Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 107


__ADS_3

Aku percaya kok sama kamu, tapi aku gak percaya sama wanita-wanita diluaran sana yang bisa menahan pandangannya ke arah kamu," ujar Inge


"Jadi jangan coba-coba berpaling dari aku," tambahnya


Devan menelan salivanya, kalau sudah seperti itu Inge kelihatan menyeramkan sekali. Devan hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu mendengar ancaman Inge.


"Mana mungkin sayang aku berpaling dari kamu, aku sudah cinta mati sama kamu," ucap Devan sambil mengecup pipinya Inge, Inge jadi merona di perlakukan seperti itu sama Devan.


Ketika Devan hendak mencium bibir merah Inge, ada benda yang menghentikannya berada di area perutnya, dia melihat ke bawah dan kaget ternyata Inge menodongkan pistol ke perutnya itu.


"Jangan mesum kamu ya," ucap Inge


"Gak kok sayang, aku cuma mau memindahkan ini," ujar Devan sambil mengambil sesuatu di rambutnya Inge.Inge tersenyum melihat wajah ketakutan Devan itu.


" Semua orang sudah pergi, kita pergi juga yuk," ajak Devan sambil menarik tangan Inge untuk pergi dari sana akan tetapi Inge tidak beranjak sedikitpun dari sana.


"Kenapa ?" tanya Devan heran


" Aku laper.." jawabnya


"Ha..ha.., kenapa kamu gak bilang sih sayang, yuk kita cari restoran dekat-dekat sini, sambil kita lepas penat di sana," ajaknya


"Gendong.." ucap Inge


"Manja banget sih pacar aku ini," ucap Devan lalu mengendong Inge di belakang punggungnya lalu membawanya masuk ke dalam mobil.


Devan pun juga masuk ke sana dan duduk di belakang setir lalu melajukan mobilnya menuju ke sebuah restorant yang tak jauh dari sana.


Sampai di sana, mereka mencari tempat yang nyaman buat mereka duduk, akhirnya mereka memilih duduk di sudut yang tak jauh dari pintu masuk.


" Sayang aku ke toilet dulu sebentar ya, kamu pesan aja apa yang kamu mau," ujar Devan lalu beranjak menuju toilet.


Dari arah belakang Inge ada seorag gadis dan seorang pemuda yang melewatinya, namun gadis itu kembali mundur.


"Inge..kok lo di sini ?" tanya gadis itu, Inge menoleh.

__ADS_1


"Meta...!, lo kok di sini ? Inge malah tanya balik, Meta adalah anak paman Inge yang menjual aset keluarganya dan ternyata mereka tinggal di Jakarta sekarang.


"Lo belum jawab pertanyaan gue, malah nanya balik," ucap Meta kesal


"Lo di sini jadi gembel ya, kok pakaiannya berantakan gitu," ucap Meta meledek yang melihat Inge hanya memakai kaos yang sedikit kotor itu.


" Gue jadi gembel gini juga karena keluarga lo," ujar Inge cuek.


Tak lama kemudian Devan datang dari toilet, dia sudah kelihatan Fresh karena sudah mencuci wajahnya tadi.


"Sayang lama ya nunggunya, kamu sudah pesan," tanya Devan yang tak melihat ke arah meta sedikitpun.


"Ha..ha..ha.., emang ya kalau gembel itu pasangannya juga gembel, ganteng sih tapi sayang gembel juga," Ucap Meta , Devan menoleh.


"Sayang siapa dia, apa kamu kenal," tanya Devan


"Iya, dia itu sepupu aku anak dari adik ayah aku," ucap Inge datar seolah-olah tak menganggap mereka.


"Ooo salam kenal ya," ucap Devan sambil menyodorkan tangannya kepada mereka.


