Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 2


__ADS_3

Semua undangan juga panik begitu pula dengan Mika, dia pun segera berlari ke arah Inge dengan baju pengantinnya yang sangat panjang itu.


"Tolong panggil Ambulance..," teriak Devan lalu mengendong Inge dan membawanya ke luar gedung itu.


"Aku sudah gak tahan lagi mas, pakai mobil saja," ucap Inge


"Supir...cepat bawa mobil kemari," suruh Devan, tak lama Mobil pun tiba dan Devan memasukkan Inge ke jok belakang mobil itu dan diapun masuk juga ke sana, dia merebahkan kepala Inge di pangkuannya, mobil segera melaju menuju ke Rumah sakit terdekat.


"Ayo Om ganteng kita susul mereka ,"Ajak Mika yang sudah berada di mobilnya, Dion juga naik ke mobil itu dan duduk di belakang kemudi.


"Loh pestanya Gimana ?" tanya MC dengan masih menggunakan Microfonnya.


"Nanti di lanjutkan lagi, ini lebih penting," ucap Dion lalu mereka segera menyusul Devan ke rumah sakit.


"Memang pasangan pengantin yang aneh..." ucap MC.


Di Rumah sakit...


Aaaaa...


Inge mulai mengedan dengan Devan berada di samping Inge sambil memegang tangannya sedangkan Dokter terus memberi semangat pada inge agar terus berjuang.


"Iya..bu..sudah terlihat kepalanya..terus bu.."


"Aku sudah gak kuat Dok ," ucap Inge


"Dokter dengar gak apa yang istri saya katakan," bentak Devan


"Iya pak..kalau Ibu Inge mau kita bisa siapkan Operasinya sekarang," ucap Dokter itu


"Jangan Dok..aku gak mau di Operasi, aku akan coba sekali lagi," ucap Inge lalu mulai mengedan lagi dan..


Owe...owe...


Suara tangisan Bayi terdengar dan senyum pun terbit di wajah Inge dan Devan, Devan mengecup kening Istrinya dengan penuh kasih sayangn


"Terima kasih sayang, kamu telah berjuang untuk melahirkan Putra yang sangat tampan buat ku," Devan merasa bahagia karena sekarang dia sudah menjadi seorang ayah dan Inge menjadi seorang Ibu.


Air mata bahagia mengalir di pipi keduanya, mereka saling berpelukan, sedangkan Mika dan Dion di luar ruang bersalin itu pun saling berpelukan.


"Sekarang giliran kita yang mencetak Bayi," ucap Dion dengan serigainya. Mika jadi bergidik melihatnya.

__ADS_1


"Sayang kita namakan siapa Putra kita," tanya Inge


"Zain Erico Perdana," ucap Devan


"Inge tersentak dari lamunannya, tak terasa sudah 27 tahun berlalu setelah kelahiran Zain yang sangat membahagiakannya itu.


Inge manaruh kembali Foto Devan yang sudah duluan meninggalkannya menghadap sang Pencipta tiga tahun yang lalu seperti yang di inginkan oleh suaminya itu, sering Devan mengatakan kalau dia yang akan pergi duluan karena tidak sanggup menerima kenyataan kalau Inge pergi meninggalkannya duluan.


Tak terasa air mata menetes di pipinya, Pintu Mansion terbuka dan terlihatlah seorang pemuda tampan tersenyum ke arahnya.


"Mama Zain pulang..." ucapnya lalu melangkah dengan gagah ke arah Inge. Inge dengan cepat menghapus air mata nya.


"Mama nangis lagi ?" tanya Zain


"Iya..ini semua gara-gara kamu Zain, Kamu yang tidak mau menikah, mama kan jadi kesepian di rumah," ucap Inge Manja. Zain memeluk mamanya dan mencium keningnya.


"Kenapa mama kesepian sih, tu lihat.. banyak orang di sini," Ucap Zain menunjuk ke arah para pelayan yang berjejer di sana.


"Gak sama Zain, mama ingin seorang menantu bukan pembantu,"


"Sama saja Ma, mereka juga menantu mama, coba tanya mereka, pasti mereka akan menjawab Iya," canda Zain


"Zain juga ma," ucap Zain gak mau ngalah.


