Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 24


__ADS_3

"Kan sudah ayah bilang kalau kamu itu berbakat membuat kopi Rico," ujar Damar.


"Apanya yang nikmat ?" tanya Xindy yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Lok kok bisa Copelan gini sih, kalian sehati rupanya," ujar Damar yang membuat mereka melihat ke arah bajunya sendiri


"Iya ya..kok warnanya sama," ujar Xindy


"Itu namanya Jodoh, ya gak yah ?" ujar Rico


"Mana ada, tunggu dulu, aku ganti baju lain saja," ujar Xindy namun tangan Rico memegang tangannya.


"Udah gak keburu lagi, ayo kita berangkat, kita pergi dulu ya Yah," pamit Rico


"Hati-hati nak Rico, pulangnya jangan kemalaman ya," ujar Damar.


"Siap Bos," ucap Rico yang membuat tawa di bibir Damar.


Mereka pun akhirnya menaiki motor dan mulai menyusuri jalan. Mereka terlihat seperti pasangan yang baru saja jadian, Baju Copelan gitu dengan motif kotak-kotak putih dan hitam seperti papan catur itu.


"Rico, kita mau kemana sih sebenarnya ?"


"Rahasia Dong, nanti kamu juga tau sendiri," ujar Rico masih melajukan motornya.


Xindy masih penasaran akan di bawa kemana dia sama Rico, hari sudah jam tiga Sore tapi mereka belum juga sampai di tujuan.


"Rico..kita mau kemana sih ? perasaan jauh banget deh, lo gak berniat macam-macam kan sama gue," Tanya Xindy was-was.


"Emangnya lo takut sama gue, Lo kan pandai beladiri," ujar Rico


Iya gue pandai beladiri tapi kalau lo perlakukan gue dengan sangat indah gue takut gak bisa mengendalikan perasaan gue,, Batin Xindy


Loh kok diam sih, lo gak usah takut gue gak akan macam-macam sama lo kok, lo tenang aja bentar lagi kita sampai," ujar Rico


Benar saja tak lama kemudian Rico menghentikan motornya tepat di area Pasar malam .


Lampu berkelap kelip di mana-mana membuat suasana indah terlihat di netra Xindy, Sebuah senyuman terbit di bibir Xindy.


"Ini kan pasar malam, kok lo tau sih kalau gue suka pasar malam ?" tanya Xindy


"Semua yang lo suka juga gue tau," ujar Rico


"Selain pasar malam apa lagi yang gue suka ? kalau salah dapat hukuman ya," ujar Xindy

__ADS_1


"Mmmm apa ya...Gue mungkin," ucap Rico yang membuat Xindy merona.


"Jadi benar lo suka sama gue," ucap Rico senang


"Mimpi lo," ujar Xindy lalu berlari menuju ke sebuah wahana yang sangat menantang yaitu Kora-kora.


"Rico ayo kita naik ini, kamu beli tiketnya dulu ya di sana," suruh Xindy sambil menunjuk tempat penjualan tiketnya.


"Oke kamu tunggu di sini, jangan kemana-mana ya," ujar Rico


Rico pun segera menuju ke tempat penjualan Tiket, dia membeli dua puluh tiket sekaligus agar nanti gak perlu membelinya lagi.


"Sudah ?" tanya Xindy


"Iya nih," ujar Rico. Mereka pun menaiki wahana kora-kora itu, rasa khawatir timbul di diri Rico, seumur-umur dia belom pernah menaiki wahana itu, kerena gak mau ketahuan kalau dia merasa takut sama Xindy dia main naik-naik saja wahana itu.


"Kenapa gue ngajak dia ke sini sih, pengen nya romantis-romantisan jadi memacu adrenalin kan," guman Rico


Wahana itu bergerak, Rico berteriak sekencang-kencangnya sambil memegang lengan Xindy sehingga semua mata memandang ke arah mereka, Xindy sangat malu di buatnya.


Wahana kora-kora itu sudah berhenti, namun Rico masih saja berteriak histeris sambil memejamkan matanya.


