan Mika tersebut.


"Ya bisa sekalian juga kan," ujar Mika


"Serah lo deh Mik, pokoknya gue gak mau ceritain ke Lo, biar lo nanti ngerasain sendiri, tapi ngomong-ngomong benar yang lo bilang waktu itu, habis sakit jadi Enak ," ucap Inge


"Tuh kan gue bilang juga apa...bener kan kata orang-orang, gue jadi kepengen.."


plak...


"Ntar juga di buat lagi sama kak Devan, lagian kenapa lo malu sih,"


"Coba kalau lo di posisi gue, apa lo gak malu gitu ," tanya Inge


"Ya gak lah, malahan gue bangga. kan itu hasil karya suami kita sendiri, kalau belum menikah ya bisa jadi gue malu,"


"Bener juga sih, tapi tetap saja gue malu,"


"Ya udah, lo minum dulu obatnya biar bekasnya cepat hilang, gue mau turun sebentar buat beli sesuatu dulu di mini market dekat-dekat sini,"


"Mau beli apa lo ?" Mika membisikkan sesuatu di telinga Inge sehingga Inge tertawa.


"Seriusan lo ?" Mika mengangguk


"Kalau gitu gue nitip boleh gak ?


"Apa..


"Tolong beli cemilan buat gue, stok di rumah sudah habis,"

__ADS_1


"Beres nyonga Devan Perdana, tapi nanti lo ganti ya uangnya, gue belum gajian nih,"


"Iya Bawel..sudah sana pergi ,"


Sepeninggalnya Mika, ada yang membunyikan bel pintu, Inge segera membukanya


"Mika lo kok sudah balik sih ," tenya Inge


Awww...


Inge terpental akibat tendangan seseorang pada perutnya, Inge meringis kesakitan.


"Ternyata ini Apartementnya Devan," ucap seorang Pria yang nyelonong saja masuk ke sana dengan seorang gadis yang sangat di kenalnya.


"Cathrin..." ujar Inge


"Ha..ha...lo jangan belagak begok Nge, gue tau lo sudah tau siapa gue,"


"Jadi ini Istrinya Devan, Cantik juga ," ucap pria itu yang tak lain adalah Albert sambil mencengkeram dagu Inge, Inge menepis tangannya Albert.


"Wiiihhh, galak juga rupanya," ujar Albert sambil duduk di Sofa


Inge mau bangkit, kaki Cathrin alias Angel menginjak pahanya sehingga Inge susah untuk bangkit.


Aaaaaa..."Pekik Inge ketika Heils Catrin mengoreh pahanya yang mulus itu sehingga mengeluarkan darah, Inge semakin lemah, kondisinya memang tidak Fit sehingga membuat dia tidak bisa melawan.


"Lo pikir lo bisa merebut kak Devan dari gue, jangan mimpi lo Angel ," ucap Inge lemah


"Plakkk..." Angel menampar Inge sehingga darah segar keluat dari sudut bibirnya.


"Inge...inge...gue akan melakukan segala cara buat bisa bersama Devan, walaupun gue harus membunuh lo sekalipun," ujar Angel, Inge berdecih.


"Sabar Angel, gue masih membutuhkan Dia buat memperalat Devan buat menghancurkan perusahaan Perdana Corperation itu," ujar Albert


"Lo beruntung kali ini Inge, kalau bukan karena Albert sudah dari tadi gue bunuh lo," ucap Angel


Gue sepertinya harus mengikuti permainan mereka, dengan kondisi gue seperti saat ini gue gak mungkin bisa melawan mereka sebanyak ini, gue harus meninggalkan tanda buat kak Devan,, Batin Inge


Tanpa sepengetahuan mereka Inge menggambar sesuatu dengan darahnya sampai kemudian orang-orang suruhan Albert membawanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"

__ADS_1


"


__ADS_2