Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 108


__ADS_3

Kamu kok usil banget sih sayang, aku gak nyangka loh kamu bisa ngelakuin begitu sama mereka," ujar Devan


"Habisnya aku kesal kan, aku lagi laper banget mereka ganggu aja. lagian itu juga uang aku yang ayahnya ambil paksa dengan menjual segala aset milik ayahku di kampung,"


Devan mangut-mangut mendengar penuturan Inge, ternyata orang yang sudah menindas Inge dulunya sekarang berada di Jakarta, Devan pengen tau siapa sih orang itu yang di sebut paman oleh kekasihnya itu.


"Sayang aku boleh nambah lagi gak,Aku masih laper nih, kalau cuma makan kek gini doang aku gak bakalan kenyang," ujar Inge


"Memangnya kamu mau makan apa sayang ?"


"Aku maunya nasi goreng seafood," Devan melongo mendengar ucapan kekasihnya itu, padahal dia sudah menghabiskan beberapa piring makanan tadi malah mau makan nasi goreng Seafood lagi.


" Aku perhatiin kamu akhir-akhir ini banyak ya makannya, apa kamu gak takut gendut," ujar Devan, Inge mengerutkan keningnya


"Terus kenapa kalau aku gendut, apa kamu gak bakalan cinta sama aku lagi," ucap Inge sewot


" Bukan begitu sayang, aku gak bilang begitu kok, walaupun berat badanmu 100 kg sekalipun aku akan selalu cinta sama kamu sampai mati," ujar Devan


"Oh berarti aku harus berusaha jadi 100 kg nih, aku pengen lihat apa kamu masih cinta sama aku atau enggak kalau aku punya berat badan segitu," ucapnya


"Jangan..!


Teriak Devan, dia tidak menyangka akan mendapat jawaban yang bikin dia shock itu, dia tidak bisa membayangkan kalau BB inge jadi segitu.


"Kenapa ? tadi katanya kamu tetap cinta sama aku kalau BB aku segitu, kenapa teriak gitu ?" ucap Inge


"Aku gak mau saja kalau nanti kita menikah aku gak kuat gendong kamu sayang, aku kan maunya kalau kita sudah sah bakalan gendong kamu terus," ucapnya dengan wajah cemas kalau-kalau Inge gak terima dengan alasannya dan masih tetap marah.


"Ha..ha..ha...lihat deh sayang, wajah kamu jelek tau gak kalau cemas begitu, aku cuma bercanda kok sayang, aku juga gak mau kalau BB ku nambah apalagi sampai segitu bisa pingsan aku bawanya, lagian susah kali nyari pakaiannya kalau BB nya sampai segitu, aku juga ngeri ngebayanginnya," ujar Inge sambil tertawa.


"Kamu ya..suka sekali buat aku sport Jantung," ucap Devan sambil mencubit pipi Inge.


"Sayang sakit tau, aku ngambek beneran nih," ucapnya cemberut.

__ADS_1


"Jangan dong sayang katanya mau makan nasi goreng Seafood, ayo kita kesana," ajak Devan


"Gak deh sayang, aku takut gendut...kita pulang aja ya," ucapnya sambil bangkit dari duduknya. Devan pun mengikutinya dan merekapun lalu pulang kembali ke Mansion.


Di Mansion Bondan...


Dion dan Mika yang dari tadi menunggu kabar dari Devan merasa lega, karena anak buahnya sudah menghubungi mereka dan mengatakan semuanya berjalan lancar dan tidak ada yang terluka.


Dion dan Mika berencana akan menunggu mereka di Mansion, Lama sekali mereka menunggu bahkan Bondan dan Nita pun sudah tidur di kamar mereka karena memang malam sudah sangat larut.


Mika juga sudah sangat mengantuk, terlihat beberapa kali dia menguap dan mengucek-ngucek matanya.


"Mika lo tidur saja sana, biar gue saja yang menunggu mereka," suruh Dion


"Gak apa-apa kok, gue nunggu saja mereka pulang, lagian gue penasaran gimana action mereka tadi saat melawan orang-orang itu." ujar Mika semangat Lalu dia kembali menguap.


