
"Gue gak kenapa-kenapa kok Bisma, tadi gue hanya kelilipan dan sekarang sudah gak apa-apa kok," ujarnya Bohong
Nia mengerti kenapa Inge berbohong pada Bisma, dia juga tau walaupun Bisma sudah punya Luna akan tetapi perasaan Bisma pada Inge belum hilang sepenuhnya, kalau Inge mengatakan yang sebenarnya bisa saja Dia akan buat perhitungan sama Devan atau bisa juga dia kembali menggunakan kesempatan itu untuk mendekati Inge lagi dan itu akan menyakiti hati Luna.
Bisma tidak percaya apa yang Inge katakan, dia curiga ada sesuatu yang telah terjadi namun Inge tidak mau memberitahukan kepadanya.
" Ya sudah kalau begitu, aku ke toilet dulu sebentar." ucapnya. Lalu Bisma pun segera menuju Toilet dan sampai di sana Dia terlihat memegang ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Hallo.. gimana tugas lo..?
"Bagus..gue akan ngasih bonus lebih buat lo," ujar Bisma, senyum kemenangan muncul di bibir Bisma, Dia pun kemudian kembali ke Ruang kelasnya.
Sementara Alvian sedang mengobati luka-lukanya tiba-tiba suara ponselnya mengejutkannya, dia melihat sekilas lalu segera mengangkatnya.
"Hallo sayang, ada apa ? aku lagi sibuk nih, lagi ngobatin luka-lukaku akibat pukulan si Devan brengsek itu," ujar alvi, ternyata yang menelponnya adalah Mela.
"Yach kita gak jadi dong jalan-jalannya, gak asik ah," ucap Mela
"Maaf sayang, kamu harus ngerti dong kondisi aku, aku lagi sakit malah kamu masih ingin jalan-jalan, bukannya kamu obatin aku dulu sini," ucapnya
"Iya maaf sayang, tapi kalau di kampus kan gak bisa, nanti mereka curiga lagi sama kita. Gimana nanti Pulang Kampus di Kontrakan aku aja atau bila Perlu kamu sewa hotel buat kita berdua," usul Mela.
"Ide bagus tuh sayang, sampai jumpa nanti ya," ujar Alvi sambil cium ponselnya, Dia pun menutup sambungan telponya.
"Sakit banget sih, Tenaga Devan lumayan juga. Tapi gak apa-apa deh selain dapat bonus dari Bos, Mela akan memberi servis lebih sama gue nanti," gumannya sambil senyum-senyum sendiri membayangkan apa yang akan terjadi nanti.
🌹🌹🌹
Hari ini Mika Bangun pagi sekali, semua orang di mansion belum pada bangun, Dia bergegas mandi kemudian memakai pakaiannya dan bergegas turun menuju dapur.
Sampai di sana dia mulai membuka kulkas yang ada di dapur namun tidak ada makanan siap makan, lalu dia membuka lemari yang ada di sana ternyata keberuntungan ada di pihaknya sekarang. Didalam lemari itu banyak Roti tawar dan bermacam-macam selai, Mika menyambar selai kacang dan mengoleskannya di Roti itu. Mika mengoleskannya sampai lima lembar Roti tawar itu.
"Makan yang banyak dulu biar punya tenaga nanti menghadapi kerja Rodi hari ini," ucapnya mulai mengunyah satu persatu Roti tersebut.
Heemm...
Dehem seseorang yang ada di belakangnya, Mika tersedak dan menepuk-nepuk dadanya.
__ADS_1
Inge segera mengambilkan Air putih buat Mika.
"Ngagetin aja sih Lo Nge, untung gue gak ada riwayat penyakit jantung, kalau enggak udah modar gue," ucap Mika masih terbatuk-batuk.
"Sorry gue gak maksud, lagian ngapain lo jam segini udah siap aja, mau kemana lo ?
"Mau berperang," ucap Mika lalu kembali mengunyah roti yang masih tersisa. Inge mengernyitkan keningnya.
"Maksud lo apa, jangan ngada-ngada deh. emangnya lo tentara main perang-perang aja,"
"Bukan perang beneran oon, tapi gue mau memerangi hatinya om ganteng, emang kayak lo gak perlu perang-perangan buat naklukin hatinya Kak Devan," ujar Mika
"Itu sih derita lo ha..ha..," ledek Inge
"Dasar sahabat gak punya hati, bukannya ngasih semangat malah ngeledek," ujar Mika cemberut.
