Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 74


__ADS_3

Jam pulang kampus sudah tiba, Zain membukakan pintu mobil buat Xindy.


"Makasih ya pangeranku ," ucap Xindy sambil tersenyum manis ke arah Zain.


Zain mengitari mobilnya lalu duduk di samping kemudi, Zain kemudian melajukan mobilnya.


"Sayang.. ini kan bukan jalan pulang, kita mau kemana sih ?" tanya Xindy


"Sudah ikut saja, aku mau membawamu ke suatu tempat yang pasti kamu suka," ujar Zain sambil tersenyum.


"Kamu mau main rahasia-rahasian ya sama aku, Gak asik tau gak ,"


"Sayang..kalau aku kasih tau gak sureprise lagi dong," ucap Zain sambil mengenggam tangan Xindy dan tersenyum manis ke arahnya.


"Ya sudah aku ikut saja deh," ucap Xindy pasrah.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan mulai memasuki gerbang Tol.


"Loh ini kan Tol menuju Bandung kan sayang ?" tanya Xindy


"Iya..kita memang mau ke Bandung ," ujar Zain


"Ngapain sih kita ke Bandung sayang, Bandung kan jauh, apa keburu kalau kita pulang pergi,"


"Siapa bilang kalau kita akan pulang pergi, kita akan menginap di sana sayang ,"


"Apa...!!


"Kenapa kamu kaget gitu ?"


"Gimana aku gak kaget, kamu baru ngomongnya sekarang, aku kan gak ada persiapan selama di sana ,"


"Itu gak usah kamu pikirin, semua sudah aku siapin kok , kamu tenang saja ya Sayang ," ujar Zain santai


"Gimana bisa ??


"Tadi aku sudah Telpon Bi Lastri agar menyiapkan baju ganti buat kita selama Di Rumah besar."


"Maksud kamu, kamu juga punya Rumah di Bandung ?


"Iya..sebenarnya sih itu rumah Mama, Mama Asli orang Bandung,"


"Oooo..tapi gimana dengan kuliah ku sayang, hari ini hari pertama aku Kuliah loh, masak udah bolos aja ," ujar Xindy

__ADS_1


"Tenang dong sayang, aku juga sudah mengurusnya. Aku suruh Leni buat mengantikan kamu sementara di Kampus, jadi walaupun kamu gak kuliah tapi Absend kamu tetap ke isi ," ujar Zain


"Bhua..ha..ha..," Tawa Xindy pecah mendengar penuturan Zain itu.


"Loh kok kamu ketawa sih sayang ?


"Gimana aku gak ketawa, Kira-kira gimana nasib Mbak Leni saat kuliah ya, pasti Dosennya kewalahan menghadapi tingkah Mbak leni, secara mbak Leni itu kan pintar, nanti malah mbak Leni yang ngajarin Dosennya ha..ha..," ucap Xindy masih tertawa


"Iya juga ya sayang, kenapa aku gak kepikiran tentang itu ya, ah itu gak usah di pikirin yang penting semua masalah selesai," ujar Zain


"Zain menghidupkan musik Romantis menemani perjalanan mereka. Sesekali terlihat Xindy menyanyikan lagu itu sambil menatap ke arah Zain dan tersenyum manis ke arahnya.


Zain membalas Tatapan Xindy dengan penuh Cinta sehingga dia tidak melihat kalau ada sebuah mobil dari arah depan yang oleng.


"Sayang...Awas...!!


Zain membanting setirnya sehingga menabrak tembok di pinggir jalan dan Xindy terpental keluar melalui kaca depan mobil lalu jatuh ke sungai.


"Xindy.....!!!!!!!


*


*


Zain mengambil air lalu meminumnya, Tak lama Jo masuk sambil membawa Berkas di tangannya.


