
"Eh Mbak Leni, aku mau ketemu mas Zain, apa mas Zain ada mbak ?" tanya Xindy
"Pak Zain ya, saya tidak tau Xin, saya kan baru saja datang," ujar Leni
"Oh begitu ya, kan Mbak Leni sekertarisnya ya, apa Mas Zain ada kerjaan di luar kantor atau di Luar kota hari ini ?" Tanya Xindy lagi
"Sepertinya enggak ada deh Xin, jadwal Pak Zain seminggu ke depan kosong, memangnya kenapa sih ?" tanya Leni
"Enggak ada apa-apa kok mbak, oke deh terima kasih ya mbak infonya, ayo Kinara kita pergi dari sini.” Ajak Xindy.
Mereka pun akhirnya pergi dari sana, dengan bermacam pertanyaan di benak masing-masing.
“Xin, bagaimana ini, apa kita mencari mereka ke tempat lain ?” tanya Kinara
“Aku enggak tahu Kinara, aku enggak Tahu di mana tempat yang biasa di datangi mas Zain, apa jangan-jangan mas Zain pergi ke Makam Papanya ,” ucap Xindy
“Bisa jadi tuh Xin, ayo kita ke sana saja siapa tahu ada ,” ajak Kinara.
“Ayo.. tapi pakaian kita tidak sesuai kalau pergi ke makam ,” ucap Xindy
“Enggak apa-apa Kita kan enggak masuk ke sana, kita hanya mengecek saja apa Mereka ada di sana ,” ujar Kinara
“Kalau begitu ayo deh,” Xindy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di pemakaman.
Xindy melihat ke arah di mana letak pemakaman Papanya Zain akan tetapi dia kembali kecewa karena Zain tidak ada di sana, Kinara juga merasakan hal yang sama dengan Xindy, dia semakin khawatir saja dengan mereka.
“Apa Gue Telfon aja lagi ya,” ucap Xindy lalu mengambil ponselnya akan tetapi masih saja sama tidak di angkat oleh Zain.
“Gue sudah enggak tahu lagi apa yang harus gue lakukan Kinara Gue sangat takut kalau terjadi apa-apa sama Mas Zain ,” ucap Xindy mulai menangis
“Sabar Xindy, ayo kita cari lagi saja mereka dulu, kita kan baru mencari ke dua tempat saja, mungkin masih ada tempat yang biasa mereka datangi ,” ujar Kinara menenangkan Xindy.
__ADS_1
“Tapi Gue enggak tahu lagi di mana tempatnya Kinara, Gue hanya tahu tempat ini saja ,” ucap Xindy hampir putus asa.
“Kita coba saja dulu Xin, barang kali ketemu, aku juga khawatir sama Mas Jo, tapi aku serahkan saja sama Allah dan berdoa untuknya agar dia di jauhkan dari mara bahaya ,” ujar Kinara
“Atau kita Shalat Dhuha saja dulu yuk ,” ajak Kinara
“Baiklah, kita cari mesjid terdekat. Siapa tahu setelah ini Tuhan memberi kita petunjuk ,” ujar Xindy kembali melajukan mobilnya menuju ke Mesjid terdekat .
Tak lama mereka sampai di sebuah Mesjid dan mengerjakan Shalat Dhuha, setelah itu terlihat Xindy memanjatkan Doa sambil bercucuran air mata.
Setelah mereka selesai mereka kembali melanjutkan pencariannya. Xindy kembali melajukan mobilnya tak tentu arah, sampai di sebuah persimpangan Xindy melihat ada banyak orang yang berkerumun di samping jalan dan terlihat sebuah Mobil yang sangat mirip dengan Mobil Zain yang bagian depannya Hancur.
Deggg...
Jantung Xindy seolah berhenti, dia menepikan mobilnya dan segera menuju ke arah kerumunan itu.
Xindy mulai memberanikan diri untuk bertanya kepada seorang bapak-bapak yang ada di sana.
