Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 128


__ADS_3

Karena apa ?" tanya Devan


"Saat aku SMA aku pernah bergabung dengan sebuah organisasi pemberantas Mafia, tapi semenjak orang tuaku meninggal dan aku melanjutkan kuliah di Jakarta aku sudah keluar dari Organiasi tersebut," ujar Inge


"Pantesan saja kamu sangat mahir dalam menggunakan semua senjata, ternyata kamu adalah salah satu Herois Busters," ujar Devan, Inge mengerutkan keningnya mendengar Devan tau soal Organisasi pemberantas Mafia tersebut.


"Kak Devan tau tentang Herois Busters ?" Tanya Inge, Devan menganggukkan kepalanya.


"Aku akan menjelaskan sedetil-detilnya tentang siapa aku sebenarnya, aku harap kamu jangan kaget ya sayang," ujar Devan


"Aku sebenarnya..."


Tok..tok...


Devan dan Inge kaget karena ada yang mengetuk pintu mobil itu, ternyata Mika dan Dion yang mengetuknya.


Devan membuka kaca mobil itu dengan wajah marahnya. Dion yang melihat itu menarik Mika menjauh dari sana karena dia gak ingin kekasihnya itu terkena amukan Devan.


"Apaan sih yang, kok aku di tarik menjauh dari situ sih, aku kan pengen tau apa yang di lakukan mereka di dalam mobil itu, aku gak mau ya kalau Kak Devan ngapa-ngapain Inge sebelum mereka menikah," ujar Mika


"Mereka gak ngapa-ngapain kok, tadi Andi dan Elang sudah memberitahukan padaku kalau Devan dan Inge sedang memberitahukan rahasia masing-masing, jadi aku yakin mereka gak sempat ngapa-ngapain karena rahasia mereka terlalu besar sayang," ujar Dion


"Aku jadi penasaran sama rahasia mereka," ujar Mika.


"Jangan kepo sayang, Devan pernah Bilang kalau orang kepo itu umurnya gak panjang, Kalau dia sudah berkata begitu bakalan terjadi loh," ujar Dion


"Wah ngeri banget sih, aku gak kepo deh, aku kan belom menikah, belom ngerasain indahnya malam pertama, aku gak mau kepo lagi," ujar Mika bergidik. Dion tersenyum mendengar ucapan blak-blakan kekasihnya itu


"Sabar ya sayang, setelah pernikahan Devan dan Inge selesai baru kita akan mempersiapkan pernikahan kita," ujar Dion, Mika kaget mendengar ucapan Dion


"Gak secepat itu kali Om ganteng, Menikah itu butuh persiapan lahir dan bathin loh, gak bisa buru-buru," ujar Mika


"Katanya kamu sudah gak sabar merasakan malam pertama, aku juga sayang, Aku sudah terlalu tua untuk menunggu lagi, atau memang kamu yang gak mau menikah denganku," ujar Dion berubah Ekspresinya.


"Eh aku kan gak bilang seperti itu, jangan ngambek dong Om ganteng," ujar Mika

__ADS_1


"Oke deh aku setuju setelah Inge dan kak Devan menikah kita akan mempersiapkan pernikahan kita, jangan ngambek lagi ya," ujar Mika, Dion tersenyum


Hadeeuh..kenapa Om ganteng jadi ke kanak-kanakan gini sih, pakek ngambek segala, kayak bukan seorang Direktur saja kalau dia begitu, kalau orang-orang sampai tau seorang Direktur perusahaan ternama ngambek karena hal seperti ini bisa jatuh marwahnya sebagai orang hebat,, Batin Mika


"Nah gitu dong sayang, Aku akan mempersiapkan semuanya kamu tinggal tunggu beres saja," ujar Dion


"Terserah kamu saja sayang," ujar Mika


Sementara di dalam mobil wajah Devan masih merengut kesal karena pasangan cecunguk itu sudah menganggu moment mendebarkan itu.


"Sudahlah, kamu lanjutin saja penjelasanmu itu, gak usah hiraukan mereka. Kamu seperti gak mengenal mereka saja sih," ujar Inge, Devan masih memberengut


"Kak Devan mau nikah gak sih," ujar Inge yang membuat Devan kaget karena mendapat pertanyaan seperti itu dari kekasihnya


"Ya iya lah sayang, aku mau banget," ujar Devan


"Kalau gitu lupain mereka, sekarang kamu lanjutkan saja yang tadi agar aku bersedia menjadi Istrimu," ujar inge cemberut


"Baiklah sayang, jangan ngambek dong," ucap Devan menoel hidung Inge.