"Sudah besok saja kamu dengar cerita mereka, tidur gih, besok kamu telat bangun lagi buat kerja," ujar Dion


"Om ganteng...!" panggil Mika


"Apa gak ada sedikitpun rasa di hatimu buat aku ?"


Deggg...


Pertanyaan Mika membuat jantung Dion berpacu, Dion menatap wajah Mika yang menatap ke arahnya itu.Manik mata mereka bertemu, suara jantung mereka yang berdetak sangat cepat mengalahkan suara arena pacuan kuda.


Dion gagu tidak tau menjawab apa, dia hanya menatap mata sayu Mika, bibirnya kelu saat pertanyaan itu muncul dari bibir Mika. Tanpa dia sadari Dion mendekatkan wajahnya ke wajah Mika dan mengecup bibir Mika Singkat, Mika memejamkan matanya meresapi perlakuan Dion tersebut.


"Kamu tidur sana !, besok kamu akan kembali bekerja," ucap Dion, tetapi Mika masih memejamkan matanya, ternyata Mika tertidur sambil duduk.


Dion tersenyum melihat Mika yang tertidur seperti itu.


"Bisa-bisanya dia tertidur seperti itu, lucu banget sih," ucap Dion

__ADS_1


Dion pun mengendong Mika dan membawa ke kamarnya lalu membaringkan Mika di ranjangnya. Dion menatap lekat wajah Mika, entah kenapa akhir-akhir ini wajah itu semakin cantik di matanya, dan apabila dia tidak bertemu denganya sehari saja dia sudah merasa ada yang hilang di dirinya.


"Mungkin aku juga sudah jatuh cinta sama kamu Mika," ucap Dion lalu mengecup lembut kening Mika


"Om Ganteng..Sarangheo," ucap Mika dalam tidurnya, Dion tersenyum mendengarnya.


"Sarangheo juga Mika," ucapnya lalu keluar dari kamar Mika.


Saat Dion baru saja keluar dari sana, Terlihat Devan dan Inge sudah pulang, Dion segera menghampiri mereka. Inge segera menuju kamarnya karena memang dia sudah sangat mengantuk sedangkan Devan menghempaskan tubuhnya di Sofa.


"Devan kenapa lo baru pulang jam segini sih, kita semua khawatir tau gak sama lo,kita dari tadi udah nunggu lo," ujar Dion


"Siapa yang nyuruh lo nunggu gue, Kan gue gak nyuruh," ucap Devan, Dion jadi gedeg mendengarnya


" Kita khawatir terjadi apa-apa sama lo, makanya kita nunggu lon pulang, lagian lo dari mana aja sih jam segini baru pulang ?" tanya Dion


" Kepo aja lo, makanya punya pacar biar bisa ngehabisin waktu lo sama pacar lo. Jangan hanya kerja saja yang lo lakuin, padahal nih ya di umur lo yang hampir kepala tiga ini seharusnya lo sudah punya Istri, ini malah pacar aja gak punya," ledek Devan


"Lo benar, gue seharusnya sudah memikirkan itu dari sekarang, sepertinya sebentar lagi masa jomblo gue akan segera berakhir," ujarnya sambil tersenyum


"Gue tau moment seperti ini pasti akan tiba, ternyata Mika bisa juga bikin hati lo klepek-klepek sama dia," ujar Devan


"Kok lo tau gadis itu adalah Mika ?"


"Siapa lagi yang bisa buat lo senyam-senyum sendiri kalau bukan dia, gue sudah tau dari dulu lo memang sudah ada perasaan sama dia, tapi lo selalu menamfikannya, tapi syukurlah kalau lo sudah menyadarinya," ujar Devan


"Lo harus segera nembak dia, gue dengar dari Inge Andi juga menaruh hati sama Mika," ucap Devan yang membuat mata Dion melotot.


"Apa lo bilang, berani sekali dia begitu,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kayaknya ada yang bakalan ngelepas status jomblonya nih , apa jangan aja ya...? gimana menurut Readers semua...?

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Coment yang banyak ya


Makasij🙏🙏🙏


__ADS_2