
Kebiasaan Devan, main putusin aja telponnya", ucap Dion, Mika yang melihatnya jadi tertawa
"Ngapain lo ketawa, seneng lo lihat gue kesel ??Bentaknya
Mika makin kencang tertawanya membuat Dion jadi tambah kesal. Dion menatap Mika tajam seraya mendekati Mika perlahan-lahan, seketika tawa Mika terhenti melihat Dion mulai mendekatkan tubuhnya ke tubuh Mika.
Wajah Dion sudah sangat dekat dengan wajah Mika, Mika reflek memejamkan matanya.
Ceklek...
Pintu mobil terbuka, Mika kaget.Dia fikir Dion akan menciumnya tapi ternyata Dion membukakan pintu mobilnya.
"Turun lo !!!, ucap Dion
Di sini ??" tanya Mika binggung
Dion segera turun dari mobil dan mengitarinya lalu menarik Mika keluar dari mobil itu dan menutup pintu mobilnya.
Dion kemudian kembali masuk terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sementara Devan dan Inge sedang sarapan di Apartement nya.
"Baby !!,kamu yakin mau kuliah hari ini ??" tanya Devan
Inge menganggukkan kepalanya.
"Aku yakin Honey,, lagian kan nanti di kampus ada kamu yang jagain aku", ucapnya manja
"Ya udah, kamu siap-siap gih,, kita berangkat ke kampus", suruh Devan. Inge masih memakai piyama karena hari ini jadwal kuliahnya agak siangan, jadi dia masih malas-malasan saja dari tadi.
"Bentar lagi Honey, lagian kelasnya ntar jam 10. Ni baru jam 9", ujarnya
"Mandi dulu Baby, atau mau aku mandiin", ucap Devan dengan tatapan genitnya
Inge langsung beranjak mendengar ucapan Devan, dia langsung berlari menuju kamar dan menguncinya dari dalam. Devan tertawa melihatnya.
Inge sudah siap dengan setelan kaos putih dan jeans Dongker, dia mengikat tinggi rambutnya lalu keluar dari kamar menuju kearah Devan.
"Baby!! kamu mau menggodaku ya ??" ucap Devan yang melihat leher jenjang nan mulus milik Inge sambil menelan salivanya.
Inge mengernyitkan dahinya binggung, dia tidak tau apa maksud perkataan Devan.
__ADS_1
Devan mulai mendekati Inge, inge memundurkan langkahnya sampai dia sekarang sudah menabrak dinding.Langkah Devan semakin dekat,,makin dekat,,dan Inge menahan nafasnya.wajah Devan makin dekat dengan wajah Inge dan tangan Devan mulai melepaskan ikatan rambut Inge.
"Kamu kenapa Baby ??, kok tegang gitu", ucapnya sambil tersenyum
Inge baru menyadari kalau Devan hanya melepaskan ikat rambutnya.
"Iiiih,, Honey, nyebelin banget sich", ujar Inge
"Kamu ngarepin aku cium ya", goda Devan
Inge merengut dan mau meninggalkan Devan, Devan segera menarik tangan Inge dan langsung mencium dan ******* bibir ranum Inge, Inge segera membuka mulutnya, Devan yang merasakan ada reaksi dari Inge langsung memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut inge dan membelit lidahnya.
Melihat inge yang menahan nafas,Devan melepaskan sejenak ciuman panasnya,
"Nafas Baby", ucapnya dengan nafas memburu, melihat Inge mulai bernafas Devan kembali mencium bibir Inge dan sekarang mendapat balasan dari Inge, mereka saling *******,saling membelitkan lidah dan saling bertukar salivanya. Tangan Devan pun sudah tidak terkondisikan lagi, dia meremas sesuatu yang kenyal yang ada di tubuh Inge, Inge melenguh ketika tangan Devan meremas gundukan kembar itu, Devan sudah semakin bergairah, ketika Devan menyadari kalau ada yang terbangun di bawah sana dia langsung menjauh dari Inge yang sudah terbuai dengan perlakuannya.
"Maaf", ucap Devan lalu menuju kamar dan segera masuk ke kamar mandi, dia segera menguyur tubuhnya yang sudah memanas di bawah shower.