"Ayo turun," ucapan Xindy mengagetkannya, dia membuka matanya.


"Oh sudah selesai ya, cuma segitu saja," ucap Rico yang masih memegang lengan Xindy.


"Gue gak takut kok, gue teriak untuk menyemarakkan wahana nya saja," ujar Rico gak mau mengakui kalau dia sebenarnya takut.


"Beneran nih gak takut, kalau begitu kita naik satu kali lagi," ujar Xindy


"Jangan...


"Lo bilang lo kan gak takut ? terus kenapa jangan,"


"Maksud gue kita jangan naik wahana ini lagi, masih banyak wahana lainnya yang belum kita coba," ujar Rico


"Benar juga ya, ayo turun kalau begitu." mereka akhirnya turun dari wahana tersebut dan menuju ke wahana lainnya yang lebih menantang yaitu Roler coster versi pasar malam, walaupun tidak terlalu panjang perjalanannya namun relnya kelihatan sangat menantang bagi Rico.


"Kita gak usah naik itu yuk Xin, kita naik Biang lala saja," ajak Rico


"Loh kenapa, lo takut ya ?" tanya Xindy


"Enggak kok, gue gak takut gue hanya gak mau nanti lo muntah-muntah setelah turun dari wahana itu," ujar Rico mencari alasan.

__ADS_1


"Bilang aja lo itu takut ha..ha.." ejek Xindy


"Siapa bilang gue takut,"Ucap Rico


"Kalau gak takut ayo kita naik itu," ajak Xindy


"Ayo siapa takut," ujar Rico padahal dalam hatinya dia berdoà agar Xindy berubah pikiran, namun bukan Xindy namanya kalau berubah pikiran.


Xindy sudah naik, namun Rico masih berdiri di sana.


"Loh kok belum naik, takut ya ...! Ujar Xindy mengejek


"Siapa bilang gue takut, lihat nih..!" ujar Rico lalu dia naik juga ke dalamnya.


"Tu kan gue gak takut," ucap Rico


"Kita lihat aja entar, kalau lo teriak berarti lo takut," ucap Xindy, Roler Coster pun sudah jalan, Rico memejamkan matanya agar tidak berteriak, Namun ketika wahana itu bergerak semakin cepat teriakan Rico menggema seiring cepat jalannya wahana itu.


Roler Coster pun berhenti namun Rico tak sanggup menahan muntahnya lagi, ketika turun dia langsung memuntahkan semua isi perutnya sehingga membuatnya lemah.


Xindy membelikan air mineral lalu memberikannya buat Rico.


"Cemen banget sih lo Ric, katanya gak takut tapi sampai lemas gitu," ujar Xindy


"Jangan ngejek gue lo Xin, gue bukan takut tapi gue gak tahan pusingnya," ucap Rico masih gak ngaku.


"Gak asik ah Lo, sudah lemas masih gak ngaku, atau kita pulang saja yuk," ajak Xindy


"Jangan...!


"Emangnya lo masih kuat ?" tanya Xindy


"Gue masih kuat kok, kan kita belom naik Biang lala nya," ujar Rico


"Gak ah Ric gue takut ketinggian," ujar Xindy bohong, dia hanya takut kalau Rico makin lemas.


"Ayo dong Xin, dari tadi aku hanya ingin naik Biang lala, bukannya kora-kora sama Roler Coster ini," ujar Rico memohon


"Oke..nanti kalau lo takut lagi gue gak naggung ya,"


"Beneran gue gak takut, kan ada lo," ujar Rico


Mereka pun akhirnya naik ke dalam Biang lala tersebut, ketika biang lalanya mulai berputar Rico terlihat biasa saja sehingga membuat Xindy jadi lega.

__ADS_1


"Xindy...lo tau gak mitosnya nih ya kalau sampai kita berada di puncak lalu Biang lalanya berhenti maka kita ini berjodoh, dan apabila kita mengucap janji suci maka kita akan selamanya bersama," ujar Rico


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2