Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
Eps 104


__ADS_3

"Sayang bagaimana kalau minggu depan kita menikah ?" tanya Zain Spontan


"Eh apa..!!


"Iya Minggu depan kita menikah, Apa kamu sudah siap ?" tanya Zain


"Aduh..gimana ini, kenapa dadakan gini sih," guman Xindy


"Sayang..gimana kamu sudah siap enggak ?" tanya Zain Lagi


"Tapi kan Mas, sebuah pernikahan itu butuh persiapan yang matang, mana cukup waktunya untuk mempersiapkannya kalau hanya satu minggu saja ," ujar Xindy


"Benar Zain, pasti kalian akan kerepotan nantinya."ujar Inge juga menimpali.


"Tenang saja, Setelah aku bisa menghafal AlQuran aku sudah menyewa EO untuk pernikahan kita kok, dan sekarang mungkin persiapannya sudah hampir sempurna tinggal kita Fitting baju saja sama mencoba menu makanannya, kalau soal dekor Temanya Out door, Karena aku tahu kamu menyukai Alam seperti Mama ku juga ," ujar Zain, Xindy dan Inge kaget mendengar penuturan Zain tersebut.


"Ternyata kamu sudah kebelet ya Zain, persiapannya sudah matang begitu," Goda Inge


"Bukan begitu mama sayang, aku takut aku Lupa lagi Hafalannya, karena pepatah mengatakan kalau belajar di waktu Kecil bagai mengukir di atas batu sedangkan Belajar ketika besar bagai mengukir di atas air, Jadi Zain tidak mau melewatkan kesempatan ini begitu saja sampai aku melupakan hafalannya."


"Ooo jadi kamu ngaku nih ceritanya kalau kamu itu sudah tua ," ujar Inge


"Ah Mama jangan buka kartu dong di depan Xindy, baru juga 30 tahun," ujar Zain


"Apa sayang, kamu sudah 30 tahun, jadi selisih umur kita 10 tahun dong, ternyata kamu sudah Om-om ya Mas," ujar Xindy


"Tapi Om-om Imut kan, gak kalah loh sama teman-teman kamu itu," Ujar Zain


"Iya sih, kamu masih kelihatan sepantaran dengan mereka," ujar Xindy malu.


"Berarti kamu setuju kan sayang kalau minggu depan kita menikah ?" tanya Zain Lagi


"Iya..terserah kamu saja sayang aku ikut saja ," ujar Xindy tidak ada pilihan lain.


"Yes...Aku bahagia banget sayang," ucap Zain hendak memeluk Xindy.


'Et..et..Peluknya di simpan buat minggu depan saja, mulai hari ini sampai minggu depan Xindy akan mama kawal biar setan tidak merasuki kalian," ujar Inge lalu membawa Xindy ke kamarnya.


"Ma..Mama..Kenapa Xindy nya di bawa sih..Mama..aku masih kangen tau ?" teriak Zain namun Inge tidak mengubrisnya dia tetap membawa Xindy masuk ke kamarnya.


"Yach..Mama..Gak asik banget sih, Baru saja mau kangen-kangenan sama Xindy sudah di jaga aja sama body guardnya," kesal Zain.

__ADS_1


*


*


Pagi sudah Tiba, hari ini Xindy mulai masuk kuliah lagi. Awalnya Zain melarangnya kuliah dulu sebelum Pernikahan mereka di langsungkan akan tetapi Xindy memaksa karena dia sudah sangat lama tidak masuk Kuliah.


"Sayang..kamu mengerti enggak sih apa arti Di pingit itu ," ujar Zain


"Iya aku ngerti kok, tapi hari ini saja aku ke kampusnya. Aku sudah kangen banget loh sama suasana kampus, dari pada aku mati karena kebosanan di rumah lebih baik aku ngampus kan," ujar Xindy


"Tapi..


"Gak ada tapi-tapian, Mama aja ngasih Izin masak kamu gak Ngasih..Aku ngambek nih ," ujar Xindy lagi


"Iya..iya..tapi aku ikut ya ngampus bareng kamu ," ujar Zain


"Ngapain kamu ikut, kan kamu harus ke kantor ," ujar Xindy


"Itu gampang, aku bisa nyuruh Om Joko mengantikan aku kok ,"


"Tapi mama melarang kamu dekat-dekat sama aku sayang, katanya jangan sampai kita kerasukan setan gitu katanya ," ujar Xindy


Tiba-tiba dari belakang Zain ada tangan yang menjewer kupingnya.