"Jadi dugaan ku benar dong," Ucap Inge, Devan mengerutkan keningnya


"Aku sering curiga saat kamu menyuruh sesuatu sama kak Dion, dia tidak pernah membantahnya," ujar Inge


"Tapi bagaimana dengan senjata-senjata yang ada di Apartementmu itu dan juga soal ninja-ninja waktu itu," tanya Inge


"Selain aku punya beberapa perusahaan, aku juga membentuk organisasi yang khusus memberantas kejahatan salah satunya Herois Busters yang ada di bandung ini," jelasnya


"Jadi...kamu itu the Prince of Busters idolaku itu ?" ujar Inge


"Kamu mengidolakanku sayang ?


"Iya...karena sepak terjang The Prince of Busters lah aku bergabung dengan Herois Busters itu, aku berharap suatu hari nanti aku bisa bertemu dengan The Prince Of Busters itu, dan aku gak menyangka sayang kalau kamu adalah orang yang selama ini aku idolakan," ucap Inge bahagia


"Emangnya dulu kalau kamu bertemu dengannya kamu mau ngapain," tanya Devan

__ADS_1


"Ya aku ajak nikah lah, Aku gak menyangka semuanya serba kebetulan gini, apa ini mimpi ya," ucap Inge


Cup..


Devan mengecup bibir Inge


"Apaan sih kak Devan, "Ucap Inge


"Aku menyadarkan kamu sayang kalau semua ini bukan mimpi," ujar Devan tertawa


"Aku kaget saja, Orang yang aku cintai itu kamu, Dedemit yang aku tunggu itu juga kamu dan sekarang aku mengetahui kalau The Prince of Busters yang aku idolakan kamu juga orangnya, " ujar Inge


"Sungguh Allah sangat baik padaku...aku sangat bahagia kak Devan, sangat bahagia," ujar Inge


"Aku juga bahagia sayang, sudah lama aku menunggu seseorang yang bisa mengetarkan hatiku ini, banyak wanita yang mendekatiku, namun setelah pertemuan pertama kita di air terjun itu aku merasakan kalau aku menemukan belahan jiwaku yang hilang, Dulu aku sedingin Es dan sangat kaku, tetapi setelah bertemu denganmu aku merasakan nikmat hidup yang sebenarnya," ucap Devan kemudian menarik nafas dan menghembuskannya pelan.


"Makasih Inge Setia Dewi Bintang Perkasa, kamu telah mengubah duniaku menjadi berwarna dan lebih indah," ucap Devan


"Bintang Perkasa ?" tanya Inge


"Iya..Namamu yang sebenarnya adalah Annisa Bintang Perkasa sayang," ujar Devan, tapi saat menyebut nama itu Devan merasa aneh akan sesuatu.


"Kenapa aku gak merasa aneh ya, nama keluarga papa semuanya adalah Bintang perkasa tapi nama ku ujungnya Perdana, kok aku baru menyadarinya ya sayang," ujar Devan kemudian.


"Itu tandanya papa tidak mengganti nama keluargamu kak Devan Perdana, agar suatu saat kamu menanyakan kepada mereka tentang ini semua," ujar Inge


"Kamu ada benarnya sayang, akan tetapi aku sangat bersyukur kalau kita gak sedarah, kalau kita adik kakak beneran aku gak bisa bayangin apa yang akan terjadi padaku," ujar Devan


"Aku juga sayang, Aku sangat terpukul saat mengetahui kalau kamu itu kakak ku," ujar Inge


"Sayang, semua yang aku ceritakan padamu ini tolong kamu rahasiakan ya termasuk pada sahabat-sahabat kamu, ini semua cuma kamu ,papa ,mama dan Dion saja yang tau, yang lain ada beberapa orang kepercayaanku saja yang tau, nanti aku akan mengenalkan kamu kepada mereka," ujar Devan


"Kenapa sayang, bukankah bagus kalau mereka semua mengetahuinya,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Ayo Coment yang banyak dong...😊😊😊


__ADS_2