
Silahkan ," ujar Sapta
Saya sudah mempelajari semua laporan bulan lalu, saya Rasa ada kejanggalan di dalamnya, kalau boleh saya sarankan tim marketing memeriksa kembali produk yang di keluarkan dari gudang penyimpanan dengan jumlah yang di pasarkan," ujar Devan, Seketika wajah Sapta
berubah mendengar ucapan Devan.
"Kamu anak baru tau apa kamu tentang Laporang marketing perusahaan ini hah," ujar Sapta meninggi
Saya memang belum tau detilnya tentang perusahaan ini pak, tapi menurut apa yang saya pelajari di kampus, laporan ini benar-benar aneh, banyaknya barang yang di pasarkan dengan yang di keluarkan dari gudang hampir setengahnya hilang, entah itu salah pihak gudang atau pun salah Tim marketingnyanya." jelas Devan, semuanya mangut-mangut mendengar ucapan Devan itu
Sapta semakin terpojok di buat oleh Devan.
"Untuk lebih akuratnya kita akan melakukan survei gudang dan pasar untuk mengetahui apakah Ada penyaluran Fiktif yang terjadi atau ada orang yang bermain di dalamnya," ujar Devan
"Manurut saya saran Devan ada benarnya juga, selama ini kita hanya membuat laporan sesuai apa yang di katakan oleh pak Sapta saja tanpa melakukan survei sendiri, makanya laporan kita sering di tolak oleh pihak Direksi," ujar Gala
"Iya..benar sekali , kali ini kita akan turun melakukan Survei gudang dan pasar agar laporan kita lebih akurat lagi," ujar Yang lainnya
" Pak Sapta setuju kan," tanya Gala
"Saya tidak setuju, selama ini tidak ada masalah apapun di bagian marketing, kalian lakukan saja seperti yang sudah-sudah," ujar Sapta mulai gugup
"Gak ada salahnya kan sekali-kali kita lakukan penyegaran pak, agar kinerja kita semakin maksimal," Tambah Devan semakin membuat Sapta kalang kabut
"Iya pak, kita Sudah lama tidak melakukan survei, jadi saran saudara Devan ada benarnya juga,"
"Meeting hari ini selesai, kalian jangan termakan omongannya, dia saja masih baru tau apa dia tentang perusahaan ini," ujar Sapta lalu pergi dari sana, Semua pada heran melihat tingkah Sapta itu.
"Hey Van, dari mana lo menyimpulkan kalau ada kecurangan di bagian Marketing ini," tanya Gala
"Gue hanya menerka-nerkanya saja," ujar Devan
"Lo memang hebat Van, lo gak lihat tadi pak Sapta jadi gugup begitu, " ujar Gala senang
"Lo tau gak Van, dari dulu kita-kita memang sudah curiga sama dia, Tapi gak ada satupun dari kita yang berani membuktikannya karena pak Sapta akan melakukan segala cara agar bisa memecat siapa saja yang mengkritiknya, lo hati-hati aja Van," ujar Gala
__ADS_1
"Apa separah itu ya, gue harus gimana nih," ujar Devan pura-pura takut
"Pasti sebentar lagi lo akan di panggil keruangannya," ujar Gala
"Hey Van..lo di panggil ke ruangan pak Sapta tuh," ujar Sandro
"Tuh kan..gue bilang juga apa, baek-baek lo Van," ujar Gala, Devan pun pergi menuju ruangan Sapta. Sampai di sana Sapta sudah menunggunya di sofa ruangan itu.
"Mari saudara Devan silahkan duduk," ucap Sapta Ramah
"Baik Pak, " Devan pura-pura gugup, dia ingin tau sampai dimana Sapta akan memainkan perannya itu.