"Udah..jangan Ngambek dong Mika sayang, gue punya sesuatu buat lo agar lo lebih mudah menaklukan hatinya om ganteng lo itu," tanya Mika penasaran.
"Lo tunggu sebentar di sini, gue ambil dulu di kamar," ucap Inge sambil berlari menuju kamarnya, Tak lama kemudian terlihat Inge berjalan menuju ke arahnya dengan sesuatu yang dia pegang di tangannya.
"Ini buat lo,"
"Ini sabuk hitam gue, lo bisa gunain buat nakut-nakutin om ganteng lo, siapa tau dengan buat dia takut dia akan bertekuk lutut sama lo ha..ha.." ujar Inge lalu kabur dari hadapan Mika
"Inge...!lo ngerjain gue..awas lo ya.." teriak Mika sambil mengejar Inge, Inge berlari menghindar dari kejaran Mika dan..
Bruuk..
Inge menabrak sesuatu yang agak keras, ternyata yang Inge tabrak adalah pak Bondan yang hendak mengambil air minum di dapur, Dia haus karena habis olah raga malam. Bondan di suruh sama Nita mengambil Air karena persediaan air di kamar sudah habis.
"Upss..Maaf Pa, Inge gak sengaja ?" Inge malu karena melihat Bondan yang bertelanjang dada.
"Woow...Om Bondan walaupun sudah berumur masih punya roti sobek ya," ucap Mika memelototkan matanya melihat tubuh atletis Bondan
Inge segera menutup mata Mika sambil membawanya kembali ke dapur, Bondan baru menyadari kalau dia hanya memakai celana pendek dan tidak memakai baju, dia segera berlari menuju kamarnya.
Sampai di kamar Bondan ngos-ngosan, Nita yang melihat suaminya seperti itu jadi binggung.
__ADS_1
"Kenapa sih Pa ? kok papa ngos-ngosan seperti itu, kayak di kejar setan aja,"
"Iya papa di kejar setan," ujar Bondan masih ngos-ngosan
"Beneran Pa, Papa jangan nakut-nakutin mama dong Pa .." ucap Nita sambil memeluk erat tangan Bondan
"Iya, Papa ketemu sama dua anak tuyul di dapur, makanya papa gak ngambil airnya," ujar Bondan
"Gak usah di ambil lagi pa, kita tidur aja lagi yuk pa," ajak Nita masih ketakutan. Bondan pun menuruti kemauan Istrinya karena dia malu kalau jujur sama istrinya itu kalau dia kepergok sama Inge dan Mika hanya dengan memakai celana pendek saja tanpa memakai baju.
Kalau mama sampai tau dua anak itu melihatku seperti ini, bisa ngamuk dia,, Batin Bondan
Sementara Inge dan Mika tertawa terbahak-bahak melihat Ekspresi pak Bondan Tadi ketika menyadari kalau dia kepergok sama mereka dalam keadaan seperti itu.
"Kira-kira om Bondan habis ngapain ya, kenapa hanya memakai celana pendek aja," ujar Mika, Pikirannya sudah kemana-mana. Inge mengusap wajah Mika ketika melihat Mika senyum-senyum sendiri.
"Ayo...lo lagi ngebayangin yang engak-engak ya," ujar Inge
"Habisnya dia sexy gitu, gue jadi ingat sama roti sobeknya Om ganteng," ujarnya
" Apa ? Lo udah liat roti sobek kak Dion ? kapan ? Atau jangan-jangan lo udah ngapa-ngapain ya sama dia ?"
"Maunya sih gitu, tapi Om gantengnya gak mau, kalau lo gimana sama kak Devan ?" Inge mendelik mendengar pertanyaan Mika
"Kalau gue..." Mika menunggu kelanjutan ucapan Inge
"Kalau gue...
"Gue apa ?" Mika gak sabar mendengar kelanjutannya
"Rahasia ha..ha..."
"Inge...! lo ngerjain gue lagi ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
__ADS_1
Like...Coment dan Vote ya...
Makasih🙏🙏🙏Love U❤❤❤