"Aduuh..aduuh..."


"Siapa yang enggak usah di dengarin Hah, Nakal kamu ya, Mama sudah bilang kalau kamu jangan dekat-dekat dengan Xindy dulu sebelum Ijab Qabul berlangsung, kamu mulai ngeyel ya," ujar Inge semakin kencang jewerannya sehingga Zain berteriak kesakitan.


"Ampun Ma..Zain gak akan ikut Kok ," ucap Zain, inge melepaskan jewerannya.


"Nah gitu dong, itu baru anak penurut, "


"Sayang kamu perginya di antar pak Supir saja, dan kamu awas kamu kalau di belakang Mama kamu pergi ke kampus menemui Xindy ," ancam Inge


Biarin saja Xindy pergi sama supir, nanti aku akan ikut di belakang," Batin Zain


"Zain..Mama tahu Loh apa yang ada di hati dan pikiran kamu itu, jangan coba-coba mengikuti Xindy kamu mengerti ," ujar Inge


"Iya Ma..! "Sahut Zain Pasrah, Isi hati dan pikirannya saja Mamanya bisa tahu apa lagi perbuatan di belakangnya , pasti dia akan terus mengusik kegiatan mereka. Zain akhirnya memutuskan untuk Ke Kantor.


"Ya sudah Zain pamit duluan Ya Ma.."

__ADS_1


"Iya kamu hati-hati ya sayang," ucap Inge sambil mengecup kening Zain.


"Sayang kamu perginya Mau Mama anterin, Mama mau ke tempat Arisan sekalian saja ,"


"Boleh Ma, " ujar Xindy sekalian keluar dari Mansion itu.


Inge akhirnya mengantarkan Xindy ke kampusnya dan dia melaju ke Sebuah Restoran mewah untuk mengikuti Arisan Ibu-ibu sosialita.


Sementara Xindy langsung di sambut oleh dua sahabatnya yaitu Liora dan Kinara.


"Hei Xin, gimana calon mertua Lo apa sudah sembuh ?" tanya Liora


"Alhamdulillah dia sudah sehat sekarang, Oh Ya gaess gue minta bantuannya ya untuk memfotocopi catatan selama gue enggak masuk kemaren,"


"Itu sih Gampang Xin, Oh ya selama di LA kamu pasti kangen banget ya sama pacar kamu yang tampan itu, pasti sewaktu pulang sudah kangen-kangenan kan...ceritain dong selama kamu di sana ngapain aja ," ujar Liora


" Kamu ini ngomong apa sih Liora, Xindy kan ke LA mengantarkan calon mertuanya berobat, memangnya apa yang di lakukan selain stay di rumah sakit," ujar Kinara.


Xindy hanya tersenyum saja menanggapi ucapan mereka, kalau sampai mereka tahu dia tidak ke Luar negeri tapi malah liburan ke kampung halamannya bisa kaget mereka.


"Oh ya Gaess mulai besok dan selama dua minggu ke depan gue enggak ngampus ya, tolong di Fotocopi Catatannya juga," pinta Xindy


"Loh kenapa memangnya Xin, apa Lo mau balik lagi ke Luar Negeri ?" Tanya Liora


"Enggak.." Jawab Xindy sambil tersenyum ke arah mereka


"Terus kenapa kamu berencana enggak masuk kuliah sih, padahal kan sudah sebulan ini kamu enggak masuk," ujar Kinara


Xindy mengode agar mereka mendekat ke arahnya.


"Gue mau menikah ," ucapnya


"Apa...!!!


Pekik Mereka berdua yang kaget mendengar perkataan Xindy itu.


"Serius lo Mau..Ummpp..." Xindy membekap mulut Liora.


"Suuttt..Jangan keras-keras, nanti semua orang pada tau kalau gue mau nikah, nanti kalian gue undang secara Resmi ya, lagian pernikahan gue ini hanya di hadiri orang terdekat saja ," ujar Xindy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2