
"Mulai besok kamu kerjanya pakai topeng saja ," ujar Inge yang membuat Devan Kaget
"Loh kok gitu yang," ujar Devan
"Kamu mau pakai topeng apa gak usah kerja," ujar Inge
"Apa gak ada pilihan lain ?" tanya Devan
"Ada.."ujar Inge dengan serigainya
"Apa itu sayang," tanya Devan
"Besok juga kamu pasti tau," ujar Inge sambil senyum-senyum sendiri.
Perasaan Devan jadi gak enak di buatnya tapi dia tidak ingin tau apa itu sekarang, pasti nanti Inge aneh-aneh kemauannya, dari pada Dua Curut itu menartawakannya lebih baik dia diam saja.
Andi Dan Edo asik dengan makanannya sehingga tidak mendengarkan perdebatan antara suami istri itu.
🌹🌹🌹
Mika sedang asik main Game di meja kerjanya, Sementara Dion sudah memanggil-manggilnya dari tadi, akan tetapi karena begitu asik main Game dia tidak mendengar panggilan Dion.
Heemmm..
Dehem Dion yang membuat Mika tersentak dan meletakkan ponselnya itu.
"Asik ya..main Game saat jam kerja," ujar Dion
"Maaf pak, Dari pada suntuk gak ngapa-ngapain lebih baik main game kan pak," ujar Mika, memang Akhir-akhir ini kalau di Kantornya Mika sering memanggil Dion dengan sebutan Pak.
"Kamu ke ruangan saya sekarang," ucap Dion lalu masuk ke ruangannya. Mika pun mengikutinya dari belakang, Saat Mika masuk ke sana di Celingak-celinguk karena tidak melihat Dion Di sana.
Mika kaget saat ada seseorang memeluknya dari belakang.
"Om ganteng..aku kaget tau om tiba-tiba meluk kek gini," ujar Mika memegang dadanya
"Aku kangen sayang, kamu sih aku panggil-panggil gak datang-datang," ujar Dion
Dion mulai mencium tengkuk Mika sehingga membuat Mika merinding dan tak sengaja menyikut perut Dion sehingga Dion meringis kesakitan.
"Sayang..kamu kok nyikut aku sih," ujar Dion melepaskan pelukannya.
"Maaf sayang, aku gak sengaja. Abisnya aku geli sih, Aku jadi Reflek kan," ujar Mika
"Kamu ya..harus aku beri hukuman karena sudah berani menyikut Bos nya," ujar Dion
Dion mulai mendekat ke arah Mika sehingga Mika melangkah Mundur.
"Om ganteng mau ngapain ?" tanya Mika
"Aku akan kasih hukuman yang akan membuatmu gak bisa melupakannya sayang," ujar Dion mode genit
__ADS_1
"Jangan macam-macam dong Om Ganteng, ini di kantor loh, kalau ada yang lihat nanti kita bisa di sangka macam-macam ," ujar Mika
"Biarin saja kita di sangka macam-macam, palingan kita di nikahin, kan lebih enak lagi," ujar Dion masih berjalan mendekat ke arah Mika.
"Om ganteng Jangan...ha..ha.."
Gubrakk..
"Sedang apa kalian hah ?" ucap Andi yang tiba-tiba saja masuk ke ruangan itu.
Dion menghentikan aktifitasnya kemudian menatap lekat ke arah Andi
Ups...gue salah Ruangan ," ucapnya lalu hendak pergi dari sana tapi tangan Dion menarik belakang kemejanya sehingga dia tidak dapat pergi dari sana.
"Duduk.." bentak Dion
Andi pun Duduk di sofa, Dion dan Mika duduk juga di depannya.
