
Plaaakkk...
Sebuah tamparan lagi mendarat di pipi satunya , Angel kembali mengerang kesakitan. Angel sudah tidak sanggup mengucapkan sepatah kata pun lagi. Dadanya sesak menahan tangisnya, dia tidak menyangka orang yang sangat di cintainya menampar dia hingga dua kali.
"Lo jangan sekali-kali berfikir untuk memisahkan Inge sama gue, apalagi berfikir untuk mencelakakan Inge lagi, mungkin jeruji besi akan menjadi pelajaran berharga buat lo," ujar Devan berlalu dari sana dan menatap ke arah Dion, Dion yang mengerti apa maunya Devan menganggukkan kepalanya.
"Kalian bawa dia ke kantor polisi dan pastikan tidak ada yang menjaminnya termasuk Wira," ujar Dion
" Lo beruntung Devan hanya memasukkan lo kedalam penjara, itu hukuman yang terlalu ringan, biasanya dia tidak akan mengampuni orang yang sudah mengusik kehidupan orang yang dia sayangi," tambahnya
Para pengawal itu segera membawa Angel dengan mobil menuju kantor polisi.
Sementara Devan segera kembali ke Rumah sakit. Sesampainya di sana dia melihat Inge sudah sadar, Inge sedang makan di suapi oleh Mika. Devan sangat senang melihat kekasihnya itu sudah sadar dan segera menuju ke arahnya dengan senyum sumbringah.
"Honey,, dari mana aja, aku khawatir sama kamu," ujar Inge manja
Devan segera memeluk Inge dan mencium kening Inge, ketika Devan hendak mengecup bibir Inge, Mika berdehem.
Heeemmm..
"Hadeuh,, mata polos gue ternoda lagi nih," ucap Mika membuat Devan tidak jadi mengecup bibir Inge.
" Mika,, lo pulang saja sana, biar gue yang jaga Inge," ucap Devan
"Di jaga apa di jaga ? " ledek Mika
"Udah lo pulang aja, kan udah ada gue yang jagain Inge," ujar Devan sambil menatap dingin ke arah Mika
" Gue gak mau, gue mau jaga Inge saja di sini, lagian gue gak mau kalau lo tu ngapa-ngapain Inge sebelum kalian sah," ucapnya ngotot
"Udah Lo pulang aja sekarang, lo butuh istirahat agar besok lo bisa kerja dan ketemu sama Dion, " ujar Devan, mandengar nama Dion di sebut Mika langsung Semangat.
"Inge gue pulang dulu ya,, gue harus terlihat fresh besok di hadapan pangeran gue," ujarnya
"Loh tadi kan mau jagain gue, kok sekarang malah pulang sih," ucap Inge
"Misi gue lebih penting, lagian kan ada kak Devan yang jagain Lo, iya gak kak ?"
"Dasar plin-plan lo,, giliran Dengar nama kak Dion aja lo langsung berubah pikiran," ucap Inge
__ADS_1
"Biarin,, gue harus memperjuangkan cinta gue sampai titik darah penghabisan, lo sih enak sudah dapetin pangeran hati lo tanpa perlu berjuang, nah kalau gue,, harus merakit-rakit kehulu dulu,"
"Iya,,iya,, udah pulang sana," suruh Inge
"Awas ya kak Devan, kalau kak Devan ngapa-ngapain Inge, kak Devan akan berhadapan sama gue," Ancam Mika sebelum pergi dari sana.
Inge hanya tersenyum melihat sahabatnya itu.
Dia melihat kearah Devan yang mengernyitkan dahinya.
"Apa dia memang seperti itu ya, mana mau Dion sama dia kalau dia kayak gitu. kriteria Dion itu yang Feminim, lembut dan modis. gak bar-bar kayak dia," ujar Devan
"Jangan salah Honey,, aku yakin Mika bisa menaklukkan hati kak Dion tanpa harus menjadi orang lain, aku juga yakin ketulusan hatinya bisa menggoyahkan pertahanan hati kak Dion," ujar Inge
"Kalau gitu kita taruhan ya Baby, aku bilang Dion gak akan menyukai mika, kalau aku menang aku nyium kamu dan kalau kamu menang kamu nyium aku," ujar Devan
"Yeay...itu sih enak di kamu Honey, gak mau ah," ucap Inge malu
"Kalau gitu sekarang aja, mumpung Mika udah pergi," ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Inge.
