Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 88


__ADS_3

"Maaf mas mengganggu, ini ada obat nyamuk titipan Abi ," ucap Gadis itu yang masih terpesona dengan ketampanan Zain.


"Oh iya makasih ya ," ucap Zain lalu hendak menutup pintu bilik tersebut.


"Eh mas tunggu,"


"Ada apa lagi ya ?" tanya Zain


"Mas gak mau shalat Tahajud gitu ?" tanya Gadis itu


"Saya bisa Shalat di kamar nanti," ucap Zain Dingin lalu menutup pintu bilik tersebut.


"Sombong sekali pemuda itu, jangankan senyum menatap pun tidak , lebih baik aku segera ke Mesjid buat shalat Tahajud ," ucap Gadis itu.


Sementara Zain melanjutkan Tidurnya yang tertunda.


*


*


Suara Azan berkumandang, Zain terbangun karena memang dia belum bisa tidur, dia mencoba bangun lalu melihat Arlojinya. Jarum menunjukan pukul empat dini hari, ternyata Itu Azan agar para Santri bangun untuk Shalat Sunnah Fajar.


"Kenapa jam segini sudah Azan sih, kan waktu Shubuh belom masuk, malah gue gak bisa tidur lagi ," ucap Zain lalu berencana keliar dari bilik itu untuk jalan-jalan saja, siapa tahu setelah jalan-jalan dia bisa tidur lagi .


Saat dia membuka pintu bertepatan dengan Gadis yang semalam mengetuk Pintunya ada di depan pintu itu.


"Astaghfirullahal àzim." Zain mengusap-usap dadanya kaget.


"Eh Maaf mas, saya ngagetin ya ?"


"Lo kayak hantu saja sih, tiba-tiba muncul di hadapan gue, bisa gak sih gak ngagetin ?" ujar Zain yang benar-benar kaget itu.


"Maaf deh Mas, saya mau nanya apa Mas Gak mau shalat Sunnah Fajar," tanya Gadis itu


"Memangnya harus ya?"


"Enggak juga sih Mas, tapi semua santri di sini mengerjakannya ," ujar gadis itu.


"Ooo kalau begitu...


Gadis itu menunggu lanjutan ucapan Zain dengan penuh harap.

__ADS_1


"Kalau begitu saya Shalat di Bilik saja, Lagian ada teman saya yang belum bangun sekalian saya bangunin dia dulu." Ucap Zain lalu kembali masuk ke dalam Bilik dan mengunci pintunya.


"Huff tu cewek sengaja atau bukan sih Caper sama gue, gue jadi ngeri, Lebih baik gue VC kekasih hati gue dulu aja ,"


Zain mengambil Ponselnya lalu mulai melakukan VC sama Xindy. Xindy yang masih setengah sadar mengankat telponnya.


"Halo..siapa sih ni ganggu saja sih ," ucap Xindy


"Sayang Aku kangen...


Mata Xindy membulat sempurna megetahui kalau yang menelponnya adalah Zain.


"Sayang ini jam berapa sih, kok udah nelpon aja. Kamu sudah sampai ?" tanya Xindy yang rambutnya masih acak-acakan.


"Sayang aku tutup dulu ya, penampilanku jelek tau ." ujar Xindy lalu menutup telponnya


Zain tersenyum melihat tingkah Xindy yang malu karena dia menelponnya ketika penampilannya seperti itu. Tapi walaupun baru bangun tidur Xindy selalu tetap cantik di mata Zain.


'Lucu banget sih calon Istriku ini, bisa malu juga dia rupanya," ucap Zain sambil terkekeh.


Tak lama kemudian Xindy kembali menelpon Zain, penampilannya sekarang sudah lebih Rapi.


"Sayang padahal tadi udah cantik loh," ujar Zain


"Kalau sekarang sih sempurna ,"


"Kamu bisa aja sayang, oh ya gimana tempatnya apa membuat kamu betah ?


"Sebenarnya sih gak betah sayang tapi aku akan berusaha menikmatinya karena aku harus berhasil menghafal AlQuran untuk Mahar buat kamu,"


Xindy terharu mendengarnya, sebenarnya dia tidak tega melihat Zain seperti itu, tempatnya saja bahkan lebih jelek dari kamar pembantu di rumah Zain, tapi apa boleh buat dia sudah mengajukan syarat seperti Itu pada Zain dan Zain pun menyanggupinya.