"Kenapa lo berada di sini hah ?" tanya Dion dengan nada tinggi
"Saya lagi mencari ruang kerja saya, Maaf pak Dion saya pikir ini ruangan saya makanya saya main masuk aja," ujar Andi memberi alasan
"Apa kamu tidak lihat tulisan di atas pintu ruangan ini, Saya kira kamu belum buta sampai tidak melihat tulisan sebesar itu," ujar Dion
"Sekali lagi maaf pak Dion, saya tidak sempat melihatnya karena penasaran dengan suara-suara aneh di dalam sini,"
"Kamu sepertinya mau saya pecat sebelum kamu mulai bekerja," ujar Dion sinis
"Oke kalau begitu, kamu tidak jadi di pecat asalkan ..." Ucapan Dion terputus
"Asalkan apa pak ?" tanya Andi
"Asalkan kamu tutup mulut dengan apa yang kamu lihat tadi,' ujar Dion
"Baik Pak, tapi apa saya boleh saranin sesuatu pak," ujar Andi yang membuat Dion mengernyitkan keningnya
"Apa ?" tanya Dion, Andi bangun dan menuju ke arah Pintu.
"Apa Boleh Mika bekerja satu ruangan dengan Saya," ujar Andi lalu segera keluar dari sana
"Andi....!" teriak Dion kesal dengan ulah Andi itu. Mika tidak dapat menahan tawanya melihat Dion dan Andi yang gak pernah akur karena memperebutkannya.
"Sudah dong sayang, Andi jangan di dengerin . Dia memang begitu sangat suka mengerjai orang." ujar Mika
"Sepertinya kamu sangat mengenal Andi ya," Ujar Dion dengan wajah yang sedikit berubah, Mika menyadari kalau Dion itu Cemburu langsung mendekati Dion
"Sayang..kamu cemburu ya, kamu tenang saja ya..di hatiku hanya ada kamu seorang kok," ujar Mika lalu mengecup pipi Dion
"Aku gak percaya ," ujar Dion ngambek
Hadeuh..kumat lagi deh tingkah absurtbnya itu, kalau gak ingat Cinta rasanya pengen gue banting dianya,, Batin Mika
__ADS_1
"Aku harus gimana dong biar kamu percaya sayang ?" tanya Mika dengan wajah Imutnya
"Cium dulu dong," ujar Dion
"Tadi kan udah ,"
"Di sini belom," ujar Dion sambil menunjuk bibirnya dengan mata genitnya.
"Ooo mau di sini ," ujar Mika sambil menunjuk bibir Dion, Dion mengangguk
"Oke...tapi tutup mata dulu dong," ujar Mika, Dion menutup matanya, Lama dia menunggu tapi Mika belum Juga menciumnya.
"Ngapain bibir lo maju-maju gitu,"
Sepertinya gue kenal ni suara,, batin Dion
Dion membuka matanya, dia kaget saat melihat Devan di sana dan Mika sudah tidak berada di sana lagi.
"Mana Mika ?" tanya Dion
"Dia sudah gue suruh keluar, kalau mau mesum halalin dulu anak Orang, jangan main nyosor-nyosor aja," ujar Devan
"Kayak gak pernah aja lo Van," ujar Dion, Devan tersenyum
"Gue jelas beda sama Lo, lo ngelakuin nya di Kantor tau, untung gue yang masuk kalau orang lain gimana ?" ujar Devan
"Bisa jelek reputasi perusahaan ini kalau orang-orang tau Direktur Utama ada main dengan Asistennya," tambah Devan
"Gue tau, gak usah lo kasih tau lagi, lo tenang aja bentar lagi bakalan gue halalin juga dianya, setelah semua masalah di perusahaan kita kelar," ujar Dion
"Bagaimana..apa sudah ada yang lo curigain selain manager pemasaran itu ?" tanya Devan
"Iya..dia adalah manejer keuangan yang bekerja sama dengan manajer pemasaran," ujar Dion
"Gue sudah periksa semuanya, banyak kejanggalan di laporan keuangan dan hasil pemasaran yang sedikit padahal produksi tahun ini meningkat," ujar Dion
"Oke kalau begitu, target gue adalah manager pemasaran itu dan lo urus manager keuangan dan pantau terus laporan keuangannya," ujar Devan, Dion mengangukan kepalanya.
"Kalau begitu gue pulang dulu mau jalan-jalan sama Istri tercinta," ujar Devan
"Dasar tukang pamer lo," ujar Dion, Devan hanya cengengesan lalu pergi dari sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya ya di CS aku...
Klik langsung profil aku semua karyaku ada di sana ya..
Aku tunggu loh ...
makasih🙏🙏🙏
__ADS_1