"Kenapa Lo Zain, kayak habis lari keliling lapangan aja lo ?" tanya Jo


"Gue mimpi buruk Jo , Gue Mimpi kalau Gue dan Xindy kecelakaan dan Xindy terpental jauh dan jatuh ke sungai, Gue harus ke Kampus sekarang juga ," ujar Zain


"Zain..Come On.. itu hanya Mimpi Bro, jangan lebay lo ah," ucap Jo


"Jo..gue gak mau kehilangan Xindy lagi, Mimpi gue terasa nyata sekali, gue akan memastikan kalau Xindy baik-baik saja di Kampus, bila perlu gue akan kembali ngampus bareng dia ,"


"What...!!!


"Apa gue gak salah dengar Bro, Lo itu mau ngampus lagi, bercanda Lo gak lucu tau gak ,"


"Siapa yang bercanda sih Jo, gue serius tau gak, Gue titip perusahaan sama Loo, Bila perlu Gue akan telpon Om Joko untuk menghandel semuanya ," ujar Zain


"Lo serius Zain, apa lo gak mau pikirin lagi gitu ?


"Gue gak pernah seserius ini tau gak Jo, gue gak mau kalau pernikahan gue sama Xindy batal gara-gara gue gagal menjaganya ," ujar Zain

__ADS_1


"Apa..!!Lo sama Xindy mau menikah ?


"Iya..lo kenapa kaget ?"


"Tega..benar-benar tega, Gue aja belum sepenuhnya Move On dari Xindy, lo udah main nikahin dia aja, kalau kata bang Haji Sungguh Ter~la~lu...


"Korban lagu dangdut lo Jo, udah ah..Gue mau ngampus dulu..baek-baek lo di kantor Ya Jo, Bye..Jonathan...," ucap Zain lalu keluar dari ruangannya menuju ke Kampus.


Di Kampus Xindy masih beristirahat di kantin bersama Liora karena kecapean setelah Bertarung dengan Arman tadi.


"Lio..Semoga sesudah ini Kak Arman tidak songong seperti tadi lagi ya, dan kita melalui masa Ospek ini dengan tenang tanpa ada tekanan dari kakak senior lagi ," ujar Xindy


"Itu pasti Xin, secara Kak Arman yang sok Jagoan itu sudah kalah telak sama lo, pasti yang lainnya akan mikir dua kali kalau ingin menjajah kita," ujar Liora


"Semoga ," ucap Xindy sambil meminum Jus yang ada di mejanya.


"Xindy itu Minuman gue," ujar Liora


"Eh Sorry..Sorry, gue gak nyadar kalau gue minum minuman lo,"


"Gak apa-apa lagi, gue pesan yang lain saja, lo lanjutin minumnya." ujar Liora lalu beranjak dari duduknya untuk memesan minumannya lagi.


Disudut kantin Ada seorang pemuda yang memakai Hody warna abu-abu memperhatikan mereka dari tadi dari balik Buku bacaannya.


"Ternyata yang ada dalam mimpiku tidak sama dengan kenyataannya, semoga apa yang terjadi pada Xindy tidak menjadi kenyataan juga ," ucap Sosok Itu yang tak lain adalah Zain yang sudah menyamar sedemikian rupa agar Xindy tidak mengenalinya.


Liora telah kembali dengan minuman dan sepiring makanan di tangannya.


"Lio..kenapa lo malah makan sih, kan waktu istirahat gak lama loh ," ujar Xindy


Bel sudah berbunyi..


"Tuh kan gue bilang juga apa, pasti semua sudah pada ngumpul lagi di lapangan,"


"Yach..gak jadi deh makannya, Bu..ini tolong di simpan ya, nanti saya ambil lagi ," ujar Liora sama penjaga kantin itu.


Mereka pun bergegas menuju ke Lapangan, Sampai di sana mereka hanya melihat Bintang , Yuki dan Nando serta ada beberapa orang kakak senior lainnya yang mereka tidak kenal namanya.


"Lio..kenapa kak Arman gak ada ya ?" tanya Xindy


"Palingan dia sudah malu sendiri dan mengundurkan diri dari ketua panitia," ucap Liora, tapi di saat yang bersamaan tampak Arman berjalan menuju ke arah Para Panitia lainnya dan langsung menyambar Microfonnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2