
"Van, lo beneran mau tunangan di kampus lo saat lo wisuda nanti ?"
"Hemm," jawabnya singkat
Dion gak mau banyak bertanya lagi kalau Devan sudah mode begitu, dia takut kena akibatnya kalau terus melanjutkan pertanyaannya.
Dion pun akhirnya mengantar Devan ke Kampus karena Devan lagi malas menyetir kalau tidak ada Inge di sampingnya. setelah mengantarkan Devan, Dion segera ke kantornya.
Hari ini Devan akan menuntaskan penyelidikan terhadap Alvian, Devan sudah mendapat Info dari anak buahnya kalau Bisma tidak ada sangkut pautnya sama Alvian, dia hanya tidak sengaja bertemu dengannya saat motor Alvian mogok dan Bisma menawarkan untuk di bawa ke bengkelnya.
Devan sudah salah telah mencurigai Bisma, dia juga sangat merasa bersalah kepada Inge karena sudah membentaknya saat Inge membela Bisma.
"Hari ini gue harus berhasil mengungkap semuanya agar rencana gue bertunangan dengan Inge gak ada halangannya lagi," guman Devan.
Devan hari ini berencana mengintai Alvian, dia sudah mendapat info kalau hari ini Alvian akan menemui seseorang yang mungkin dia lah orangnya di balik semua yang terjadi itu.
Setelah Dion mengantarkannya ke kampus, dia tidak serta merta masuk ke sana melainkan masuk ke Cafe miliknya di seberang Jalan.
Sarah yang melihat Devan mampir ke sana langsung menghampirinya.
"Eh pak Bos, tumben lo mampir kemari, ada sidak mendadak ya," canda Sarah
"Sar...buatin gue coklat panas dan antar keruangan gue," ucapnya lalu pergi keruangannya.
"Tumben pesan coklat panas, pasti terjadi sesuatu deh sama Dia," guman Sarah yang tau sifat sahabatnya itu.
Sarah pun segera melakukan apa yang di suruh oleh Devan lalu mengantarkannya sendiri ke ruangan Devan karena hanya sarah saja yang di perbolehkan masuk ke sana.
"Van...lo kenapa ? cerita sama gue ," ucap Sarah
"Huff..." Devan menghembus nafasnya pelan.
"Sar,, gue mau tunangan," ucapnya, Sarah berbinar mendengar ucapan Devan
"Bagus dong, itu berita gembira, tapi kenapa wajah lo di tekuk gitu, seharusnya lo bahagia," ucapnya
"Justru itu masalahnya, gue gak akan bisa tunangan saat gue wisuda nanti kalau masalah Alvian belum kelar juga," ucap Devan
__ADS_1
"Apa tata belum mengetahui siapa dalangnya ?" tanya Sarah. Devan menggeleng.
"Gue harus turun tangan nih, hari ini gue yang akan membuntuti Alvian itu," ucap Sarah yang memang dulunya ahli dalam bidang itu sebelum pensiun karena menikah dan mengelola Cafe milik Devan itu.
"Lo emang sahabat terbaik gue, selalu ada buat gue di saat gue butuh," ucap Devan, memang ini rencananya mampir ke cafe itu untuk minta bantuan ke Sarah, tapi sarah lebih peka dan tanpa di minta dia menawarkan bantuannya sendiri.
"Terus gimana sama suami lo, dia pasti tidak mengijinkan Lo buat terjun lagi ke dunia itu, karena itu sangat berbahaya." ujar Devan khawatir.
"Tenang saja dia pasti mengijinkan gue karena ini masalah lo, tapi kalau buat yang lain pasti gue gak di bolehin," ujar Sarah.
"Makasih ya Sar.." ucap Devan lalu pergi dari sana.
"Loh kok coklat panasnya gak di minum," ujar Sarah
"Buat lo saja, hitung-hitung hadiah dari gue," ucap Devan terus melangkah pergi dari sana.
"Ada-ada saja si Devan, orang kasih hadiah ya uang kek, perhiasan kek, ini malah kasih coklat panas malah bekas dia lagi," ucap Sarah tapi meminumnya juga.
