
"Gue ke ingat sama Juragan Kambing"
"Siapa tuh Juragan Kambing ?"
"Sahabat-sahabat gue di kampung, mereka adalah enam orang cowok sama seperti kalian,"
"Jadi di kampung Bos cantik juga punya sahabat cowok ?" tanya Selamet
"Iya lebih tepatnya hanya sahabat cowok, gue lebih suka berteman sama cowok dari pada cewek?" ujar Xindy
"Pantesan saja Bos Cantik sangat cepat menyesuaikan diri dengan kita, rupanya di kampung juga demikian ya," ujar Tedi
"Sudah jangan sedih lagi Bos cantik, kami di sini yang akan menggantikan mereka agar Bos Cantik tidak kesepian lagi ," ujar Emon
" Teras...!
"Iya.." sahut mereka barengan
"Kalian mau gak kalau gue suruh cari kerjaan yang halal ?" tanya Xindy
"Kita sih mau-mau aja Bos cantik, tapi nyari kerja susah di sini, yang halal palingan ngamen, tapi pendapatan nya gak banyak," ujar Radit
"Yang penting kalian mau dulu, kalau soal kerjaan apa biar gue yang mikir," ujar Xindy
"Gue mau tidur dulu ," ujar Xindy lalu memejamkan matanya.
"Eh siapa nih yang jaga duluan, kita gantian jaga Bos Cantik tidur.
"Emon sama Selamet saja yang tidur duluan, biar Gue , Tedi dan Anjar yang jaga duluan," ujar Radit.
"Yach tu anak malah sudah molor aja, belom lagi selesai gue ngomongnya," ujar Radit lagi sambil geleng-geleng kepalanya melihat Emon dan Selamet sudah terlelap.
*
*
Di Bandara...
"Akhirnya sampai juga di Indonesia ," ujar Zain
"Iya sudah lama banget ya Zain kita gak pulang ke Indonesia ," ujar Inge
"Iya Ma..Zain kangen sama masakan Indonesia apa lagi nasi goreng yang di jual dekat rumah kita dulu Ma ," ujar Zain
"Joko kemana sih, kenapa dia gak jemput kita ya ," ujar Inge
"Tu Om Joko ma..! " ujar Zain sambil menunjuk ke arah Joko yang berjalan menghampiri mereka.
__ADS_1
"Selamat datang kembali di Indonesia Nyonya dan Tuan Zain ," ujar Joko
"Ah Om ini, jangan terlalu Formal sama kita, om sudah kita anggap keluarga sendiri ya gak Ma ? " ujar Zain
"Iya Joko..bersikap seperti biasa saja," ujar Inge
"Baiklah mbak, ayo kita pulang ," ujar Joko
Mereka akhirnya pulang dengan menggunakan mobil mewah yang di bawa oleh Joko.
"Semoga Zain bisa mengingat semua kenangan ketika dia di Indonesia, aku sangat berharap kalau Zain bisa sembuh seperti semula," guman Inge
"Ma..mama Kok murung sih ?, gak suka ya kita pulang ke Indonesia ?" tanya Zain
"Enggak sayang, Mama senang banget sayang kita bisa pulang kembali ke Indonesia setelah setahun berada di London. Mama rasanya kangen sama Papa kamu, Joko kita gak usah pulang dulu ya kita ke makam mas Devan aja dulu," ujar Inge
"Baik Mbak," ucap Joko
Tak lama kemudian mereka sampai juga di TPU Tegal Alur Islam di mana Devan di makam kan.
Inge turun dari mobilnya di susul oleh Zain dan Joko, dengan keranjang bunga di tangannya dan sebuket kembang di tangan Zain mereka berjalan menuju ke pusara Suami serta ayah tercinta mereka.
"Sayang aku datang bersama putra kita, kamu gimana apa kamu senang di sana ?"tanya Inge sambil mengelus batu nisan Devan dengan berurai air matanya.
"Lihat Putra kita gagah sekali kan sayang, tapi sayang Putra kita gak mau memberikan aku menantu apa lagi Cucu, aku kan kesepian di saat dia pergi kerja. kamu suruh dia menikah dong sayang, siapa tau dia mau ," ujar Inge mulai ngelantur.