"Saya gak akan basa-basi lagi, berapa banyak yang kamu inginkan ?" tanya Sapta, Devan mengerutkan keningnya
"Maaf Pak Sapta , saya tidak mengerti maksud Bapak ," ujar Devan
"Saya tau, kamu bekerja di sini untuk menghasilkan uang untuk keluargamu kan, saya bisa memenuhi semua kebutuhan kamu asalkan kamu berhenti dari perusahaan ini," ujar Sapta
"Tapi kenapa Pak, saya melamar pekerjaan di sini susah payah loh pak, kenapa saya harus berhenti, saya kan baru hari ini masuk kerja, apa kata orang tua saya kalau saya baru bekerja sudah berhenti aja," ujar Devan memulai aktingnya
"Maaf pak, saya tidak mau, bekerja di perusahaan ini adalah impian saya pak, saya pengen mengembangkan wawasan saya agar saya juga bisa sukses nantinya," ujar Devan
Sapta berpikir sejenak, dia melihat kalau Devan itu cerdas, dia bisa mengajaknya untuk bekerja sama, siapa tau dengan Devan mau bekerja sama dengannya kecurangannya selama ini tidak akan terbongkar.
"Kalau begitu ada pilihan lain buat kamu, "
"Apa itu pak ?"
"Saya lihat kamu itu pintar, saya akan menaikkan jabatan kamu asalkan kamu mau bekerja sama dengan saya," ujar Sapta
"Maksud bapak Apa ?
"Maksud saya kamu menjadi kaki tangan saya dan kita akan meraup keuntungan dari perusahaan ini sebanyak-banyaknya, saya tau orang miskin seperti kamu sangat butuh banyak uang kan, kamu akan bisa cepat kaya kalau kamu mau bekerja sama dengan saya," ujar Sapta
"Saya masih gak ngerti pak ?" ujar Devan pura-pura bodoh
__ADS_1
"Gimana ya cara ngejelasinnya,"
" pokoknya sederhananya begini, Kita akan menyeludupkan setengah dari barang itu ke sebuah perusahaan yang mampu menampung produk kita dengan harga tinggi, jadi kita tidak usah capek-capek memasarkannya kepasaran dan kita akan mendapat keuntungan dua kali lipat darinya," jelas Sapta
"Ooo begitu ya.., jadi selain kita dapat gaji dari perusahaan kita akan mendapatkan untung juga dari hasil penjualan Produknya ya," ujar Devan
"Iya begitu maksud saya," ujar Sapta
"Tapi kan pak, apa tidak akan ketahuan pihak perusahaan ya, Kalau kita mencurangi perusahaan pasti akan kelihatan di laporan keuangannya kan pak," ujar Devan
"Kamu memang cerdas Van, kalau soal itu kamu tenang saja saya sudah punya orang dalam di bagian keuangan yang bisa memanipulasi laporan keuangan perusahaan ini," ujar Sapta
"Oke kalau begitu pak, saya sangat senang kalau saya bekerja di sini akan mendapatkan uang banyak, pasti orang tua saya di kampung akan senang kalau saya mengirimkan uang lebih buat mereka,"ujar Devan Subringah.
Oooo jadi ini penyebabnya perusahaan gue merugi, gue pikir dia bekerja sendirian, ternyata ada orang lain di balik semua ini. Gue harus berpura-pura mau bekerjasama dengan dia agar gue tau perusahaan mana yang menampung produk perusahaan gue itu
"Kalau begitu kamu boleh keluar, nanti saya akan memberitahukan kamu kalau ada transaksi dengan peruaahaan itu, jadi kamu mulai sekarang harus tutup mulut kalau ada meeting dengan tim Marketing lagi," ujar Sapta
"Siap pak, semua akan berjalan sesuai dengan intruksi bapak," ujar Devan meyakinkan Sapta
Devan pun keluar dari ruangan itu dengan senyum yang lebar.
Semoga semua ini cepat terungkap agar gue gak perlu lagi ke perusahaan, dan bisa manja-manjaan sama istri tercinta,, Batin Devan
Ting...sebuah Chat masuk di ponsel Devan.
"Baru aja aku ingat dia, sudah nge chat aja nuh istri tercinta," guman Devan, Devan membuka Chat dari Inge, dia kaget saat melihatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir ya say di Novel terbaru aku judulnya :
MALAM KELAM PRINCES SOMPLAK
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1