"Kenapa aku gak bisa menahan diri kayak gini sih, hampir saja aku melakukan hal itu, Tidak,, aku tidak boleh merusak Inge, aku mencintainya, aku tidak boleh melakukannya sebelum kami halal", ucapnya sambil menenangkan Anacondanya yang siap tempur.
Inge sudah tersadar, Dia merapikan pakaianya yang sudah acak-acakan karena perbuatan Devan, Dia membayangkan betapa lembut perlakuan Devan terhadapnya sehingga dia seakan tidak bisa menolak sentuhan-sentuhan Devan.Inge masih merinding ketika mengingat itu, sebagai wanita normal dia seakan menginginkan yang lebih lagi.
"Sadar Inge!!!, apa sih yang ada dalam fikiranku, kenapa aku jadi mengharapkan lebih dari kak Devan, kenapa aku jadi mesum kek gini sih", ucapnya sambil menepuk-nepuk pipinya dengan kedua tangannya.
Inge terpesona melihat ketampan Devan, Devan tersenyum sambil melangkahkan kaki ke arah Inge.
"Baby !!!Ayo kita ke kampus",ujarnya seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka, padahal dalam hatinya sangat gugup ketika menatap mata Inge.
"Ayo Honey !!" ajak Inge sambil menunduk menyembunyikan rona merah di pipinya.
Mereka pun kemudian berangkat ke kampus bersama.
🌹🌹🌹
Di Kampus..
Nia Sedang duduk di taman kampus sendirian sambil membaca buku, Dia terlihat sangat cantik hari ini . Banyak Cowok yang ingin mendekatinya, akan tetapi mereka tidak berani karena selama Nia masih culun mereka sering mengejek bahkan menghinanya.
Dari arah gerbang Kampus terlihat sebuah mobil masuk ke area parkir kampus, yang menjadi perhatian Nia bukanlah mobilnya, akan tetapi orang yang baru saja turun dari mobil tersebut.
Bisma turun dari mobil itu bersama Luna, Luna bergelayut manja di tangan Bisma.
__ADS_1
Deggg...
Jantung Nia berdegup kencang melihat pemandangan itu, hatinya bagai teriris-iris pisau yang tajam. Air mata seketika jatuh di pipinya yang mulus.
Bisma mengantar Luna ke kelasnya.
"Bisma !!,nanti kita makan siang sama sahabat-sahabat aku, kamu mau gak ?, tanya Luna manja
"Boleh," jawab Bisma Singkat
"Oke deh, Nanti kamu nyamperin aku ya", pintanya
"Oke, aku ke kelas dulu ya Luna",
"Bye,, sampai ketemu nanti ya Bisma", Bisma lalu berjalan menuju ruang kelasnya.
Nia sedang berada di toilet, dia hendak mencuci wajahnya karena matanya terlihat sembab akibat dia menangis. Di dalam toilet itu ada tiga orang cewek yang lagi ngegosip.
"Hei, kalian tau gak ? Itu tuh si Luna yang baru pulang dari luar negeri itu ?" ucap salah seorang dari mereka kepada temannya
"Emang ada apa dengan dia", tanya temannya penasaran.
"Gosipnya nih ya, Dia itu sudah jadian sama anak baru yang pindah dari Jogja itu", ucapnya, Nia cuma mendengarkan saja percakapan mereka.
"Yang mana sih," tanya salah satu dari mereka.
"Itu loh,, yang ganteng banget itu, yang satu kelas sama dia, tapi masih gantengan The King Of Kampus sih", ujarnya sambil menunjuk ke arah Nia.
Nia segera mematikan keran airnya ketika mendengar ucapan cewek itu, Hatinya sakit mengetahui kenyataan bahwa orang yang di cintainya sudah memiliki pacar.
Nia pun segera pergi dari sana dengan sesak di dadanya. Air mata kembali jatuh di pipinya, dia kemudian menuju ke ruang kelasnya. Di depan kelas dia berpas-pasan dengan Bisma yang tersenyum ke arahnya, akan tetapi Nia terus melewati tanpa melihatnya.
Nia kenapa ya??, Batin Bisma
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N😘😘😘
Kayaknya miss N sudah terkontaminasi juga sama Novel sebelah,,pikiran miss N mulai ngeres juga😁😁😁
Coment yuk,, biar miss N semangat up lagi...
__ADS_1
love U❤❤❤