Joko menahan tawanya, bisa-bisanya mereka bercanda di depan makam suami dan Papanya sendiri.
"Mama pegang ya Janji kamu Zain," ujar Inge
"Iya..iya.." ujar Zain lalu duduk di samping mamanya, mereka memanjatkan doà buat Almarhum Devan dengan di pimpin oleh Zain.
"Mas kami mohon pamit ya, semoga setelah dari sini Zain sadar kalau dia itu sudah tua ," ujar Inge
"Mama iih..jangan mulai lagi deh ," ujar Zain
"Iya..iya..ayo kita pulang ," ajak Inge
Mereka pun akhirnya pulang ke Mansionnya.
Semetara Xindy terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal, dia bermimpi bertemu dengan Rico yang tersenyum manis ke arahnya.
"Hufff..ternyata hanya Mimpi, padahal gue berharap ini semua kenyataan," ucap Xindy
Azan subuh berkumandang , Xindy mulai bangkit dan melihat Teras sudah tepar dan terlelap tidur.
"Teras...bangun," ucap Xindy tapi tidak ada pergerakan sedikit pun dari mereka.
__ADS_1
"Teras...bangun....! teriak Xindy sehingga mereka terperanjat oleh gema suara Xindy itu.
"Ada apa...apa ada yang menggangu Bos Cantik," ucap Emon sambil membuka Jurus karate nya
"Ada apa sih Bos Cantik..ini masih malam Loh, kita masih ngantuk banget nih ," ujar Radit
"Malam..Malam..malam dengkulmu, ayo cepat bangun, kita ke Musholla ," ujar Xindy
"Mau ngapain ke Musholla Bos Cantik, nanti kita di usir lagi kalau tidur di sana ," ujar Radit
"Siapa bilang kita akan tidur di sana , kita ini mau Sholat subuh di sana," ujar Xindy
"Sholat.." ucap Mereka barengan karena kaget
"Kenapa ? jangan bilang kalau kalian gak pernah Sholat ," tanya Xindy, mereka asik menoleh satu sama lain.
"Bhua...ha..ha..." tawa mereka pecah mendengar ucapan Xindy itu.
"Ada-ada aja Si Bos Cantik ini, masak pencopet sama Jambret seperti kita sholat sih, emangnya ada penjahat yang sholat ?" ujar Selamet
"Ada..malahan banyak, apa kalian gak mau menghapus dosa-dosa kalian dengan melakukan kewajiban kalian sebagai seorang muslim ?" ujar Xindy lagi
"Emang bisa..?
"Walaupun kalian Jambret dan Copet jadilah Jambret dan Copet yang taat beribadah." ujar Xindy
"Maksud Bos cantik itu apa sih, kita binggung jadinya," ujar Anjar
"Gini ya, selama ini kalian sudah berbuat terlalu banyak dosa , dan mulai saat ini aku ingin kalian sedikit-sedikit bertaubat, jangan pernah mengira kalau Allah tidak menerima Taubat kalian karena Allah itu maha pengampun kepada Hambanya yang mau bertobat, Coba renungkan semua dosa-dosa kalian sebanyak apa sudah ngumpul," ujar Xindy
Terlihat Selamet menangis meraung-raung.
"Kenapa Lo Selamet, lo kok Nangis sih ?" tanya Emon
"Kata-kata Xindy menyentuh hati gue Mon, selama Hidup gue bisa di hitung dengan jari gue mengerjakan Sholat itu pun kalau Nyak gue bawa kayu besar agar gue mau sholat, dan hari ini gue menyadari betapa banyaknya dosa yang gue lakuin tapi tak pernah sekalipun berusaha menghapus dosa-dosa tersebut, Bos Cantik gue mau ikut Sholat bareng Bos Cantik." ujar Selamet
"Hua..hua...," Emon pun juga menangis
"Bos Cantik gue juga mau ikut ," ujar Emon
"Gue juga.." ucap Anjar
"Gue Juga.." ujar Tedi
"Loh Radit, kamu gimana ?" tanya Xindy
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1