"Emang sehebat apa sih pacar lo itu?" tanya Devan


"Lo tau RA group kan, dia itu manager pemasaran di perusahaan nomor satu di Jakarta itu, jadi lo gak ada apa-apanya di bandingkan dengan dia, lo itu hanya gembel saja," Ucap Meta masih saja menghina Devan.


Devan terlihat menggepalkan tangannya tapi Inge segera memegang tangannya.


"Gak usah di ladenin sayang, buang-buang energi aja. Mendingan kita pesan aja makanannya." ucap Inge


"Eh gembel emang kalian bisa bayar, enak saja mau makan di tempat semewah ini, apa kantong gak bolong tuh," ucap Sapta pacarnya Meta


"Iya sayang, kamu bayarin aja makanan mereka hitung-hitung kita sedekah sama kaum Dhuafa ha..ha.." ujar Meta lalu tertawa.


"Mas bil nya masukin ketagihan saya ya," ujar Sapta sombong.


Inge Bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Mohon perhatian semuanya sebentar.." ucapnya pada semua pengunjung yang ada di sana.


"Hari ini adalah hari bahagia saya di mana hari ini saya kembali di pertemukan dengan sepupu yang sangat saya sayangi, dan untuk merayakan hari ini sepupu saya dan pacarnya ini mau mentraktir kalian semua karena pacarnya ini orang kaya banget di Jakarta ini, jadi kalian pesan apa saja yang kalian suka ya, selamat menikmati," ucap Inge yang membuat mata Meta dan Sapta terbelalak.


"Eh Inge, lo mau ngerjain kita ya," ucap Meta


"Lah tadi kan lo sendiri yang mau traktir kita," ucap Inge tak merasa bersalah


" Kita kan cuma mau traktir lo sama pacar lo saja, kenapa lo malah umumin kalau kami mau traktir semua pengunjung sih," ucap Meta kesal


"Tanggung dong kalau hanya kami saja yang di traktir, kan sayang tuh uang pacar kamu yang banyak banget dan gak bakalan habis itu karena dia kerja di perusahaan Bonavit itu, jadi gak apa-apa kan kalau sekali-kali lo traktir orang-orang yang ada di sini juga, ya kan mas?" tanya Inge pada Sapta yang sudah bengong aja dari tadi


" Mas jangan lupa hitung semua pesanan semua pengunjung di sini, dia yang bayar," ucap Inge. Devan tersenyum melihat gadisnya itu bisa membalikkan keadaan tanpa harus main fisik.


"Baik mbak, " ucap pelayan itu.


Sapta menarik tangan Meta menjauh dari mereka dan mulai memarahi Meta.


"Kamu gimana sih, mau bikin aku tekor ya, aku mana punya uang sebanyak itu, kamu tau gak di sini makanannya mahal-mahal ," ucap Sapta


"Udah lakuin saja apa yang mereka mau, lagian nanti aku ganti kok uang kamu, udah kepalang basah nih, kamu tau kan kalau uang papa aku itu banyak," ujar Meta


merekapun kembali ke arah Devan dan Inge.


"Oke gue bayarin semua makan pengunjung di sini, mas Tolong totalin semuanya, gak tau dia apa gue punya banyak duit ," ucap sapta sombong.


Devan dan Inge hanya tersenyum, umpan inge ternyata sudah di makan oleh mereka, Devan semakin salut pada kekasihnya itu.Inge sangat pintar memahami keadaan sekitarnya dan bertindak cepat mengatasinya sehingga orang tidak gampang menindasnya.


Sapta dan Meta pun pergi dari Restoran itu dengan wajah kesalnya karena kantong mereka terkuras habis di buat Inge dan Devan.


"Ha..ha..ha..kayaknya habis nih gajinya dua bulan kedepan dalam satu hari saja," ujar Inge tertawa.


"Kamu kok usil banget sih sayang, aku gak nyangka loh kamu bisa ngelakuin begitu sama mereka,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like dan Coment yang banyak ya 🙏🙏🙏


__ADS_2