“Apa yang terjadi pak ?” tanya Xindy
“Itu neng, Truk menabrak mobil mewah, pengendara mobil mewah itu meninggal di tempat bersama satu temannya neng, malah masih muda lagi dan tampan-tampan ,” ujar bapak itu, seketika lutut Xindy lemas dan terduduk di jalan, Air mata mengalir deras di Pipinya, melihat itu Kinara yang dari tadi masih di mobil turun menghampiri Xindy.
“Kamu kenapa Xin ?” tanya Kinara
“Mereka kenapa ?” tanya Kinara
“Mereka kecelakaan Kinar dan bapak itu bilang kalau mereka tewas di tempat ,” ucap Xindy lemah.
“Jangan bercanda kamu Xin, bagaimana kamu bisa menyimpulkan kalau mereka kecelakaan ,” ucap Kinara berusaha tegar akan tetapi hatinya sangat hancur mendengar apa yang di katakan Xindy, dia berharap kalau semua itu tidak benar adanya.
“Mobil itu mirip dengan Mobil mas Zain,” ucap Xindy
Deg...
Jantung Kinara juga sama seperti Xindy, dia syok mendengar itu namun dia tetap berpikir positif, siapa tahu mobil itu hanya mirip saja.
“Xin kamu tenang dulu, siapa tahu kalau mobil itu hanya mirip saja dengan mobil mas Zain, ayo kita cek ke Rumah sakit ,” ajak Kinara
Xindy masih mematung di tempatnya, rasanya kakinya tidak bisa di gerakkan.
__ADS_1
“Xindy..ayo kita cek,” teriak Kinara, dia khawatir kalau yang di katakan oleh Xindy benar.
Xindy mulai mengumpulkan tenaganya untuk bangkit dan berjalan menuju ke Mobilnya.
Xindy melajukannya menuju ke Rumah sakit yang di beritahukan oleh bapak tadi.
“Ya Allah, semoga apa yang kami bayangkan itu tidak benar ya Allah ,” guman Kinara
Xindy terlihat tidak Fokus menyetir mobilnya, bayangan mengerikan menari-nari di kepalanya, dia tidak bisa membayangkan kalau semua yang di Pikirkannya itu menjadi kenyataan.
Setelah beberapa belokan akhirnya mereka sampai juga di Rumah sakit tersebut.
“Kinara kamu saja yang menanyakan kepada Resepsionisnya, Gue enggak sanggup mendengarnya..
“Baik, kamu duduk di sana saja ya, aku ke tempat Resepsionis dulu ,” ujar Kinara
Kinara berjalan cepat menuju ke Sana, dan menyapa Dua orang Resepsionis itu.
“Mbak mau tanya, Pasien Korban kecelakaan di jalan Xx apa benar di bawa ke mari ,” tanya Kinara
“Sebentar ya Mbak saya Cek dulu ,” ujar Resepsionis itu.
“Oh benar mbak dua orang pemuda kan ? Jenazahnya ada di Kamar mayat sekarang ,” ucap Resepsionis itu.
Semakin nyesek saja hati Kinara, akan tetapi dia tetap yakin kalau dua pria itu bukan Mas Zain dan Mas Jo.
“Apa boleh kami melihatnya, barang kali itu keluarga kami ,” ujar Kinara
“Oh Silah kan Mbak, Suster ..!!!” Resepsionis itu memanggil Seorang Suster yang lewat di sana.
“Iya ada apa ya ?” Tanya Suster yang lewat tadi.
“Tolong antarkan mbak ini ke Ruangan Jenazah ya, mereka mau melihat korban kecelakaan yang baru masuk tadi ,” suruhnya
“Baik , ayo mbak silah kan ikut saya ,” ujar Suster itu.
“Sebentar ya Sus, saya panggil teman saya dulu ,” Kinara berjalan menuju ke arah Xindy yang masih saja menangis.
“Xindy ayo kita ke Kamar Jenazah untuk melihat mereka, mudah-mudahan itu bukan Mas Zain dan Mas Jo.
__ADS_1
Xindy bangun sambil berpegangan pada Kinara, rasanya dia tidak sanggup berjalan lagi, kakinya terasa lemas, bayangan mengerikan masih saja menghantuinya akan tetapi apapun yang terjadi dia harus memastikan siapa Jenazah yang ada di sana itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...