"Sayang..kok ngelamun sih, apa yang kamu pikirkan," tanya Zain


"Aku jadi kasian sama kamu mas, kamu harus melewati semua ini hanya demi keegoisan aku," ucap Xindy dengan wajah sedih.


"Hei..tatap aku sayang, jangan sedih begitu dong, aku kan sudah berjanji apapun akan aku lakukan untuk bisa hidup bersamamu selamanya, dan ini tidak ada apa-apanya tau gak, bila perlu laut akan ku arungi dan gunung akan ku daki demi cintaku padamu sayang," ucap Zain


"Sayang maafkan aku ya yang memaksakan kehendakku padamu," ucap Xindy masih sedih


"Gak apa-apa kok sayang, aku senang kok karena aku bisa merasakan gimana rasanya Memperjuangkan cinta dengan perjuangan yang sulit, tapi aku bahagia bisa merasakan gimana rasanya jadi seorang Santri ," ujar Zain, Xindy semakin terharu mendengarnya.

__ADS_1


"Cie..cie...subuh-subuh sudah romantisan-romantisan aja kalian, gak ada waktu lain apa ," ujar Jo yang terusik tidurnya karena mereka.


"Diam Lo tokek, nyambar aja kayak petasan Lo," ujar Zain yang membuat Xindy tertawa melihat mereka gak pernah akur.


"Xindy kamu Shalat sana, udah azan tau. Jangan ngeladenin Zain yang Bucin itu, mending ngomong sama Babang Jo ," ujar Jo


"Enak aja Lo Jo, Lo ngomong aja sama Calon Istri lo, Jangan ngomong sama calon Istri orang Dong," ucap Zain


"Ide bagus tuh, gue mau telpon Kinara dulu Ah ," ujar Jo lalu menyambar ponselnya namun dia teringat kalau jam segini Kinara pasti Lagi Sholat dia akhirnya berubah pikiran lalu mengambil Handuknya.


"Heh curut mau kemana lo, apa gak Jadi telpon Cewek Lo ?" tanya Zain


"Gak Jadi, gue mau mandi dulu biar wangi, gak kayak Lo nelpon Xindy masih bau gitu ," ujar Jo yang membuat Zain memelototkan matanya.


"Sialan Lo Jo, gue mandi gak mandi pun tetap tampan tau gak, ya kan sayang," tanya Zain


"Iya sayang kamu memang pria yang paling tampan kok di hatiku ,"ujar Xindy yang membuat hati Zain berbunga-bunga.


"Tapi kamu juga mandi sana, terus Sholat." suruh Xindy


"Tapi aku masih kangen sayang," ujar Zain manja


"Heh curut jadi ikut mandi gak lo ?" tanya Jo


"Sayang melaksanakan kewajiban tepat waktu itu lebih baik dari pada menunda-nundanya, aku juga mau Sholat dulu nih, nanti kan kita bisa telponan lagi kan ," ujar Xindy


"Jadi gak nih, kalau enggak gue tinggal ya ," ujar Jo lagi


"Brisik Lo jo, iya..iya..bentar gue pamit dulu sama Yayang gue,"


"Huh dasar Bos Bucin Lo ," kesal Jo karena sudah menunggu terlalu lama.


"Iya deh sayang aku tutup dulu ya telponnya nanti aku telpon lagi, dah sayang..I Love U Ummmah...," Zain menutup telponnya


"Mau muntah gue sama kelakuan lo itu Zain, gue sih gak seperti Lo ," ujar Jo


"Mana berani Lo seperti gue Jo, cewek lo kan Bu Ustadzah, bisa kabur dia kalau Lo kayak Gue He..he..," Jo terdiam, memang benar sih apa yang di katakan Oleh Zain itu.


"Kok bengong, ayo kita mandi," Ajak Zain


Mereka pun akhirnya pergi ke tempat pemandian Umum yang ada di Pesantren tersebut, ternyata dia sana sudah banyak yang ngantri.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2