
Hari sudah sore, Nia baru sampai di mansionnya. Nia kelihatan sangat lelah dan buru2 ke kamarnya
Sekilas Dion melihat seorang wanita cantik menuju ke kamar atas
"Siapa wanita itu? kenapa dia ke kamar Nia ya? gumannya
Rasa penasaran Dion membawanya melangkah mengikuti wanita itu.
"Siapa dia? dan dimana Nia ?" batin Dion
Perlahan Dion mengetuk pintu kamar nia
"Nia, kamu ada di dalam gak ? apa kakak boleh masuk" tanyanya
"Masuk aja kak...pintunya gak di kunci kok "jawab Nia
Dion pun segera membuka pintu kamar nia, terlihat seorang gadis yg sedang terbaring di kasur
"Kamu siapa..?dan dimana Nia..? tanya Dion
"Apaan sih kakak ini, bercanda aja kerjaannya." jawab Nia sambil bangun dari tempat tidurnya
Dion memperhatikan wanita itu dan dia pun kaget
"Nia...!! ini kamu ?" tanya dion heran
"Iya kak Dionku yg jomblo,"ucap Nia gemes
"Kamu kok bisa berubah jadi cantik gini ?"ucap Dion takjub
"Jadi kemaren - kemaren adik kakak ini gak cantik gitu " ucap Nia kesal
"Bukan begitu sayang , kemaren - kemaren adik kecilku ini memang sudah cantik , tapi ini penampilan kamu udah bikin kamu lebih cantik, kakak sampai pangling liatnya " rayu Dion biar Nia gak ngambek
"Bilang aja kakak ngomong kek gitu biar aku gak ngambek kan " ucap nia masih cemberut
"Ngak kok sayang , jangan ngambek dong, kakak serius gak ngenalin kamu, tadinya kakak pikir teman kamu yg masuk kekamar ini, makanya kakak cek ke sini,"jelas Dion
"Beneran kakak gak boong ? tanyanya
"Iya sayang, kamu kok bisa berubah jadi cantik kek gini sih ?" tanya Dion
"tadi aku ketemu sama ibu peri ," jawabnya sambil tersenyum
__ADS_1
"Jangan bercanda kamu " ucap dion
"Beneran kak aku gak bohong , tapi ibu perinya versi manusia.masih muda,cantik lagi " ucap Nia membuat Dion penasaran
"Kakak penasaran , seperti apa ibu peri yg kamu maksud, jadi pengen kenal,"ucap Dion
"Jangan kak, nanti kakak jatuh cinta lagi sama dia " ujar Nia
"Ah...ayo lah dek, kenalin sama kakak,"rengek Dion
"Oke..oke, nanti kalau Inge sudah sembuh akan aku ajak kesini bareng ibu peri juga, udah kakak keluar dulu aku mau istirahat , capek " ucap Nia sambil mendorong Dion keluar dari kamarnya
"Janji ya Nia ?" ucap Dion saat sudah berada di luar kamar
Nia tidak menjawab dan segera menutup pintunya
"Pasti kak Dion penasaran banget tuh sama ibu peri, hi..hi.."ucap nia sambil cekikikan
Nia pun merebahkan tubuhnya di kasur dan tak lama kemudian dia terlelap
🌹🌹🌹
Di sebuah taman Bisma sedang duduk di bawah pohon
Wajahnya terlihat sangat sedih, dia mengambil sebuah kaleng dan melemparkannya kesembarang tempat
"Awww...siapa sih yg nimpuk kepala gue," ucap seorang gadis yg berada di balik semak - semak
Bisma yg mendengar teriakan itu langsung mencari sumber suaranya
"Lo...!!! ngapain lo di balik semak - semak ?jangan - jangan lo ngintilin gue ya ?" tanya Bisma
"Gila !! geer banget lo jadi orang," ucap gadis itu yg ternyata adalah Luna
"Terus ngapain lo ada disitu?" tanya Bisma lagi
"Gue udah biasa ke sini kalau lagi suntuk" ucap Luna cuek
"Gue gak percaya" ucap Bisma
"Terserah
lagian gue ngapain ngintilin cowok orang, emang sih pada awalnya gue ada perasaan sama lo, tapi semenjak lo bilang udah punya pacar, gue udah buang jauh -jauh perasaan itu" ucap Luna sambil kembali tiduran di balik semak - semak itu
__ADS_1
Deggg...
Jantung Bisma berpacu mendengar perkataan Luna..
"Kenapa hati gue sakit ya, dengar dia ngomong kayak gitu, kenapa rasanya gue gak suka kalau dia sekarang jauhin gue , padahal kemaren gue masih risih dekat - dekat sama dia, apa karna gue lagi patah hati? tapi gue harus pastiin perasaan gue.." batin Bisma
Bisma pun ikut berbaring disisi Luna
luna kaget,
"Lo !!! kenapa lo ikut tidur disini sih, sana jauh - jauh dari gue " ucap Luna sambil mendorong - dorong tubuh Bisma
Bisma memegang tangan Luna dan langsung menarik Luna kepelukannya
deggg...
Detak jantung keduanya terdengar begitu cepat, Luna yg takut Bisma merasakan detak jantungnya hendak bangkit tapi tangan Bisma menahannya
"Biarkan seperti ini sebentar saja " lirih bisma
Luna pun akhirnya memeluk Bisma
"Kapan lagi gue bisa meluk lo kayak gini , anggap saja ini sebagai pelukan perpisahan " batin Luna
Luna yg merasakan detak jantung Bisma yg berdetak lebih cepat dari biasanya pun bangkit
dan melihat Bisma tersenyum
"Kenapa lo lepas pelukannya? padahal gue udah merasa nyaman sama lo " ucap Bisma
"Lo kenapa sih ngasih harapan lagi ke gue,? lo kan udah punya pacar ? padahal gue udah mencoba untuk melupakan lo" ucap Luna menahan air matanya
Bisma yg melihat Luna hampir menangis langsung memeluknya kembali, Luna memberontak, tapi tenaganya tidak cukup kuat di banding Bisma
"Mulai sekarang jangan pernah jauhin gue lagi " bisik Bisma
Luna yg mendengarnya langsung tercengang
Bisma melepaskan pelukannya lalu beranjak pergi
"maksud lo apa? teriak Luna
Bisma masih tetap melangkah dan melambaikan tangannya pada Luna dengan senyum manisnya
__ADS_1
"Maksudnya apa ya ngomong kek gitu sama gue, gue gak ngerti deh sama jalan pikirannya itu, kalau kek gini caranya mana bisa move on gue sama dia " guman Luna
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...