"Au ah..mama ngambek ya ," ujar Inge lalu melangkah ke arah Kamarnya.


Zain mengikutinya dari belakang, ketika Inge berhenti Zain malah menabraknya.


"Zain..sakit tau ," ucap Inge


"Sengaja.." ucap Zain lalu berlari karena dia yakin kalau adegan romantis seperti di Film india akan terjadi, benar saja Inge mengejar Zain dengan sapu di tangannya.


"Ampun Ma..Zain gak jahil lagi...suwer te kewer-kewer deh," ucap Zain


"Mama marah ya Zain, mama gak akan mau ngomong sama kamu kalau kamu belum membawa seorang calon menantu buat mama," ucap Inge


"Serius ma..gak nyesel ," ujar Zain


"Mama gak nyesel,"


"Tu ngomong lagi, katanya gak akan ngomong,"

__ADS_1


"Zain....!


Zain sudah lebih dulu masuk ke kamarnya dan tertawa cekikikan. Begitulah dia ketika Inge selalu menanyakan kapan dia membawa calon menantu buat mamanya.


Dia sangat menyayangi mamanya itu, dia akan selalu menjaganya dengan segenap jiwanya karena itu wasiat Almarhum Papanya sebelum meninggal, Zain tidak mau kalau dia menikah nanti kasih sayangnya terhadap mamanya itu akan terbagi kepada wanita lain sehingga mamanya merasa di nomor duakan olehnya.


Bukan karena itu saja alasannya, akan tetapi dia belum menemukan gadis yang bisa menggetarkan hatinya itu.


Zain Erico Perdana, nama yang sungguh keren sekeren orangnya, nama Indah yang di berikan oleh papa Devan kepadanya. Umurnya sudah pantas untuk berumah tangga, dia sekarang berusia 27 tahun. Tampan dan kaya sudah pasti, di idolakan juga sudah pasti secara dia seorang Presdir Perusahaan Perdana Corperation menggantikan Dion yang sudah pindah keluar negeri bersama Mika dan Putrinya.


Drrrt...drrrtt...


Suara ponsel mengagetkan Zain, dia melihat kalau Om Joko menelponnya, Dion meninggalkan Joko di sana agar bisa membimbing dan mengarahkan Zain supaya tidak salah mengambil keputusan di perusahaan, semacam Penasehat dan sekaligus menjadi penjaga buat Zain.


Joko adalah sepupunya Dion, umurnya masih 35 tahun dia berstatus Duren alias Duda keren sekarang, istri dan anaknya meninggal karena kecelakan ketika mereka sedang pergi berlibur. sehingga dia sampai sekarang belum menikah lagi karena trauma itu.


"Iya Om, ada apa ?


"Zain sepertinya kita harus pergi ke kantor cabang yang ada di kota Surabaya besok pagi," ujar Joko


"Ada masalah apa lagi Om ?" tanya Zain


"Sekilas Kepala cabang mengatakan kalau ada kekacauan di Proyek Pembuatan Hotel di kampung Mulyorejo, untuk lebih jelasnya nanti ketika sampai di sana dia akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di sana," jelas Joko.


"Ya sudah kalau begitu, om siapkan saja semuanya, besok pagi kita berangkat," ujar Zain lalu menutup telponnya.


"Aku harus pamit sama mama dulu karena besok pagi-pagi sekali aku akan berangkat ke sana," gumannya lalu melangkah keluar kamarnya menuju ke kamar Inge


"Ma..Mama...apa mama sudah tidur," tanya Zain


Tidak ada jawaban dari dalam kamar, Zain mengerti kalau mamanya masih ngambek soal tadi, dia pun mulai menbuka pintu kamar itu dan ternyata tidak di kunci. Zain yakin kalau mamanya sebenarnya belum tidur.


Zain melangkah menuju ke arah king side Inge dan duduk di tepi ranjang itu.


"Ma..Zain mau pamit sama mama ," ucap Zain, Inge langsung bangun dan duduk menghadap ke arah Zain.


"Kamu mau kemana Zain ?" tanya Inge


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


miss N kasih 2 Bab dulu ya...semoga syuka..😁😁

__ADS_1


__ADS_2