Devan lega, dia tinggal menunggu kabar dari sarah, dan mungkin tidak sampai 1×24 jam dia akan menerima laporan darinya karena memang kinerja Sarah yang begitu cepat.
Setelah kepergian Devan, Sarah memulai menyiapkan penyamarannya buat menyelidiki Alvian.
Disana sudah ada trio sengklek yang duluan datang sedang bermain game bareng.Melihat Devan datang mereka segera menghampirinya.
"Eh Van, gimana soal kesalahfahaman lo sama Inge apa sudah kelar," tanya Elang
"Iya kasian Inge, selalu sedih kalau kita menanyakan soal lo sama dia," ucap Andi
"Lagian itu cuma salah Faham aja, kenapa lo harus jauhin Inge sih," tanya Edo
"Kalian gak tau apa-apa, sebenarnya gue sama Inge itu marahannya bohongan tau," ujar Devan akhirnya dia menceritakan juga kepada mereka soal itu agar rencananya semakin mulus dan mendapat bantuan juga dari ke tiga sahabatnya itu yang memang ahli dalam bidang masing-masing.
"Maksud lo apa Van ?" tanya Andi.
"Sebenarnya sebelum kejadian Inge memeluk Alvian, kita sudah tau rencananya sama Meta itu, tapi karena kita ingin mengetahui siapa yang menyuruh mereka makanya kita mengikuti saja alur rencana mereka." cerita Devan
"Parah lo Van, lo gak bilang-bilang sama kita, kita udah nyangka macam-macam sama kalian, dan hampir saja hendak mempertemukan kalian agar berbaikan padahal kalian hanya pura-pura marahan," ucap Elang kesal
__ADS_1
"Justru itu sekarang gue cerita sama kalian, karena gue ingin masalah ini cepat kelar sebelum kita Wisuda," ujar Devan
"Terus lo butuh bantuan apa dari kita, apa menyelidiki si Alvian itu ?" tanya Andi
"Gak usah, itu sudah di handel sama yang lebih berpengalaman, kalian bantuin gue aja buat nyiapin acara pertunangan gue sama Inge pada saat wisuda nanti," ujar Devan yang membuat mereka bertiga menjatuhkan rahangnya.
"Lah kok malah di suruh jadi EO sih, kan itu bukan keahlian kita," ujar Andi yang memang tak tau apapun soal mengurusi pesta.
"Nanti kalian akan di bantu oleh Nia dan Mika," ujar Devan.
Andi jadi semangat mendengar nama Mika di sebut, Edo juga begitu karena mereka pasti sangat senang kalau dua gadis itu membantu mereka.
Elang masih cemberut tak bersemangat, tapi mereka tak menghiraukannya.
"Oke kalau gitu gue mau," ucap andi
"Gue juga," timpal Edo
"Lo gimana ?" tanya Devan ke Elang
"Gue ikut aja, asal itu buat lo senang," ujar Elang lalu mereka tos barengan ala geng mereka.
" Pasti ini akan jadi pesta bersejarah di kampus, Wisuda di gabung dengan pertunangan The King of Campus kita," ujar Andi.
Ponsel Devan berbunyi menandakan kalau ada chat masuk. Dia lalu membukanya ternyata itu chat dari Sarah. Saat Devan membukanya dia terbelalak dan mengepalkan tangannya. Trio sengklek yang melihat itu langsung menghampiri Devan dan juga melihat chat itu.
Sebuah Foto terpampang jelas di sana, Andi dan Edo tidak tau siapa dia tapi sepertinya Elang tau.
"Van..apa gak salah tu orang yang cari gara-gara sama lo ?" tanya Elang
"Emang dia siapa sih?" tanya Andi, Elang tidak menyahut.
"Gue gak nyangka Lang, dia menusuk gue dari belakang,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayo siapa lagi sih,, author ini bikin penasaran deh.😓😓😓
__ADS_1
Penasaran gak....mau di lanjutin atau enggak nih kalau mau, Coment yang banyak ya..😁😁
Tulis coment terbaikmu di kolon komentar ya Readers...👌👌