Heemm..
Ternyata Mika masih belum pergi dari sana, dia masih berada di balik pintu ruangan itu kerena dia yakin kalau Devan akan melanjutkan adegan yang tertunda tadi. dia menunjuk dua jarinya ke matanya kemudian menunjuknya ke arah Devan kemudian pergi dari sana.
🌹🌹🌹
"Inge kemana sih,, bentar lagi mata kuliah mau di mulai, apa hari ini dia tidak masuk kuliah ya," guman Nia yang sudah berada di ruang kelasnya.
Dosen sudah masuk dan memulai mata kuliahnya, Nia tidak bersemangat karena tidak ada Inge di sana.
Saat bel istirahat berbunyi, Nia segera melankahkan kakinya menuju ke kanti, Dia berencana mau menanyakan keberadaan Inge sama Devan. Sampai di sana Nia celingak -celinguk mencari-cari keberadaan Devan, akan tetapi dia tidak melihat Devan di manapun.
" Eh,, Bidadari, ngapain bengong di sini ?" tanya Elang yang baru saja sampai di kantin, dia terlihat bersama dengan Andi dan Edo.
"Kak Edo sudah masuk kuliah," bukannya menjawab tapi dia malah bertanya pada Edo.
Edo hanya menganggukkan kepalanya sambil berlalu dari sana.
Kak Edo kenapa sih, kok dingin gitu sama aku, kemaren dia terlihat ceria saat ketemu aku tapi kenapa sekarang berubah ya,, Batin Nia heran.
__ADS_1
"Heh kok malah bengong sih, ayo kita ke sana," ajak Elang sambil mengandeng tangan Nia menuju ke salah satu meja yang kosong.
Andi hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat-sahabatnya itu.
Bakalan perang dingin nih, gue tau walaupun Edo menampikkan perasaannya ke Nia tapi gue yakin kalau dia bakalan cemburu melihat kedekatan Nia dan Elang,, Batin Andi
Dia pun melangkah menuju ke arah mereka, beberapa saat kemudian datang Edo dengan beberapa minuman kaleng di tangannya.
" Kak Elang tau gak dimana kak Devan ?" tanya Nia saat sudah duduk di sana.
"Bidadariku,, mengapa kamu menanyakan pacar orang sih, kan ada babang Elang di sini yang super tampan ini," goda Elang
"Lebay lo," ucap Edo yang baru saja duduk di dekat nya kemudian dia kembali fokus pada minumannya.
Nia sangat melihat perubahan sikap Edo terhadapnya setelah mengetahui kalau dia adalah Nia, raut wajahnya langsung berubah dan perasaannya pun kembali sedih.
Apa kak Edo berubah setelah mengetahui kalau aku adalah Nia ya,, Batin Nia
"Bidadariku,, kamu kenapa,, kenapa wajahmu sedih gitu," tanya Elang khawatir, Nia belum menjawabnya.
" Ya udah,, babang kasih tau deh, Devan itu ada di rumah sakit sekarang, dia lagi jagain Inge, udah jangan sedih lagi ntar cantiknya berkurang," ujar Elang
"Inge sakit apa ? " tanya Nia kaget
"Babang juga gak tau, tapi nanti babang mau ke sana lagi,, kamu mau ikut gak ?, Nanti kamu tanyain saja sendiri ama orangnya," ujarnya sok manja
Edo yang melihatnya merasa gerah tapi dia menahannya.
"Gue ikut," ujar Edo
"Lo ikut gue aja bro, jangan ganggu mereka. Lo gak kasian sama si Elang sampai sekarang masih jomblo saja," ujar Andi memanas-manasi,
Edo memberengut kesal , Dia memelototkan matanya ke arah Andi, sedang Andi malah terkekeh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
jangan lupa Like,, Coment dan Votenya ya.
__ADS_1
Dan tekan tanda ❤ agar novel ini jadi favorit
Makasih🙏🙏🙏 Love U ❤❤❤